alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Bea Cukai Kudus Serahkan Uang Hasil Rampasan Rokok Ilegal Rp 97,6 Juta ke Kejari Jepara  

JEPARA – Kantor Bea dan Cukai Kudus menyerahkan uang hasil rampasan senilai Rp 97,6 juta kepada Kejaksaan Negeri Jepara kemarin. Diketahui, uang yang diserahkan tersebut merupakan uang sitaan terkait perkara peredaran rokok ilegal.

Penyerahan uang tersebut berdasarkan hasil putusan Pengadilan Negeri Jepara Nomor: 1/PidSus/2022/Pn Jpa Tanggal 26 Agustus 2022. Uang tersebut disita dari Aris Fatah, yang berasal dari Kalipucang Wetan, Welahan. Namun Aris berhasil kabur dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyitaan uang tersebut berada di kantor pusat Bank BCA di Menteng, Jakarta Pusat. ”Setelah sebelumnya pihak Bank BCA melakukan penarikan terlebih dahulu dari rekening tersangka,” terang Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jepara Iyus Hendayana kemarin.

Baca Juga :  Akomodasi Zonasi Siswa, Disdikpora Jepara Mekarkan SMP Negeri

Dari keterangan Iyus, tersangka menjual rokok ilegal tanpa pita cukai secara online di beberapa market place. Lokasi penjualannya ada di Kabupaten Jepara. Dari penelusuran terhadap tersangka, diketahui tersangka telah melakukan transaksi menggunakan rekening bank tersebut sejak Januari hingga April lalu. Besaran transaksinya mencapai Rp 323 juta.


Karena adanya transaksi tersebut, pihak PPPATK meminta pihak Bank BCA untuk menghentikan transaksi yang dilakukan oleh tersangka. ”Selanjutnya terhadap uang tersebut dilakukan eksekusi dengan disetorkan ke Kas Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” papar Iyus. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kantor Bea dan Cukai Kudus menyerahkan uang hasil rampasan senilai Rp 97,6 juta kepada Kejaksaan Negeri Jepara kemarin. Diketahui, uang yang diserahkan tersebut merupakan uang sitaan terkait perkara peredaran rokok ilegal.

Penyerahan uang tersebut berdasarkan hasil putusan Pengadilan Negeri Jepara Nomor: 1/PidSus/2022/Pn Jpa Tanggal 26 Agustus 2022. Uang tersebut disita dari Aris Fatah, yang berasal dari Kalipucang Wetan, Welahan. Namun Aris berhasil kabur dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyitaan uang tersebut berada di kantor pusat Bank BCA di Menteng, Jakarta Pusat. ”Setelah sebelumnya pihak Bank BCA melakukan penarikan terlebih dahulu dari rekening tersangka,” terang Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jepara Iyus Hendayana kemarin.

Baca Juga :  Prasah, Tradhisi Penganten Deso sing Larang

Dari keterangan Iyus, tersangka menjual rokok ilegal tanpa pita cukai secara online di beberapa market place. Lokasi penjualannya ada di Kabupaten Jepara. Dari penelusuran terhadap tersangka, diketahui tersangka telah melakukan transaksi menggunakan rekening bank tersebut sejak Januari hingga April lalu. Besaran transaksinya mencapai Rp 323 juta.

Karena adanya transaksi tersebut, pihak PPPATK meminta pihak Bank BCA untuk menghentikan transaksi yang dilakukan oleh tersangka. ”Selanjutnya terhadap uang tersebut dilakukan eksekusi dengan disetorkan ke Kas Negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” papar Iyus. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru