alexametrics
21.9 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Refleksi Akhir Tahun, Rajut Cinta dan Kebersamaan

JEPARA – Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi memimpin acara refleksi akhir tahun pada Sabtu (19/12) malam di D’Season Hotel, Jepara dengan rasa syukur dan optimistis. Terlebih kondisi ekonomi yang masih diselimuti efek pandemi korona seperti saat ini.

“Inna min hiyari ummatii, qauman yadkhakuna jahran min saati rahmatillah. Yang artinya sesungguhnya umat pilihanku adalah orang-orang yang tertawa dengan keras karena gembira atas luasnya nikmat Allah,” ucap Baehaqi seraya mengutip sebuah hadis.

Baehaqi yang tampil mengenakan kemeja batik tulis khas Lasem warna merah itu menceritakan saat ini tak hanya media cetak, seluruh media baik online maupun televisi pun mengenai penurunan. Meski demikian, kata dia, hasil itu patut disyukuri.


Hal ini karena penurunan yang diterjadi di perusahaan koran yang dipimpinnya tak berdampak signifikan. Bahkan salah satu kategori penilaian mencatatkan nilai A. “Capaian lainnya yang masih bisa ditorehkan yakni menjadi nomor 3 teratas dari semua anak perusahaan di bawah Jawa Pos selama kwartal III 2021,” katanya.

Ia mengajak seluruh karyawan untuk optimistis menghadapi 2022. Dia meyakini tahun depan performa perusahaan dapat meningkat. “Semua itu bukanlah hal mustahil. Selama arah perusahaan ini jelas. Yakni sistematis, terorganisisasi, dan berkesinambungan,” terangnya.

MERIAH: Karyawan Jawa Por Radar Kudus mengikuti Hawaian party saat malam re¬fleksi akhir tahun. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Usai serius mengevaluasi kinerja 2021 dan menyusun taktik 2022, kru Jawa Pos Radar Kudus mencoba untuk “me-restart” pikiran. Sekitar pukul 19.00 taman hotel yang berhadapan dengan pantai itu meriah tak ubahnya hawaiian party di bawah langit Jepara yang cerah.

Semua karyawan mengenakan kostum ala hawaian style . Dari baju, celana, topi hingga aksesoris. Beberapa karyawan tak sungkan berkreasi. Ada yang menghias diri dengan rumbai-rumbai, bunga, kerlap-kerlip lampu led, hingga tongkat.

Baca Juga :  Genap Berusia 20 Tahun, Jawa Pos Radar Kudus Tetapkan Tagline Baru "Set…Set…Wes"

Kreativitas itu diganjar dengan hadiah. Beberapa di antaranya mendapat predikat mbak dan masa radar Kudus. Mereka yang terpilih di antaranya Zaenal Abidin dan Umi sebagai mas dan mbak Radar Kudus satu. Kemudian juga Mahendra dan Santi sebagai mas dan mbak Radar Kudus dua. Selain itu apresiasi juga diberikan pada enam juara kostum favorit.

Acara fashion show ini diiringi juga dengan kreativitas lainnya. Seperti penampilan puisi berantai yang mengundang tawa. Karena disajikan dengan gaya banyolan. Ada pula yang berkaraoke. Termasuk stand up Comedy. Acara malam itu pun diakhiri sekitar pukul 21.00.

Keesokan harinya, Minggu (19/12) refleksi akhir tahun tersebut dipungkasi dengan outbond. Dimulai sejak pukul 08.00 hing ga 10.00. Dipandu para instruktur, beragam game dimainkan.

Game-game dimainkan seacara berkelompok. Dengan tema merajut cinta dan kebersamaan. Dalam permainan-permainan itu tiap kelompok dituntut disiplin, kompak, hingga mengatur strategi. Dalam setiap permainan yang menang mendapatkan poin dan yang kalah diberi hukuman.

Hukumannya diberi powder warna-warni di wajah kelompok yang kebetulan kalah di sebuah sesi game. Pemberian bedak ini wujud kecintaan kepada sesama rekan lainnya.

Menanggapi permainan-permainan itu Baehaqi pun menilai ada nilai-nilai yang relevan dengan budaya yang dibangun di Radar Kudus dan kedepan terus diterapkan. Seperti fokus, disiplin, kompak, kebersamaan, dan bekerja keras. (him)






Reporter: Eko Santoso

JEPARA – Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi memimpin acara refleksi akhir tahun pada Sabtu (19/12) malam di D’Season Hotel, Jepara dengan rasa syukur dan optimistis. Terlebih kondisi ekonomi yang masih diselimuti efek pandemi korona seperti saat ini.

“Inna min hiyari ummatii, qauman yadkhakuna jahran min saati rahmatillah. Yang artinya sesungguhnya umat pilihanku adalah orang-orang yang tertawa dengan keras karena gembira atas luasnya nikmat Allah,” ucap Baehaqi seraya mengutip sebuah hadis.

Baehaqi yang tampil mengenakan kemeja batik tulis khas Lasem warna merah itu menceritakan saat ini tak hanya media cetak, seluruh media baik online maupun televisi pun mengenai penurunan. Meski demikian, kata dia, hasil itu patut disyukuri.

Hal ini karena penurunan yang diterjadi di perusahaan koran yang dipimpinnya tak berdampak signifikan. Bahkan salah satu kategori penilaian mencatatkan nilai A. “Capaian lainnya yang masih bisa ditorehkan yakni menjadi nomor 3 teratas dari semua anak perusahaan di bawah Jawa Pos selama kwartal III 2021,” katanya.

Ia mengajak seluruh karyawan untuk optimistis menghadapi 2022. Dia meyakini tahun depan performa perusahaan dapat meningkat. “Semua itu bukanlah hal mustahil. Selama arah perusahaan ini jelas. Yakni sistematis, terorganisisasi, dan berkesinambungan,” terangnya.

MERIAH: Karyawan Jawa Por Radar Kudus mengikuti Hawaian party saat malam re¬fleksi akhir tahun. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Usai serius mengevaluasi kinerja 2021 dan menyusun taktik 2022, kru Jawa Pos Radar Kudus mencoba untuk “me-restart” pikiran. Sekitar pukul 19.00 taman hotel yang berhadapan dengan pantai itu meriah tak ubahnya hawaiian party di bawah langit Jepara yang cerah.

Semua karyawan mengenakan kostum ala hawaian style . Dari baju, celana, topi hingga aksesoris. Beberapa karyawan tak sungkan berkreasi. Ada yang menghias diri dengan rumbai-rumbai, bunga, kerlap-kerlip lampu led, hingga tongkat.

Baca Juga :  Final Festival Mewarnai Blora Digelar Hari Ini

Kreativitas itu diganjar dengan hadiah. Beberapa di antaranya mendapat predikat mbak dan masa radar Kudus. Mereka yang terpilih di antaranya Zaenal Abidin dan Umi sebagai mas dan mbak Radar Kudus satu. Kemudian juga Mahendra dan Santi sebagai mas dan mbak Radar Kudus dua. Selain itu apresiasi juga diberikan pada enam juara kostum favorit.

Acara fashion show ini diiringi juga dengan kreativitas lainnya. Seperti penampilan puisi berantai yang mengundang tawa. Karena disajikan dengan gaya banyolan. Ada pula yang berkaraoke. Termasuk stand up Comedy. Acara malam itu pun diakhiri sekitar pukul 21.00.

Keesokan harinya, Minggu (19/12) refleksi akhir tahun tersebut dipungkasi dengan outbond. Dimulai sejak pukul 08.00 hing ga 10.00. Dipandu para instruktur, beragam game dimainkan.

Game-game dimainkan seacara berkelompok. Dengan tema merajut cinta dan kebersamaan. Dalam permainan-permainan itu tiap kelompok dituntut disiplin, kompak, hingga mengatur strategi. Dalam setiap permainan yang menang mendapatkan poin dan yang kalah diberi hukuman.

Hukumannya diberi powder warna-warni di wajah kelompok yang kebetulan kalah di sebuah sesi game. Pemberian bedak ini wujud kecintaan kepada sesama rekan lainnya.

Menanggapi permainan-permainan itu Baehaqi pun menilai ada nilai-nilai yang relevan dengan budaya yang dibangun di Radar Kudus dan kedepan terus diterapkan. Seperti fokus, disiplin, kompak, kebersamaan, dan bekerja keras. (him)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/