alexametrics
26.3 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Limbah Tambak Udang Dikeluhkan Warga Karimunjawa, Ini Sebabnya

KARIMUNJAWA – Tambak udang ilegal meresahkan warga Karimunjawa. Pasalnya, limbah tambak udang diduga mencemari area budi daya rumput laut. Hal itu dikeluhkan warga setempat.

Terlihat dari video yang dikirimkan warga, air sekitar pantai tersebut berwarna hijau. Dalam video tersebut, Yarhanuddin yang merekam mengatakan air laut warnanya hijau.  Video tersebut direkam di Tambak Telaga. Video tersebut menjelaskan bahwa air tersebut sangat kotor. Diduga air tersebut murni limbah. Tanpa ada penampungan akhir.

Bambang Zakaria, warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa juga mengeluhkan pencemaran tersebut. Di pantai terlalu banyak tambak udang yang mengganggu. Utamanya bagi pembudi daya rumput laut.


Masalah pencemaran ini juga dibenarkan oleh Camat Karimunjawa, Muh Eko Udyyono. Ia mengatakan tambak tersebut sangat banyak di area pantai. Ia juga membenarkan banyak tambak tidak berizin.

“Kita sudah berusaha. Kita hanya mengimbau kepada pemilik tambak untuk mengurusi, karena sudah terlalu banyak tambak,” jelasnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Penyeberangan Jepara - Karimunjawa Tutup Sementara

Area tambak tersebar mulai dari Karimunjawa hingga desa Kemujan. Ia meminta kepada pemilik tambak untuk segera membuat pengelolaan limbah.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farikhah Elida melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Nuraini mengaku hanya satu tambak yang memiliki izin. Lainnya tidak. Pihaknya kesulitan memantau. Sebab, tambak-tambak tersebut tidak memiliki dokumen lingkungan.

Ahmad Chotib, Kepala Bidang Perikanan Budidaya pada Dinas Perikanan Kabupaten Jepara menjelaskan pada pihak warga ada yang senang dan tidak. Warga sekitar yang bekerja di tambak senang karena bisa bekerja, sementara yang menolak dari pihak pembudi daya rumput laut. Ia menambahkan, jumlah pemilik tambak ada 18.

Terkait masalah ini. pihaknya telah mengimbau dan sosialisai agar para pemilik tambak segera  mengurus izin. (nib/war)

KARIMUNJAWA – Tambak udang ilegal meresahkan warga Karimunjawa. Pasalnya, limbah tambak udang diduga mencemari area budi daya rumput laut. Hal itu dikeluhkan warga setempat.

Terlihat dari video yang dikirimkan warga, air sekitar pantai tersebut berwarna hijau. Dalam video tersebut, Yarhanuddin yang merekam mengatakan air laut warnanya hijau.  Video tersebut direkam di Tambak Telaga. Video tersebut menjelaskan bahwa air tersebut sangat kotor. Diduga air tersebut murni limbah. Tanpa ada penampungan akhir.

Bambang Zakaria, warga Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa juga mengeluhkan pencemaran tersebut. Di pantai terlalu banyak tambak udang yang mengganggu. Utamanya bagi pembudi daya rumput laut.

Masalah pencemaran ini juga dibenarkan oleh Camat Karimunjawa, Muh Eko Udyyono. Ia mengatakan tambak tersebut sangat banyak di area pantai. Ia juga membenarkan banyak tambak tidak berizin.

“Kita sudah berusaha. Kita hanya mengimbau kepada pemilik tambak untuk mengurusi, karena sudah terlalu banyak tambak,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Swadaya Tangani Tanggul Jebol di Jepara

Area tambak tersebar mulai dari Karimunjawa hingga desa Kemujan. Ia meminta kepada pemilik tambak untuk segera membuat pengelolaan limbah.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farikhah Elida melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Nuraini mengaku hanya satu tambak yang memiliki izin. Lainnya tidak. Pihaknya kesulitan memantau. Sebab, tambak-tambak tersebut tidak memiliki dokumen lingkungan.

Ahmad Chotib, Kepala Bidang Perikanan Budidaya pada Dinas Perikanan Kabupaten Jepara menjelaskan pada pihak warga ada yang senang dan tidak. Warga sekitar yang bekerja di tambak senang karena bisa bekerja, sementara yang menolak dari pihak pembudi daya rumput laut. Ia menambahkan, jumlah pemilik tambak ada 18.

Terkait masalah ini. pihaknya telah mengimbau dan sosialisai agar para pemilik tambak segera  mengurus izin. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/