alexametrics
29.7 C
Kudus
Tuesday, June 21, 2022

Dua Tahun Digelar Tertutup, Festival Obor-Obor Tegalsambi Jepara Akhirnya Dibuka untuk Umum

JEPARA – Setelah dua tahun digelar terbatas dan tertutup akibat pandemi Covid-19, festival Obor-Obor yang diselenggarakan masyarakat Tegalsambi, Tahunan, Jepara, akhirnya kembali dibuka untuk umum Senin (20/6) malam. Bila dalam dua tahun kemarin hanya ada sekitar 10 obor yang dinyalakan, kali ini ada sekitar 400 obor.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus jumlah penontonnya diperkirakan mencapai ribuan orang. Bahkan, sebagian ada yang menonton dari atas balkon rumah warga yang ada di sekitar perempatan. Sebagian lainnya menyaksikan di pinggir jalan raya. Adapula yang nekat menonton dari atas tugu obor Desa Tegalsambi yang ada di perempatan.

Sebelum perang obor dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan beberapa prosesi upacara adat di kediaman Petinggi atau Kepala Desa Tegalsambi, Agus Susanto. Dilanjutkan dengan kirab pusaka yang dimulai dari rumah Petinggi Tegalsambi sampai perempatan Tegalsambi. ”Ini merupakan bentuk rasa syukur kami. Api obor ini kami percaya mampu mendatangkan kesehatan dan menolak bala,” kata Agus.

Baca Juga :  Minta Motor Baru, Kades Datangi Bupati Jepara

Prosesi perang obor sendiri merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan sedekah bumi Desa Tegalsambi. Agendanya rutin setahun sekali setiap Senin Pahing pada bulan Dzulqo’dah atau Bulan Apit.

Sementara itu, sejak tahun 2020 Festival Obor-Obor telah mendapatkan sertifikat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kemendikbud Ristek. Bersamaan, adapula Pesta Lomban dan Festival Jembul Tulakan. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Setelah dua tahun digelar terbatas dan tertutup akibat pandemi Covid-19, festival Obor-Obor yang diselenggarakan masyarakat Tegalsambi, Tahunan, Jepara, akhirnya kembali dibuka untuk umum Senin (20/6) malam. Bila dalam dua tahun kemarin hanya ada sekitar 10 obor yang dinyalakan, kali ini ada sekitar 400 obor.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus jumlah penontonnya diperkirakan mencapai ribuan orang. Bahkan, sebagian ada yang menonton dari atas balkon rumah warga yang ada di sekitar perempatan. Sebagian lainnya menyaksikan di pinggir jalan raya. Adapula yang nekat menonton dari atas tugu obor Desa Tegalsambi yang ada di perempatan.

Sebelum perang obor dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan beberapa prosesi upacara adat di kediaman Petinggi atau Kepala Desa Tegalsambi, Agus Susanto. Dilanjutkan dengan kirab pusaka yang dimulai dari rumah Petinggi Tegalsambi sampai perempatan Tegalsambi. ”Ini merupakan bentuk rasa syukur kami. Api obor ini kami percaya mampu mendatangkan kesehatan dan menolak bala,” kata Agus.

Baca Juga :  TMMD Sengkuyung Kodim Jepara Kebut Pengerjaan RTLH

Prosesi perang obor sendiri merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan sedekah bumi Desa Tegalsambi. Agendanya rutin setahun sekali setiap Senin Pahing pada bulan Dzulqo’dah atau Bulan Apit.

Sementara itu, sejak tahun 2020 Festival Obor-Obor telah mendapatkan sertifikat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Kemendikbud Ristek. Bersamaan, adapula Pesta Lomban dan Festival Jembul Tulakan. (rom/khim)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/