alexametrics
27 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Buron 3,5 Tahun, Tersangka Pengereyokan di SPBU Kriyan Jepara Ditangkap

JEPARA – Satu dari tiga pelaku pengereyokan di SPBU Kriyan, Kalinyamatan, 30 Juli 2018 lalu baru saja dibekuk polisi. Ia adalah MY, 46, warga Desa Muryolobo, Nalumsari. Dirinya sempat buron selama 3,5 tahun. Melarikan diri ke Malaysia.

Pelaku terlibat pengeroyokan terhadap AS, 30, warga Desa Kendengsidialit, Welahan, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain MY, masih ada dua tersangka lain yang masuk dalam daftar pencarian orang. Yakni YF, 40, dan MS, 31. Keduanya sama-sama warga Muryolobo, Nalumsari.

Kapolres Jepara AKBP Warsono menjelaskan kasus pengereyokan itu bermula dari YF yang merasa sakit hati dan cemburu dengan korban. Lantaran, diduga istri pelaku selingkuh dengan korban.


Sebelum terjadi aksi pengeroyokan 30 Juli 2018 itu, YF sempat mengecek handphone milik istrinya. Di situ ia mengetahui bahwa istrinya dengan korban berjanji untuk bertemu di SPBU Kriyan, Kalinyamatan. “Oleh karena itu tersangka berencana pamit ke istrinya. Seolah-olah berangkat ke Malaysia,” terang AKBP Warsono.

Ternyata YF tak berangkat ke Malaysia. Justru menginformasikan janji pertemuan antara istrinya dengan korban kepada MY dan MS. “Tujuannya untuk mengawasi penyelesaian masalah dengan korban di SPBU Kriyan, Kalinyamatan,” imbuh AKBP Warsono.

YF pun membuntuti istrinya ke tempat kejadian perkara di SPBU Kriyan, Kalinyamatan. Di sana sudah ada MS dan MY. Setiba di sana, YF langsung menemui korban dan terjadi cekcok antara keduanya. Hingga berujung aksi perkelahian. Melihat itu, MS dan MY segera menghampiri YF dan korban. Bukan melerai, keduanya turut ikut mengeroyok korban dengan tangan kosong. Namun, YF rupanya membawa celurit di motornya dan membacokkannya ke kepala AS.

Baca Juga :  Unisnu Jepara Kembali Gelar Wisuda Drive Thru

Setelah melakukan aksi itu, mereka bertiga melarikan diri. Sementara korban dibiarkan begitu saja. Korban sempat dibawa ke RSUD RA Kartini oleh warga untuk mendapatkan pertolongan. Namun setelah dua jam perawatan, nyawanya tak tertolong. “Sementara pelaku melarikan diri ke Malaysia semuanya,” tandasnya.

Proses penangkapan itu bermula dari informasi bahwa salah satu tersangka sudah ada di Indonesia akhir tahun lalu. Tim Resmob Polres Jepara segera menelusuri keberadaannya. Dari penelusuran itu, didapat informasi yang pulang adalah MY dan tengah menjalani karantina di Jakarta.

Kamis (13/1) MY berangkat ke Kudus dan menginap di salah satu home stay bersama keluarganya. Esok harinya, Jumat (14/1) sekitar pukul 09.00 MY berhasil dibekuk dan segera dibawa ke Mapolres Jepara.

Dari kejadian tersebut, polisi memintai keterangan delapan saksi. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu unit sepeda motor Honda Supra K-5037-FQ, sebuah handphone Asus hitam beserta SIM card-nya, satu unit Honda Vario 125 CC K-3574-ZQ, dan sebuah mobil Toyota Vios bernopol B-1935-ZEP.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenai Pasal 170 dan/atau Pasal 338 KUHP. Ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Satu dari tiga pelaku pengereyokan di SPBU Kriyan, Kalinyamatan, 30 Juli 2018 lalu baru saja dibekuk polisi. Ia adalah MY, 46, warga Desa Muryolobo, Nalumsari. Dirinya sempat buron selama 3,5 tahun. Melarikan diri ke Malaysia.

Pelaku terlibat pengeroyokan terhadap AS, 30, warga Desa Kendengsidialit, Welahan, hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Selain MY, masih ada dua tersangka lain yang masuk dalam daftar pencarian orang. Yakni YF, 40, dan MS, 31. Keduanya sama-sama warga Muryolobo, Nalumsari.

Kapolres Jepara AKBP Warsono menjelaskan kasus pengereyokan itu bermula dari YF yang merasa sakit hati dan cemburu dengan korban. Lantaran, diduga istri pelaku selingkuh dengan korban.

Sebelum terjadi aksi pengeroyokan 30 Juli 2018 itu, YF sempat mengecek handphone milik istrinya. Di situ ia mengetahui bahwa istrinya dengan korban berjanji untuk bertemu di SPBU Kriyan, Kalinyamatan. “Oleh karena itu tersangka berencana pamit ke istrinya. Seolah-olah berangkat ke Malaysia,” terang AKBP Warsono.

Ternyata YF tak berangkat ke Malaysia. Justru menginformasikan janji pertemuan antara istrinya dengan korban kepada MY dan MS. “Tujuannya untuk mengawasi penyelesaian masalah dengan korban di SPBU Kriyan, Kalinyamatan,” imbuh AKBP Warsono.

YF pun membuntuti istrinya ke tempat kejadian perkara di SPBU Kriyan, Kalinyamatan. Di sana sudah ada MS dan MY. Setiba di sana, YF langsung menemui korban dan terjadi cekcok antara keduanya. Hingga berujung aksi perkelahian. Melihat itu, MS dan MY segera menghampiri YF dan korban. Bukan melerai, keduanya turut ikut mengeroyok korban dengan tangan kosong. Namun, YF rupanya membawa celurit di motornya dan membacokkannya ke kepala AS.

Baca Juga :  KMDJ Bikin  SIM D Penyandang Disabilitas di Jepara

Setelah melakukan aksi itu, mereka bertiga melarikan diri. Sementara korban dibiarkan begitu saja. Korban sempat dibawa ke RSUD RA Kartini oleh warga untuk mendapatkan pertolongan. Namun setelah dua jam perawatan, nyawanya tak tertolong. “Sementara pelaku melarikan diri ke Malaysia semuanya,” tandasnya.

Proses penangkapan itu bermula dari informasi bahwa salah satu tersangka sudah ada di Indonesia akhir tahun lalu. Tim Resmob Polres Jepara segera menelusuri keberadaannya. Dari penelusuran itu, didapat informasi yang pulang adalah MY dan tengah menjalani karantina di Jakarta.

Kamis (13/1) MY berangkat ke Kudus dan menginap di salah satu home stay bersama keluarganya. Esok harinya, Jumat (14/1) sekitar pukul 09.00 MY berhasil dibekuk dan segera dibawa ke Mapolres Jepara.

Dari kejadian tersebut, polisi memintai keterangan delapan saksi. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu unit sepeda motor Honda Supra K-5037-FQ, sebuah handphone Asus hitam beserta SIM card-nya, satu unit Honda Vario 125 CC K-3574-ZQ, dan sebuah mobil Toyota Vios bernopol B-1935-ZEP.

Akibat perbuatannya itu, tersangka dikenai Pasal 170 dan/atau Pasal 338 KUHP. Ancaman hukumannya penjara paling lama 15 tahun. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/