alexametrics
30 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Bupati Jepara Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar apel kesiapsiagaan bencana jelang di Alun-Alun 1 Jepara kemarin. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi dan diikuti personel lintas sektor dan relawan.

Apel itu dalam rangka persiapan relawan tangguh agar tanggap terjadinya bencana. Sebab itu, selain kegiatan apel, sarana prasarana (sarpras) pendukung juga mulai disiapkan. ”Saat ini, potensi bencana alam menghadapi musim penghujan cukup tinggi. Potensi longsor dan puting beliung bisa terjadi di wilayah kita. Akhir-akhir ini, hujan lebat bisa datang kapan saja. Maka potensi titik-titik rawan longsor dan lain sebagainya perlu kewaspadaan dari kita semua,” kata Andi, sapaan akrab Bupati Jepara.

Badan Meteoroli, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksikan bulan November, Jepara memasuki musim penghujan. Puncaknya diperkirakan Januari 2022 dengan curah hujan lebih dari 500 mm per bulan.


Sesuai Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2020, Kabupaten Jepara masuk kategori daerah dengan risiko bencana tinggi. Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Jepara berada pada urutan ke-12. Sedangkan di tingkat nasional, Jepara berada pada ranking 218 dengan skor 148,77.

Selain skor tersebut, dari penilaian IRBI 2020, Jepara memiliki tujuh potensi ancaman bencana. Antara lain banjir, gelombang ekstrem, kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrem, dan kekeringan risiko tinggi. Dan juga gempa bumi dan tanah longsor dengan risiko sedang. Bahkan, sepanjang tahun 2021 sampai bulan ini tercatat ada 97 kejadian di Jepara.

Baca Juga :  Ngeri, Hasil Operasi Miras di Jepara Capai 6 Ribu botol

Sebab itu, antisipasi bencana alam harus dilakukan. Apalagi saat pergantian musim. Ada beberapa daerah yang menurutnya perlu kewaspadaan khusus. Terutama wilayah Jepara bagian selatan dan utara. Mulai dari Nalumsari, Kedung, Kembang, Keling, serta Donorojo. Sehingga dibutuhkan kesiapan dari para personil BPBD, TNI, Polri, serta relawan dalam menghadapi bencana di Jepara yang biasa terjadi saat musim hujan.

Menurut Andi sapaan akrabnya, potensi longsor sering terjadi di Desa Tempur. Dia berharap apel siap siaga bencana ini sekaligus menjadi forum komunikasi lintas elemen. Serta untuk mengetahui kondisi seluruh paralatan yang dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan.

Andi berpesan, apabila terdapat tanda-tanda dan potensi terjadinya bencana bisa dilaporkan ke RT, RW, petinggi, camat, polsek, BPBD, atau portal aduan masyarakat. Agar segera mendapat tindak lanjut. “Apel pagi ini sebagai sarana kolaborasi dan sinergitas semua elemen. Kemungkinan buruk yang tidak kita kehendaki sebagai akibat bencana dapat ditekan sedini mungkin,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jepara juga mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Jepara 2021-2024. Andi juga menerima bantuan trailer tangki air kepada Pemkab Jepara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga dilanjutkan penyerahan bantuan sosial rumah roboh kepada Supanto warga RT 1 RW 4 Kelurahan Bulu, dan penyerahan piagam penghargaan kepada PT BPR BKK Jepara (Perseroda) dan Gerakan Pramuka Kwarcab Jepara pemberi bantuan untuk bencana kekeringan di Jepara. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar apel kesiapsiagaan bencana jelang di Alun-Alun 1 Jepara kemarin. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jepara Dian Kristiandi dan diikuti personel lintas sektor dan relawan.

Apel itu dalam rangka persiapan relawan tangguh agar tanggap terjadinya bencana. Sebab itu, selain kegiatan apel, sarana prasarana (sarpras) pendukung juga mulai disiapkan. ”Saat ini, potensi bencana alam menghadapi musim penghujan cukup tinggi. Potensi longsor dan puting beliung bisa terjadi di wilayah kita. Akhir-akhir ini, hujan lebat bisa datang kapan saja. Maka potensi titik-titik rawan longsor dan lain sebagainya perlu kewaspadaan dari kita semua,” kata Andi, sapaan akrab Bupati Jepara.

Badan Meteoroli, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksikan bulan November, Jepara memasuki musim penghujan. Puncaknya diperkirakan Januari 2022 dengan curah hujan lebih dari 500 mm per bulan.

Sesuai Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2020, Kabupaten Jepara masuk kategori daerah dengan risiko bencana tinggi. Di tingkat Provinsi Jawa Tengah, Jepara berada pada urutan ke-12. Sedangkan di tingkat nasional, Jepara berada pada ranking 218 dengan skor 148,77.

Selain skor tersebut, dari penilaian IRBI 2020, Jepara memiliki tujuh potensi ancaman bencana. Antara lain banjir, gelombang ekstrem, kebakaran lahan dan hutan, cuaca ekstrem, dan kekeringan risiko tinggi. Dan juga gempa bumi dan tanah longsor dengan risiko sedang. Bahkan, sepanjang tahun 2021 sampai bulan ini tercatat ada 97 kejadian di Jepara.

Baca Juga :  Setahun Penerangan Jembatan Cinta di Jepara Rusak, Kapan Diperbaiki?

Sebab itu, antisipasi bencana alam harus dilakukan. Apalagi saat pergantian musim. Ada beberapa daerah yang menurutnya perlu kewaspadaan khusus. Terutama wilayah Jepara bagian selatan dan utara. Mulai dari Nalumsari, Kedung, Kembang, Keling, serta Donorojo. Sehingga dibutuhkan kesiapan dari para personil BPBD, TNI, Polri, serta relawan dalam menghadapi bencana di Jepara yang biasa terjadi saat musim hujan.

Menurut Andi sapaan akrabnya, potensi longsor sering terjadi di Desa Tempur. Dia berharap apel siap siaga bencana ini sekaligus menjadi forum komunikasi lintas elemen. Serta untuk mengetahui kondisi seluruh paralatan yang dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan.

Andi berpesan, apabila terdapat tanda-tanda dan potensi terjadinya bencana bisa dilaporkan ke RT, RW, petinggi, camat, polsek, BPBD, atau portal aduan masyarakat. Agar segera mendapat tindak lanjut. “Apel pagi ini sebagai sarana kolaborasi dan sinergitas semua elemen. Kemungkinan buruk yang tidak kita kehendaki sebagai akibat bencana dapat ditekan sedini mungkin,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Jepara juga mengukuhkan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Jepara 2021-2024. Andi juga menerima bantuan trailer tangki air kepada Pemkab Jepara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga dilanjutkan penyerahan bantuan sosial rumah roboh kepada Supanto warga RT 1 RW 4 Kelurahan Bulu, dan penyerahan piagam penghargaan kepada PT BPR BKK Jepara (Perseroda) dan Gerakan Pramuka Kwarcab Jepara pemberi bantuan untuk bencana kekeringan di Jepara. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/