alexametrics
27.5 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Ibu Minta si Anak Bilang Yang Nikam Dirinya Orang Gila

JEPARA – Setelah melakukan tindak penganiayaan kepada sang ibu, MF sempat panik.

”Yang namanya kasih sayang ibu sepanjang masa. Saat itu, SM yang merupakan korban dan ibu kandung pelaku bilang ke pelaku: ”Sampaikan ke bapakmu, kalau aku ditikam orang gila yang masuk ke dalam rumah”,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Facrur Rozi.

MF langsung meminta tolong ke tetangganya dan menelepon ayahnya yang saat itu tengah bekerja. Tujuannya, untuk mengantarkan SM ke rumah sakit. ”Ayahnya langsung ditelepon MF dan diminta pulang,” jelas Rozi.


Saat di rumah sakit, SM langsung masuk di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Namun apa mau dikata. Nyawa SM tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.00.

Dia menambahkan, meski sempat membuat cerita seolah-olah dibunuh orang tidak dikenal, namun kasus tersebut terungkap. Saat proses pemulasaran jenazah, warga curiga karena ditemukan sejumlah luka di tubuh SM.

Baca Juga :  Antisipasi Korban Bertambah, Ratusan Botol Miras Diamankan Polres Jepara

Mengetahui itu, warga melaporkan ke Polsek Mayong. ”Kami melakukan olah TKP dan mengecek kondisi jenazah. Selanjutnya kami lakukan investigasi penyelidikan. Dan MF mengakui perbuatannya,” papar Fachrur Rozi.

Dari olah TKP itu, polisi membawa sejumlah alat bukti. Berupa sebilah pisau dapur serta pakaian pelaku dan korban.

Saat ini MF telah ditahan di Mapolres Jepara. Atas perbuatannya itu, MF disangkakan Pasal 44 Ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang  Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 45 juta. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Setelah melakukan tindak penganiayaan kepada sang ibu, MF sempat panik.

”Yang namanya kasih sayang ibu sepanjang masa. Saat itu, SM yang merupakan korban dan ibu kandung pelaku bilang ke pelaku: ”Sampaikan ke bapakmu, kalau aku ditikam orang gila yang masuk ke dalam rumah”,” terang Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Facrur Rozi.

MF langsung meminta tolong ke tetangganya dan menelepon ayahnya yang saat itu tengah bekerja. Tujuannya, untuk mengantarkan SM ke rumah sakit. ”Ayahnya langsung ditelepon MF dan diminta pulang,” jelas Rozi.

Saat di rumah sakit, SM langsung masuk di ruang instalasi gawat darurat (IGD). Namun apa mau dikata. Nyawa SM tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.00.

Dia menambahkan, meski sempat membuat cerita seolah-olah dibunuh orang tidak dikenal, namun kasus tersebut terungkap. Saat proses pemulasaran jenazah, warga curiga karena ditemukan sejumlah luka di tubuh SM.

Baca Juga :  Agus Sutisna Masuk Jajaran Pimpinan Nasional AMK

Mengetahui itu, warga melaporkan ke Polsek Mayong. ”Kami melakukan olah TKP dan mengecek kondisi jenazah. Selanjutnya kami lakukan investigasi penyelidikan. Dan MF mengakui perbuatannya,” papar Fachrur Rozi.

Dari olah TKP itu, polisi membawa sejumlah alat bukti. Berupa sebilah pisau dapur serta pakaian pelaku dan korban.

Saat ini MF telah ditahan di Mapolres Jepara. Atas perbuatannya itu, MF disangkakan Pasal 44 Ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang  Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Ancaman hukumannya pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 45 juta. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/