alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Serapan APBD Kabupaten Jepara Baru Capai Rp 1,2 Triliun

JEPARA – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara tahun 2021 di semua organisasi perangkat daerah (OPD) hingga bulan ini baru mencapai Rp 1,2 triliun. Atau sekitar 49,8 persen dari total anggaran tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun. Alasannya, kebanyakan anggaran itu terpakai untuk kegiatan fisik. Sehingga perlu menunggu pengerjaan rampung, baru dicairkan.

Meski begitu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara Ronji menegaskan realisasi anggaran untuk pengerjaan fisik sejauh ini sesuai rencana.

“Karena pekerjaan fisik kan dikerjakan pihak ketiga (rekanan/pemborong, Red). Jadi dikerjakan dulu, baru diajukan pencairan setelah pekerjaan sesuai progres yang disepakati dalam kontrak kerja,” tandas Ronji.


Dia memperkirakan mulai akhir bulan ini hingga Oktober mendatang realisasi anggarannya akan naik tajam. Lantaran kontrak masa pengerjaan fisik di Kabupaten Jepara berlangsung sejak Juni hingga Oktober.

Baca Juga :  Cek TPS dan Kebersihan Kota, Pj Bupati Jepara Ikut Nyapu Jalan

Pekerjaan fisik atau infrastuktur itu merata hampir di semua OPD. Di antaranya berupa kegiatan peningkatan jalan. Dari APBD, ada lima paket pekerjaan dengan total anggaran sekitar Rp 3,4 miliar. “Namun saya tidak bisa mengira-ngira jumlah kenaikannya. Pekerjaan masih jalan semua. Kalau sudah selesai, pasti diajukan pencairannya,” ujar Ronji.

Sementara itu dia menjelaskan yang terdaftar saat ini merupakan kegiatan realisasi keuangan. Rinciannya, hingga Kamis (16/9) APBD serapan APBD Jepara mencapai Rp 1,24 triliun terdiri dari kegiatan belanja operasi sebesar Rp 987 miliar, belanja modal sebesar Rp 50,9 miliar, belanja transfer Rp 198,9 mi8liar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp 10,9 miliar. (mal)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara tahun 2021 di semua organisasi perangkat daerah (OPD) hingga bulan ini baru mencapai Rp 1,2 triliun. Atau sekitar 49,8 persen dari total anggaran tahun ini sebesar Rp 2,5 triliun. Alasannya, kebanyakan anggaran itu terpakai untuk kegiatan fisik. Sehingga perlu menunggu pengerjaan rampung, baru dicairkan.

Meski begitu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara Ronji menegaskan realisasi anggaran untuk pengerjaan fisik sejauh ini sesuai rencana.

“Karena pekerjaan fisik kan dikerjakan pihak ketiga (rekanan/pemborong, Red). Jadi dikerjakan dulu, baru diajukan pencairan setelah pekerjaan sesuai progres yang disepakati dalam kontrak kerja,” tandas Ronji.

Dia memperkirakan mulai akhir bulan ini hingga Oktober mendatang realisasi anggarannya akan naik tajam. Lantaran kontrak masa pengerjaan fisik di Kabupaten Jepara berlangsung sejak Juni hingga Oktober.

Baca Juga :  Kabupaten Jepara Raih Dua Penghargaan dari Kemenkominfo

Pekerjaan fisik atau infrastuktur itu merata hampir di semua OPD. Di antaranya berupa kegiatan peningkatan jalan. Dari APBD, ada lima paket pekerjaan dengan total anggaran sekitar Rp 3,4 miliar. “Namun saya tidak bisa mengira-ngira jumlah kenaikannya. Pekerjaan masih jalan semua. Kalau sudah selesai, pasti diajukan pencairannya,” ujar Ronji.

Sementara itu dia menjelaskan yang terdaftar saat ini merupakan kegiatan realisasi keuangan. Rinciannya, hingga Kamis (16/9) APBD serapan APBD Jepara mencapai Rp 1,24 triliun terdiri dari kegiatan belanja operasi sebesar Rp 987 miliar, belanja modal sebesar Rp 50,9 miliar, belanja transfer Rp 198,9 mi8liar, dan belanja tidak terduga sebesar Rp 10,9 miliar. (mal)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/