alexametrics
31.5 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Miras Oplosan Tewaskan 9 Orang di Jepara Mengandung Methanol 99 Persen

JEPARA – Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng terkait kandungan minuman keras (miras) yang menewaskan sembilan orang di Mlonggo keluar. Dari 10 sampel barang bukti berupa miras, soft drink, dan perasa makanan yang dikirim Polres Jepara, didapati delapan sampel mengandung alkohol jenis methanol dan ethanol. Bahkan, salah satu sampel menunjukkan kadar methanol mencapai 99,96 persen.

Sampel-sampel yang dikirimkan itu, didapatkan dari tempat kejadian perkara (TKP) di Dukuh Ploso, RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo. Sampel itu sebagian didapatkan dari tempat sampah. Berupa sisa-sisa. Sehingga, ukuran sampel pun berbeda-beda. Itu pun turut memberi perbedaan ukuran kandungan yang ada di sampel tersebut. Sementara dua sampel yang tidak mengandung alkohol jenis ethanol maupun methanol adalah minuman soft drink dan perisa makanan berasa kopi.

Dalam senyawa kimia, methanol juga dikenal sebagai metil alkohol atau spiritus. Melihat hasil itu, Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi segera melakukan koordinasi dengan ahli yang melakukan pengecekan. ”Bahan mana yang berbahaya bagi tubuh?, jawabannya, methanol itu sudah ada banyak kasus meninggal yang diakibatkan. Sedangkan ethanol belum ada kasus meninggal,” ujarnya kemarin.


Dari hal itu, ia menyimpulkan, alkohol jenis methanol berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih terkait methanol biasa dimanfaatkan untuk apa. Namun, upaya kepolisian setelah ini adalah memeriksakan hal itu kepada ahli dari bidang kesehatan. Baik itu dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) ataupun Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menjelaskan bahaya methanol bagi tubuh.

Baca Juga :  Proyek Infrastuktur di Jepara Berpacu dengan Cuaca

Sejauh ini, penjual miras maut PRW, 38, warga RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo, telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, miras yang dijualnya telah menewaskan sembilan orang.

Enam korban itu dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka CA, 20; SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Tiga orang lain, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo; SW, 32, warga RT 18/RW 4, Desa Sekuro, Mlonggo; dan HS, 29, warga RT 3/ RW 8, Desa Guyangan Gondang, Bangsri. Mereka menenggak miras yang dijual PRW pada Sabtu (29/1) siang sekitar pukul 13.00 dan berlangsung hingga Minggu (30/1) dini hari sekitar pukul 03.00 di warung 2 Jiwo milik PRW.

Rozi menegaskan, kandungan methanol ada bukan karena para korban mengoplos sendiri minumannya. Dirinya pun meyakini penjual tidak mengetahui miras yang dijualnya mengandung methanol. ”Itu (kandungan methanol, Red) sudah dari pembelian. Yang mereka pikir adalah ethanol. Pasti nggak tahu. Itu belinya galonan,” tandas AKP M. Fachrur Rozi. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng terkait kandungan minuman keras (miras) yang menewaskan sembilan orang di Mlonggo keluar. Dari 10 sampel barang bukti berupa miras, soft drink, dan perasa makanan yang dikirim Polres Jepara, didapati delapan sampel mengandung alkohol jenis methanol dan ethanol. Bahkan, salah satu sampel menunjukkan kadar methanol mencapai 99,96 persen.

Sampel-sampel yang dikirimkan itu, didapatkan dari tempat kejadian perkara (TKP) di Dukuh Ploso, RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo. Sampel itu sebagian didapatkan dari tempat sampah. Berupa sisa-sisa. Sehingga, ukuran sampel pun berbeda-beda. Itu pun turut memberi perbedaan ukuran kandungan yang ada di sampel tersebut. Sementara dua sampel yang tidak mengandung alkohol jenis ethanol maupun methanol adalah minuman soft drink dan perisa makanan berasa kopi.

Dalam senyawa kimia, methanol juga dikenal sebagai metil alkohol atau spiritus. Melihat hasil itu, Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi segera melakukan koordinasi dengan ahli yang melakukan pengecekan. ”Bahan mana yang berbahaya bagi tubuh?, jawabannya, methanol itu sudah ada banyak kasus meninggal yang diakibatkan. Sedangkan ethanol belum ada kasus meninggal,” ujarnya kemarin.

Dari hal itu, ia menyimpulkan, alkohol jenis methanol berbahaya bagi tubuh bila dikonsumsi. Sejauh ini, pihaknya belum bisa menjelaskan lebih terkait methanol biasa dimanfaatkan untuk apa. Namun, upaya kepolisian setelah ini adalah memeriksakan hal itu kepada ahli dari bidang kesehatan. Baik itu dari Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) ataupun Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk menjelaskan bahaya methanol bagi tubuh.

Baca Juga :  Diduga Depresi, Perempuan di Jepara Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Sejauh ini, penjual miras maut PRW, 38, warga RT 5/RW 6, Desa Karanggondang, Mlonggo, telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, miras yang dijualnya telah menewaskan sembilan orang.

Enam korban itu dari Desa Karanggondang, Mlonggo. Mereka CA, 20; SG, 20; JR, 20; FY, 20; MH, 21; dan DZ, 20. Tiga orang lain, IAH, 19, dari Desa Srobyong, Mlonggo; SW, 32, warga RT 18/RW 4, Desa Sekuro, Mlonggo; dan HS, 29, warga RT 3/ RW 8, Desa Guyangan Gondang, Bangsri. Mereka menenggak miras yang dijual PRW pada Sabtu (29/1) siang sekitar pukul 13.00 dan berlangsung hingga Minggu (30/1) dini hari sekitar pukul 03.00 di warung 2 Jiwo milik PRW.

Rozi menegaskan, kandungan methanol ada bukan karena para korban mengoplos sendiri minumannya. Dirinya pun meyakini penjual tidak mengetahui miras yang dijualnya mengandung methanol. ”Itu (kandungan methanol, Red) sudah dari pembelian. Yang mereka pikir adalah ethanol. Pasti nggak tahu. Itu belinya galonan,” tandas AKP M. Fachrur Rozi. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/