alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Progres Rumah Komunitas Diperuntukkan bagi MBR Jepara Baru 50 Persen

JEPARA – Pembangunan rumah komunitas yang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ditarget rampung bulan ini. Namun, sejauh ini progres pengerjaannya baru mencapai 50 persen. Sebab itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Jepara mengajukan tambahan waktu pengerjaan ke provinsi.

Kepala Disperkim Jepara Hartaya melalui Kabid Perumahan Hening Indrati menjelaskan faktor molornya kegiatan itu karena pembangunannya merupakan swadaya penerima bantuan itu sendiri. “Juga karena faktor budaya. Kalau mau apa-apa kan harus mencari hari baik dulu,” ujarnya.

Karena keterlambatan itu, proses pembangunannya dipantau terus oleh dinas. “Bahkan sempat tiap pekan digelar meeting zoom. Namun, seumpama belum bisa rampung, kami bilang ke provinsi minta diberi tambahan waktu,” tandas Hening.


Dari pantauan di lapangan kemarin, pondasi dan ruspin telah tersusun. Ada yang masih berbentuk pondasi, adapula yang sudah hampir jadi. Salah satu yang hampir jadi milik Siti Latifah.

Dari keterangannya, kendala dalam membangun rumah itu berupa pendanaan. Dia harus pintar-pintar memanajemen keuangan yang diberi untuk membangun rumah itu. Meski begitu, dirinya bersyukur bisa membangun rumah tersebut. “Harapannya bisa baik kehidupannya. Bisa lebih damai,” ujar perempuan yang sudah 11 tahun tinggal di Rusunawa Jobokuto itu.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi, WPP Jepara Gelar Pengajian hingga Santunan

Perumahan berbasis komunitas tersebut lokasinya di Kedungcino, Jepara. Tahun ini menjadi tahun pertama pembangunan. Jepara memperoleh alokasi bantuan pembangunan rumah baru (PB) sebanyak 47 unit. Sumber dana berasal dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bentuknya berupa rumah tipe 36.

Penerima bantuan dijatah memperoleh bantuan sebesar Rp 35 juta. Bantuan sebesar Rp 35 juta tersebut digunakan untuk membangun rumah. Terdiri dari material struktural Ruspin dan non-struktural.

Untuk mendapatkannya, penerima harus terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan usulan melalui Simperum Disperakim Provinsi  1 hingga 2 tahun sebelumnya. Program tersebut berjalan sekitar Juni lalu dan ditarget rampung bulan ini. Program itu menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan kelas MBR dari penyewa menjadi pemilik. Prioritasnya, diperuntukkan bagi para penghuni rusunawa di Jepara. (mal)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pembangunan rumah komunitas yang diperuntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ditarget rampung bulan ini. Namun, sejauh ini progres pengerjaannya baru mencapai 50 persen. Sebab itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Jepara mengajukan tambahan waktu pengerjaan ke provinsi.

Kepala Disperkim Jepara Hartaya melalui Kabid Perumahan Hening Indrati menjelaskan faktor molornya kegiatan itu karena pembangunannya merupakan swadaya penerima bantuan itu sendiri. “Juga karena faktor budaya. Kalau mau apa-apa kan harus mencari hari baik dulu,” ujarnya.

Karena keterlambatan itu, proses pembangunannya dipantau terus oleh dinas. “Bahkan sempat tiap pekan digelar meeting zoom. Namun, seumpama belum bisa rampung, kami bilang ke provinsi minta diberi tambahan waktu,” tandas Hening.

Dari pantauan di lapangan kemarin, pondasi dan ruspin telah tersusun. Ada yang masih berbentuk pondasi, adapula yang sudah hampir jadi. Salah satu yang hampir jadi milik Siti Latifah.

Dari keterangannya, kendala dalam membangun rumah itu berupa pendanaan. Dia harus pintar-pintar memanajemen keuangan yang diberi untuk membangun rumah itu. Meski begitu, dirinya bersyukur bisa membangun rumah tersebut. “Harapannya bisa baik kehidupannya. Bisa lebih damai,” ujar perempuan yang sudah 11 tahun tinggal di Rusunawa Jobokuto itu.

Baca Juga :  Pagar Perumahan di Karimunjawa Dijual ke Asing Diduga “Makan” Lahan Warga

Perumahan berbasis komunitas tersebut lokasinya di Kedungcino, Jepara. Tahun ini menjadi tahun pertama pembangunan. Jepara memperoleh alokasi bantuan pembangunan rumah baru (PB) sebanyak 47 unit. Sumber dana berasal dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bentuknya berupa rumah tipe 36.

Penerima bantuan dijatah memperoleh bantuan sebesar Rp 35 juta. Bantuan sebesar Rp 35 juta tersebut digunakan untuk membangun rumah. Terdiri dari material struktural Ruspin dan non-struktural.

Untuk mendapatkannya, penerima harus terdaftar dalam Basis Data Terpadu (BDT) dan usulan melalui Simperum Disperakim Provinsi  1 hingga 2 tahun sebelumnya. Program tersebut berjalan sekitar Juni lalu dan ditarget rampung bulan ini. Program itu menjadi salah satu inovasi untuk meningkatkan kelas MBR dari penyewa menjadi pemilik. Prioritasnya, diperuntukkan bagi para penghuni rusunawa di Jepara. (mal)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/