alexametrics
27.4 C
Kudus
Wednesday, June 8, 2022

DPRD Jepara Setujui Penetapan Tiga Ranperda Jadi Perda, Apa Saja?

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara menyetujui penetapan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Perda dalam rapat paripurna kemarin. Ketiganya merupakan ranperda yang semula diajukan eksekutif.

Meliputi Perda tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Petinggi; Perda tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jepara; dan Perda tentang Pengelolaan Tempat Pemakaman.

Dengan penetapan tiga perda ini, masih ada satu ranperda dari eksekutif yang belum ditetapkan, karena memerlukan tambahan waktu pembahasan. Yaitu Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jepara Tahun 2022 – 2042. “Pansus IV yang bertugas melakukan pembahasan, meminta perpanjangan waktu pembahasan. Hal tersebut karena Pansus IV masih memerlukan pendalaman lebih lanjut atas materi ranperda. Mengingat RTRW merupakan pondasi pembangunan jangka panjang,” ujar Ketua DPRD Jepara Haizul Ma`arif.

Baca Juga :  Merasa Dirugikan, Baru 8 Warga Laporkan Investasi Bodong di Jepara

Ada empat Pansus yang dibentuk untuk membahas empat Ranperda itu. Pansus I membahas Ranperda tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Petinggi. Pansus II dengan tugas membahas Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jepara. dan Pansus III yang bertugas membahas Ranperda tentang Pengelolaan Tempat Pemakaman.

Menyikapi itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi turut menyampaikan terima kasih atas penetapan tiga dari empat ranperda yang diusulkan eksekutif. Pihaknya juga mengapresiasi DPRD atas ranperda yang disetujui untuk ditetapkan.

Terkait Perda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Dian Kristiandi mengatakan, ada perubahan signifikan terhadap pembagian kewenangan urusan pemerintahan daerah yang berdampak pada pembentukan perangkat daerah. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara menyetujui penetapan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Perda dalam rapat paripurna kemarin. Ketiganya merupakan ranperda yang semula diajukan eksekutif.

Meliputi Perda tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Petinggi; Perda tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jepara; dan Perda tentang Pengelolaan Tempat Pemakaman.

Dengan penetapan tiga perda ini, masih ada satu ranperda dari eksekutif yang belum ditetapkan, karena memerlukan tambahan waktu pembahasan. Yaitu Ranperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Jepara Tahun 2022 – 2042. “Pansus IV yang bertugas melakukan pembahasan, meminta perpanjangan waktu pembahasan. Hal tersebut karena Pansus IV masih memerlukan pendalaman lebih lanjut atas materi ranperda. Mengingat RTRW merupakan pondasi pembangunan jangka panjang,” ujar Ketua DPRD Jepara Haizul Ma`arif.

Baca Juga :  Tim Cekatan Jepara Bubarkan Balap Liar di Dua Titik

Ada empat Pansus yang dibentuk untuk membahas empat Ranperda itu. Pansus I membahas Ranperda tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, dan Pemberhentian Petinggi. Pansus II dengan tugas membahas Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Jepara. dan Pansus III yang bertugas membahas Ranperda tentang Pengelolaan Tempat Pemakaman.

Menyikapi itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi turut menyampaikan terima kasih atas penetapan tiga dari empat ranperda yang diusulkan eksekutif. Pihaknya juga mengapresiasi DPRD atas ranperda yang disetujui untuk ditetapkan.

Terkait Perda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Dian Kristiandi mengatakan, ada perubahan signifikan terhadap pembagian kewenangan urusan pemerintahan daerah yang berdampak pada pembentukan perangkat daerah. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/