alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Gus Haiz: Potensi Wisata di Jepara Cukup Besar dan Perlu Dikelola dengan Baik

JEPARA – Pariwisata di Jepara sudah terkenal di Indonesia bahkan juga dimanca negara dan Jepara juga mempunyai garis pantai yang sangat panjang. Potensi inilah yang harus bisa di kelola dengan baik sehingga semakin meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Jepara. Hal itulah yang disampaikan Ketua DPRD Haizul Ma’arif di dampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Zamroni Lestiaza dalam dialog Jaring Aspirasi Masyarakat (Jaringasmara) di Radio R-lisa Jepara, Selasa ( 19/07/2022).

Haizul Ma’arif mengatakan, potensi pariwisata dijepara sangat luar biasa. Potensi inilah yang harus kita bisa kelola dengan baik sehingga semakin meningkatkan jumlah wisatawan yang akan hadir di Jepara dan tentunya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang terpenting juga dari pada pariwisata itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Jepara.

“DPRD tentu ingin mendorong bagaimana pariwisata di Kabupaten Jepara ini bisa semakin baik dalam hal pengelolaannya, sehingga dari situ jumlah wisatawan semakin naik dan PAD meningkat,” Kata Haizul.


Menurutnya, kalau kita melihat PAD yang kita terima selama 2 – 3 tahun ini memang mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid19. Dengan melihat potensi yang ada di Jepara seperti Karimunjawa, Pantai Kartini, Pantai Kartini, Benteng Portugis dan yang lain dengan PAD yang relatif masih kecil itu harus kita evaluasi bagaimana bisa meningkat untuk bisa memberikan kontribusi besar untuk Pemerintah Kabupaten Jepara.

Haizul Ma’arif menembahkan, Pemerintah mempunyai progam mendorong 24 Desa Wisata yang ada di Jepara, Desa tersebut bisa mendapatkan tambahan pendapatan melalui peningkatan menjemen potensi yang ada. tidak bisa dipandang sebelah mata, Desa Wisata yang ada di Jepara ini pendapatannya luar biasa dan pengunjungnya bisa melebihi yang di kelola oleh pemerintah.

Baca Juga :  Rusak Parah, Jalan Provinsi Jepara-Bangsri hanya Ditambal Sulam

“Masyarakat harus bisa inovatif bagaimana bisa melihat potensi yang ada dikelola bisa jadi tempat yang menghasilkan, akhirnya tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Pemerintah harus hadir dan ikut andil bagaimana untuk mengatur regulasi pariwisata-pariwisata yang dikelola oleh non pemerintah ini agar meraka tetap menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan juga tetap mematuhi pertaturan yang ada, sehingga dalam pengelolaannya ini bisa memberikan kenyamanan bagi pengunjung khususnya. Tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Zamroni Lestiaza mengatakan, kalau dari sisi kesiapan masyarakat Jepara sudah siap menerima wisatawan, ini terbukti wisatawan ke Jepara juga cukup meingkat tajam. Dari target 2,1 juta wisatan yang datang kita ditahun 2019 kita suah mencapai 2,7 juta wisatawan kurang lebih 40 ribu di antaranya wisatawan asing. Dan ditahun 2022 data sampai bulan Juli sudah sampai 600 ribu wisatawan yang masuk Jepara.

“Harapannya seiring dengan normalnya kondisi ini, geliat pariwisata yang ada di Jepara dapat meningkat kembali,” Kata Zamroni.

Zamroni menambahkan, Saat ini sudah ada aplikasi yang namanya Jeparadise yang bisa di upload di Play Store HP Andorid masing-masing. Aplikasi tersebut berisi tentang potensi pariwisata, seni budaya, hotel bahkan tempat kuliner yang ada di Kabupaten Jepara. Harapannya aplikasi ini nanti bisa link dengan hotel dengan agen tiket untuk memudahkan wisatawan datang ke Jepara. (war/adv)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Pariwisata di Jepara sudah terkenal di Indonesia bahkan juga dimanca negara dan Jepara juga mempunyai garis pantai yang sangat panjang. Potensi inilah yang harus bisa di kelola dengan baik sehingga semakin meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Jepara. Hal itulah yang disampaikan Ketua DPRD Haizul Ma’arif di dampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Zamroni Lestiaza dalam dialog Jaring Aspirasi Masyarakat (Jaringasmara) di Radio R-lisa Jepara, Selasa ( 19/07/2022).

Haizul Ma’arif mengatakan, potensi pariwisata dijepara sangat luar biasa. Potensi inilah yang harus kita bisa kelola dengan baik sehingga semakin meningkatkan jumlah wisatawan yang akan hadir di Jepara dan tentunya bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang terpenting juga dari pada pariwisata itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Jepara.

“DPRD tentu ingin mendorong bagaimana pariwisata di Kabupaten Jepara ini bisa semakin baik dalam hal pengelolaannya, sehingga dari situ jumlah wisatawan semakin naik dan PAD meningkat,” Kata Haizul.

Menurutnya, kalau kita melihat PAD yang kita terima selama 2 – 3 tahun ini memang mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid19. Dengan melihat potensi yang ada di Jepara seperti Karimunjawa, Pantai Kartini, Pantai Kartini, Benteng Portugis dan yang lain dengan PAD yang relatif masih kecil itu harus kita evaluasi bagaimana bisa meningkat untuk bisa memberikan kontribusi besar untuk Pemerintah Kabupaten Jepara.

Haizul Ma’arif menembahkan, Pemerintah mempunyai progam mendorong 24 Desa Wisata yang ada di Jepara, Desa tersebut bisa mendapatkan tambahan pendapatan melalui peningkatan menjemen potensi yang ada. tidak bisa dipandang sebelah mata, Desa Wisata yang ada di Jepara ini pendapatannya luar biasa dan pengunjungnya bisa melebihi yang di kelola oleh pemerintah.

Baca Juga :  Triwulan I, APBD Kabupaten Jepara Terserap 5,8 Persen

“Masyarakat harus bisa inovatif bagaimana bisa melihat potensi yang ada dikelola bisa jadi tempat yang menghasilkan, akhirnya tentu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Pemerintah harus hadir dan ikut andil bagaimana untuk mengatur regulasi pariwisata-pariwisata yang dikelola oleh non pemerintah ini agar meraka tetap menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan juga tetap mematuhi pertaturan yang ada, sehingga dalam pengelolaannya ini bisa memberikan kenyamanan bagi pengunjung khususnya. Tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Zamroni Lestiaza mengatakan, kalau dari sisi kesiapan masyarakat Jepara sudah siap menerima wisatawan, ini terbukti wisatawan ke Jepara juga cukup meingkat tajam. Dari target 2,1 juta wisatan yang datang kita ditahun 2019 kita suah mencapai 2,7 juta wisatawan kurang lebih 40 ribu di antaranya wisatawan asing. Dan ditahun 2022 data sampai bulan Juli sudah sampai 600 ribu wisatawan yang masuk Jepara.

“Harapannya seiring dengan normalnya kondisi ini, geliat pariwisata yang ada di Jepara dapat meningkat kembali,” Kata Zamroni.

Zamroni menambahkan, Saat ini sudah ada aplikasi yang namanya Jeparadise yang bisa di upload di Play Store HP Andorid masing-masing. Aplikasi tersebut berisi tentang potensi pariwisata, seni budaya, hotel bahkan tempat kuliner yang ada di Kabupaten Jepara. Harapannya aplikasi ini nanti bisa link dengan hotel dengan agen tiket untuk memudahkan wisatawan datang ke Jepara. (war/adv)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/