alexametrics
29 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

KKN Unisnu Sosialisasikan Bahaya Kekerasan Seksual dan Pernikahan Dini

JEPARA – Kelompok KKN Unisnu Jepara Desa Jinggotan bersama KKN Unwahas mengadakan program kolaborasi dalam bidang pendidikan di SMK NU Cendekia Jinggotan, Kembang, Jepara pada Jumat (11/02) Pukul 09.00. Turut hadir sebagai fasilitator dr. Fakhrudin dari DP3AP2KB dengan tema “Sosialisasi Kekerasan Seksual dan Pencegahan Pernikahan Dini”.

Sasaran dari program ini adalah para peserta didik kelas XII sejumlah 62 orang, namun yang dapat menghadiri acara hanya 51 orang. Tim KKN Unisnu dan Unwahas mengadakan sosialisasi ini bertujuan agar peserta didik lebih sadar tentang macam-macam kejahatan seksual dan bagaimana cara mengantisipasinya serta mencegah terjadinya pernikahan dini yang merajalela. Informasi ini disampaikan dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak remaja.

Kegiatan tersebut dilaksanakan karena meningkatnya kejadian yang menimpa anak-anak di masa pandemi Covid-19. Seperti yang diketahui bahwa meningkatnya Pernikahan usia dini di masa Pandemi ini ditengarai terjadi akibat permasalahan ekonomi dan sosial. Situasi perekonomian yang semakin sulit, memberi dampak turunnya kualitas dan kuantitas kepengasuhan anak. Sehingga, dalam keseharianya anak kurang mendapatkan pengawasan yang memadai. Maka hal tersebul yang membuat anak rentan terhadap paparan hal-hal negatif, semacam pergaulan bebas, pornografi, kecanduan game dan internet.

Baca Juga :  Heboh! Iringan Pengantin Bawa 10 Ekor Kuda di Jepara, Begini Ceritanya

Selain faktor ekonomi dan sosial, penyebab lainnya yang dapat mendorong peningkatan pernikahan usia dini yaitu adanya celah aturan dan budaya yang memungkinkan diperbolehkannya pernikahan dini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK NU Cendekia Desa Jinggotan Kecamatan  Kembang Kabupaten Jepara menyatakan mendukung adanya sosialisasi tentang kekerasan seksual dan pencegahan pernikahan dini di kalangan pelajar. ”Program ini sangat bagus sekali untuk pelajar karena bisa menumbuhkan kesadaran mengenai persoalan pernikahan dini” tutur kepala sekolah SMK NU Cendekia Jinggotan Kembang Jepara. (Adv)

JEPARA – Kelompok KKN Unisnu Jepara Desa Jinggotan bersama KKN Unwahas mengadakan program kolaborasi dalam bidang pendidikan di SMK NU Cendekia Jinggotan, Kembang, Jepara pada Jumat (11/02) Pukul 09.00. Turut hadir sebagai fasilitator dr. Fakhrudin dari DP3AP2KB dengan tema “Sosialisasi Kekerasan Seksual dan Pencegahan Pernikahan Dini”.

Sasaran dari program ini adalah para peserta didik kelas XII sejumlah 62 orang, namun yang dapat menghadiri acara hanya 51 orang. Tim KKN Unisnu dan Unwahas mengadakan sosialisasi ini bertujuan agar peserta didik lebih sadar tentang macam-macam kejahatan seksual dan bagaimana cara mengantisipasinya serta mencegah terjadinya pernikahan dini yang merajalela. Informasi ini disampaikan dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh anak remaja.

Kegiatan tersebut dilaksanakan karena meningkatnya kejadian yang menimpa anak-anak di masa pandemi Covid-19. Seperti yang diketahui bahwa meningkatnya Pernikahan usia dini di masa Pandemi ini ditengarai terjadi akibat permasalahan ekonomi dan sosial. Situasi perekonomian yang semakin sulit, memberi dampak turunnya kualitas dan kuantitas kepengasuhan anak. Sehingga, dalam keseharianya anak kurang mendapatkan pengawasan yang memadai. Maka hal tersebul yang membuat anak rentan terhadap paparan hal-hal negatif, semacam pergaulan bebas, pornografi, kecanduan game dan internet.

Baca Juga :  Sempat Kosong Delapan Bulan, Kades Kaliaman Akhirnya Terisi

Selain faktor ekonomi dan sosial, penyebab lainnya yang dapat mendorong peningkatan pernikahan usia dini yaitu adanya celah aturan dan budaya yang memungkinkan diperbolehkannya pernikahan dini.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK NU Cendekia Desa Jinggotan Kecamatan  Kembang Kabupaten Jepara menyatakan mendukung adanya sosialisasi tentang kekerasan seksual dan pencegahan pernikahan dini di kalangan pelajar. ”Program ini sangat bagus sekali untuk pelajar karena bisa menumbuhkan kesadaran mengenai persoalan pernikahan dini” tutur kepala sekolah SMK NU Cendekia Jinggotan Kembang Jepara. (Adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/