alexametrics
25.6 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Ponpes Darul Falah Amtsilati Sediakan Penginapan Kelas Hotel Bintang Tiga

JEPARA – Persis sebelah selatan area ruko yang berisi berbagai bisnis pondok pesantren, terdapat bangunan menarik. Gedung berlantai tiga yang dari bagian luar terlihat tertempel Air Conditioner (AC). Di bagian depannya terdapat miniatur ikan paus di atas rumput taman. Juga deretan mobil hingga elf.

Bangunan itu Raudhotul Muta’allimin. Yang menjadi salah satu fasilitas penginapan di Ponpes Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara.

Raoudhotul Muta’allimin diperuntukkan bagi wali santri yang berkunjung untuk menemui anaknya. Dengan fasilitas bak hotel berbintang tiga. Yang di dalamnya terdapat spring bed, TV LCD, kamar mandi pribadi, lemari, dan AC.


Tak hanya itu, wali santri yang menginap juga mendapat jatah makan gratis selama tiga kali sehari. Di Kafe Arwana dengan menu-menu spesial. Letak kafe di selatan hotel. Namun di situ setiap penginap dikenai biaya 250 ribu sehari semalam.

Selain penginapan berbayar, juga ada tempat penginapan gratis. Namanya Raudhotul Jannah. Lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari Raoudhotul Muta’allimin. Di sebelah utaranya.

Bangunan itu terletak di tengah pemukiman warga. Dibangun pada 2012. Di dalamnya terdapat 24 kamar. Ada juga dua aula yang disediakan bagi wali santri yang tidak mendapatkan kamar.

Untuk logistik sendiri, petugas Roudhotul Jannah menyediakan makan tiga kali sehari. Dan juga menyediakan toko serbaguna yang terletak di bawahnya. Dengan menyediakan alat mandi, pakaian, hingga makanan ringan.

Wartawan koran ini berkesempatan menginap di aula Raoudhotul Janah. Meski tidak berbayar, bangunan itu terlihat lebih dari sekadar layak untuk menjadi tempat penginapan. Setiap kamarnya berukuran 2,5×3 meter. Sementara aula berukuran 4,5×5 meter.

Baca Juga :  DPC PDIP Jepara Segera Kirim Rekomendasi Calon Wakil Bupati ke DPRD

Ruangan itu terlihat rapi. Karena bagian tembok juga dikeramik. Dengan warna dominan hijau. Sementara fasilitas lainnya terdapat spring bed. Juga kipas angin. Dan dengan jumlah kamar mandi yang mencukupi. Setiap sepuluh kamar ada lima kamar mandi luar.

Ketua Ponpes Darul Falah Ustaz Husni Mubarak menyebut, pembuatan fasilitas penginapan itu memiliki dua tujuan. Pertama menyediakan tempat bagi para orang tua wali santri yang berkunjung. Mengingat sebagian wali santri yang rumahnya luar Jawa biasa menginap dari tiga sampai lima hari. Terutama yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

”Sementara pembuatan model berbayar dan gratis  karena menyesuaikan wali santri pula. Jika ada yang perekonomian kurang atau tidak membawa uang berlebih, kami sediakan di tempat penginapan yang gratis,” ungkapnya.

Sementara bagi mereka yang menginginkan fasilitas berlebih bisa memilih di penginapan yang bertarif. Tarifnya sehari semalam Rp 250 ribu. ”Dengan biaya itu mereka bisa menikmati tempat penginapan dengan fasilitas hotel bintang tiga,” jelasnya.

Sementara tujuan yang kedua untuk perekonomian pondok. Mengingat pondok tersebut dibangun secara mandiri tanpa melibatkan pendanaan dari pemerintah. Sekalipun dana penginapan itu lebih banyak untuk kepentingan operasional. Yang penting bagi pihak pondok dengan adanya penginapan berbayar itu, bisa turut memberdayakan masyarakat lain. ”Untuk petugas bersih-bersih. Katering untuk makan hingga Satpam,” tuturnya. (tos)

JEPARA – Persis sebelah selatan area ruko yang berisi berbagai bisnis pondok pesantren, terdapat bangunan menarik. Gedung berlantai tiga yang dari bagian luar terlihat tertempel Air Conditioner (AC). Di bagian depannya terdapat miniatur ikan paus di atas rumput taman. Juga deretan mobil hingga elf.

Bangunan itu Raudhotul Muta’allimin. Yang menjadi salah satu fasilitas penginapan di Ponpes Darul Falah Amtsilati, Bangsri, Jepara.

Raoudhotul Muta’allimin diperuntukkan bagi wali santri yang berkunjung untuk menemui anaknya. Dengan fasilitas bak hotel berbintang tiga. Yang di dalamnya terdapat spring bed, TV LCD, kamar mandi pribadi, lemari, dan AC.

Tak hanya itu, wali santri yang menginap juga mendapat jatah makan gratis selama tiga kali sehari. Di Kafe Arwana dengan menu-menu spesial. Letak kafe di selatan hotel. Namun di situ setiap penginap dikenai biaya 250 ribu sehari semalam.

Selain penginapan berbayar, juga ada tempat penginapan gratis. Namanya Raudhotul Jannah. Lokasinya berjarak sekitar 150 meter dari Raoudhotul Muta’allimin. Di sebelah utaranya.

Bangunan itu terletak di tengah pemukiman warga. Dibangun pada 2012. Di dalamnya terdapat 24 kamar. Ada juga dua aula yang disediakan bagi wali santri yang tidak mendapatkan kamar.

Untuk logistik sendiri, petugas Roudhotul Jannah menyediakan makan tiga kali sehari. Dan juga menyediakan toko serbaguna yang terletak di bawahnya. Dengan menyediakan alat mandi, pakaian, hingga makanan ringan.

Wartawan koran ini berkesempatan menginap di aula Raoudhotul Janah. Meski tidak berbayar, bangunan itu terlihat lebih dari sekadar layak untuk menjadi tempat penginapan. Setiap kamarnya berukuran 2,5×3 meter. Sementara aula berukuran 4,5×5 meter.

Baca Juga :  Bupati Jepara Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran

Ruangan itu terlihat rapi. Karena bagian tembok juga dikeramik. Dengan warna dominan hijau. Sementara fasilitas lainnya terdapat spring bed. Juga kipas angin. Dan dengan jumlah kamar mandi yang mencukupi. Setiap sepuluh kamar ada lima kamar mandi luar.

Ketua Ponpes Darul Falah Ustaz Husni Mubarak menyebut, pembuatan fasilitas penginapan itu memiliki dua tujuan. Pertama menyediakan tempat bagi para orang tua wali santri yang berkunjung. Mengingat sebagian wali santri yang rumahnya luar Jawa biasa menginap dari tiga sampai lima hari. Terutama yang berasal dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

”Sementara pembuatan model berbayar dan gratis  karena menyesuaikan wali santri pula. Jika ada yang perekonomian kurang atau tidak membawa uang berlebih, kami sediakan di tempat penginapan yang gratis,” ungkapnya.

Sementara bagi mereka yang menginginkan fasilitas berlebih bisa memilih di penginapan yang bertarif. Tarifnya sehari semalam Rp 250 ribu. ”Dengan biaya itu mereka bisa menikmati tempat penginapan dengan fasilitas hotel bintang tiga,” jelasnya.

Sementara tujuan yang kedua untuk perekonomian pondok. Mengingat pondok tersebut dibangun secara mandiri tanpa melibatkan pendanaan dari pemerintah. Sekalipun dana penginapan itu lebih banyak untuk kepentingan operasional. Yang penting bagi pihak pondok dengan adanya penginapan berbayar itu, bisa turut memberdayakan masyarakat lain. ”Untuk petugas bersih-bersih. Katering untuk makan hingga Satpam,” tuturnya. (tos)

Most Read

Artikel Terbaru

/