alexametrics
26.3 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Rawan Angin Puting Beliung, BPBD Jepara Petakan Status Siaga Bencana

JEPARA – Beberapa hari terakhir Kabupaten Jepara mulai sering diguyur hujan. Intensitasnya mulai dari ringan hingga lebat. Salah satu yang patut diwaspadai selama musim hujan adalah angin puting beliung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sedang menyusun status siaga bencana musim hujan.

Selama bulan ini, menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sudah terjadi satu kejadian angin puting beliung di Jepara. Lokasinya di kawasan Pantai Kartini Jepara. Hujan bercampur angin kencang Senin (11/10) pukul 18.00 malam lalu mengakibatkan pohon di lima titik di kawasan Pantai Kartini ambruk. Bahkan, ada dua pohon yang menimpa kios pedagang.

Beruntung akibat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Bulan lalu juga terjadi angin puting beliung di Desa Rau, Kedung. Tiga rumah rusak akibat diterpa angin.


”Angin puting beliung patut diwaspadai. Karena mengakibatkan pohon tumbang dan rumah-rumah roboh. Saat-saat seperti ini, hujan sudah mulai turun,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Baca Juga :  BSU Baru Diterima Seratusan Pekerja Jepara

Selain bencana angin kencang atau angin puting beliung, beberapa bencana lainnya juga rawan terjadi di musim hujan. Di antaranya banjir dan tanah longsor. ”Biasanya terjadi saat curah hujan tinggi dan dalam jangka waktu agak lama. Namun selama Oktober ini belum ada catatan terkait itu. Baru pohon tumbang dan rumah roboh,” jelas Arwin.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana alam di Kabupaten Jepara, pihaknya mulai mengantisipasinya dengan beberapa hal. Mulai antisipasi terkait regulasi, berupa menyiapkan surat keputusan Bupati Jepara tentang Status Siaga Bencana Musim Hujan yang rencananya dirilis bulan depan. Hingga menyiapkan personel dan peralatan. Selain itu, juga menyiapkan logistik untuk bantuan awal bagi para korban bencana.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Beberapa hari terakhir Kabupaten Jepara mulai sering diguyur hujan. Intensitasnya mulai dari ringan hingga lebat. Salah satu yang patut diwaspadai selama musim hujan adalah angin puting beliung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sedang menyusun status siaga bencana musim hujan.

Selama bulan ini, menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sudah terjadi satu kejadian angin puting beliung di Jepara. Lokasinya di kawasan Pantai Kartini Jepara. Hujan bercampur angin kencang Senin (11/10) pukul 18.00 malam lalu mengakibatkan pohon di lima titik di kawasan Pantai Kartini ambruk. Bahkan, ada dua pohon yang menimpa kios pedagang.

Beruntung akibat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian akibat kerusakan yang ditimbulkan diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Bulan lalu juga terjadi angin puting beliung di Desa Rau, Kedung. Tiga rumah rusak akibat diterpa angin.

”Angin puting beliung patut diwaspadai. Karena mengakibatkan pohon tumbang dan rumah-rumah roboh. Saat-saat seperti ini, hujan sudah mulai turun,” terang Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Baca Juga :  Berbagai Komunitas di Jepara Dukung Gus Muhaimin Nyapres

Selain bencana angin kencang atau angin puting beliung, beberapa bencana lainnya juga rawan terjadi di musim hujan. Di antaranya banjir dan tanah longsor. ”Biasanya terjadi saat curah hujan tinggi dan dalam jangka waktu agak lama. Namun selama Oktober ini belum ada catatan terkait itu. Baru pohon tumbang dan rumah roboh,” jelas Arwin.

Sebagai langkah antisipasi terjadinya bencana alam di Kabupaten Jepara, pihaknya mulai mengantisipasinya dengan beberapa hal. Mulai antisipasi terkait regulasi, berupa menyiapkan surat keputusan Bupati Jepara tentang Status Siaga Bencana Musim Hujan yang rencananya dirilis bulan depan. Hingga menyiapkan personel dan peralatan. Selain itu, juga menyiapkan logistik untuk bantuan awal bagi para korban bencana.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom





Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/