alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

BPS Sebut Ratusan Bayi di Jepara Lahir dengan Berat Badan Rendah, Ini Salah Satu Penyebabnya

JEPARA – Merujuk data terakhir statistik, di Jepara ada sekitar 611 bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) atau low birth weight babies. Disebutkan salah satu penyebabnya adalah anemia pada ibu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, tahun lalu ada 611 bayi tersebut tersebar di seluruh Kabupaten Jepara. Melalui puskesmas, ada sejumlah temuan dari Kedung I 56 kasus, Kedung II 7, Pecangaan 25, Kalinyamatan 16, Welahan I 27, Welahan II 4, Mayong I 31, Mayong II 30, Nalumsari I 28, Nalumsari II 16, Batealit 31, Tahunan 56, Jepara 47, Mlonggo 43, Pakis Aji 43, Bangsri I 22, Bangsri II 26, Kembang 17, Keling I 22, Keling II 23, Donorojo 32, dan Karimunjawa 9.

Kepala Puskesmas Kedung I, dr. Amirudin menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah kondisi dari sang ibu bayi. Untuk kasus di Kedung I sendiri, ia menemukan bahwa angka low birth weight babies termasuk tinggi karena anemia dan kurang energi kronis. Selama ini pihaknya mengawal masalah tersebut dengan memantau bayi-bayi dengan risiko tinggi.

Baca Juga :  Buntut Kisruh Pemecatan Sekda, KASN Berusaha Mediasi Bupati Dan Edy

“Kendalanya memang dari kondisi anemia ibu,” jelas Amirudin.

Pihaknya juga mencegah persalinan BBLR melalui kelas hamil, kelas balita, posyandu, konseling gizi di puskesmas, hingga pengawalan ibu hamil dengan resiko tinggi BBLR.

Sementara itu, kaitannya dengan anemia Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta belum lama ini juga mencanangkan gerakan minum tablet tambah darah di sekolah. Ia berharap, dengan pemberian tablet tambah darah, potensi anemia di kalangan pelajar bisa dikurangi.

“Kenapa anak-anak diberikan, supaya tidak lemas, biar sheat, bapak pesen kalau lemas dan lesu bisa segera komunikasi ke sekolah,” ujarnya kepada para pelajar SMPN 2 Jepara dalam pencanangan gerakan tersebut. (nib/war)

JEPARA – Merujuk data terakhir statistik, di Jepara ada sekitar 611 bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) atau low birth weight babies. Disebutkan salah satu penyebabnya adalah anemia pada ibu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, tahun lalu ada 611 bayi tersebut tersebar di seluruh Kabupaten Jepara. Melalui puskesmas, ada sejumlah temuan dari Kedung I 56 kasus, Kedung II 7, Pecangaan 25, Kalinyamatan 16, Welahan I 27, Welahan II 4, Mayong I 31, Mayong II 30, Nalumsari I 28, Nalumsari II 16, Batealit 31, Tahunan 56, Jepara 47, Mlonggo 43, Pakis Aji 43, Bangsri I 22, Bangsri II 26, Kembang 17, Keling I 22, Keling II 23, Donorojo 32, dan Karimunjawa 9.

Kepala Puskesmas Kedung I, dr. Amirudin menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah kondisi dari sang ibu bayi. Untuk kasus di Kedung I sendiri, ia menemukan bahwa angka low birth weight babies termasuk tinggi karena anemia dan kurang energi kronis. Selama ini pihaknya mengawal masalah tersebut dengan memantau bayi-bayi dengan risiko tinggi.

Baca Juga :  Konflik Pemuda Antardesa di Jepara, Satu Orang Tewas Kena Sabetan Senjata Tajam

“Kendalanya memang dari kondisi anemia ibu,” jelas Amirudin.

Pihaknya juga mencegah persalinan BBLR melalui kelas hamil, kelas balita, posyandu, konseling gizi di puskesmas, hingga pengawalan ibu hamil dengan resiko tinggi BBLR.

Sementara itu, kaitannya dengan anemia Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta belum lama ini juga mencanangkan gerakan minum tablet tambah darah di sekolah. Ia berharap, dengan pemberian tablet tambah darah, potensi anemia di kalangan pelajar bisa dikurangi.

“Kenapa anak-anak diberikan, supaya tidak lemas, biar sheat, bapak pesen kalau lemas dan lesu bisa segera komunikasi ke sekolah,” ujarnya kepada para pelajar SMPN 2 Jepara dalam pencanangan gerakan tersebut. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru