alexametrics
31.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Unisnu Jepara Kirim 18 Delegasi Program Pertukaran Mahasiswa

JEPARA – Sebanyak 18 mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara lolos seleksi Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMMDN) 2021. Selain mengirim mahasiswa ke universitas lain di luar pulau Jawa, Unisnu Jepara juga mengirim tiga mahasiswanya ke luar negeri dan menerima sebelas mahasiswa dari luar pulau Jawa.

Pertukaran mahasiswa itu merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Pelepasan dan penyambutan program pertukaran mahasiswa berlangsung di ruang seminar pascasarjana Unisnu Jepara kemarin. Berlangsung secara hybrid, pelepasan dan penyambutan juga disiarkan secara online melalui kanal YouTube Unisnu Jepara Channel. Hadir secara luring 18 mahasiswa outbond (ke luar Unisnu), tujuh mahasiswa inbound (masuk Unisnu), dan tiga mahasiswa Unisnu yang mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assaidi berharap para peserta bisa memanfaatkan program ini dengan baik dan hidup berdampingan dengan baik. “Semua peserta akan mendapatkan pengalaman dan ilmu yang baru. Mudah-mudahan dengan adanya program pertukaran mahasiswa ini, para peserta bisa mendapatkan ilmu, pengalaman yang baik, dan relasi yang baik. Pengalaman itu sangat berguna dan bermanfaat dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat ke depannyam,” ujarnya,


Ia juga memberikan apresiasi yang besar kepada seluruh peserta pertukaran mahasiswa. Menurutnya, peserta yang ikut program tersebut sudah memiliki esensi “pinunjul”. Atau yang memiliki arti  kelebihan dalam hal ini keberanian.

“Berani melangkah, belajar ke luar pulau dan luar negeri. Keberanian ini merupakan mutiara dalam diri kita, menjadi penerang dalam langkah kita,” pesannya.

Unisnu Jepara  meloloskan 18 mahasiwanya mengikuti program pertukaran mahasiswa itu berkesempatan belajar ke Universitas Bung Hatta Sumatera Barat, Universitas Labuhan Batu Sumatra Utara, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, STKIP PGRI Sumatra Barat, Universitas Bengkulu, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, serta Universitas Bandar Lampung. Kemudia Universitas Andalas, STMIK Kaputama Binjai, Universitas Sriwijaya, Universitas Bung Hatta Sumatera Barat, Universitas Prima Indonesia Medan, Universitas Lampung, Universitas Bangka Belitung, Universitas Internasional Batam, Universitas PGRI Palembang, dan Universitas Muhammadiyah Pringsewu lampung.

Baca Juga :  Pemkab Jepara Kesulitan Kejar Target PAD Wisata

Sementara tiga mahasiswa Unisnu Jepara yang mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional, yakni satu orang ke Universiti Brunei Darussalam, dan dua mahasiswa ke Universitas Teknologi MARA Malaysia (UiTM).

Tidak hanya mengirim mahasiswanya ke luar, Unisnu Jepara Juga menerima sebelas mahasiswa dari delapan universitas luar jawa, yakni  Universitas Pendidikan Ganesha, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Cipta Dharma, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Banjarmasin, Universitas Nusa Cendana, Universitas Tanjungpura, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Kepala Kantor Layanan Internasional Unisnu Jepara yang juga menjadi Ketua pelaksana program PMMDN dan International Credit Transfer (ICT) 2021, Murharsito menyampaikan Unisnu Jepara berupaya menyukseskan Kampus Merdeka melalui program dan kegiatan untuk dosen dan mahasiswa. “Di antaranya adalah pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri yang Alhamdulillah pada tahun ini mendapatkan fasilitasi dari kementerian pendikdikan dan kebudayaan melalui program PMMDN dan ICT,” katanya.

Sementara itu, Maria Yuliana Dasilva, mahasiswi asal Universitas Nusa Cendana, Kupang mengungkapkan alasannya mengikuti program itu karena ingin bisa kuliah di luar pulau Timor. “Menambah wawasan dan pengalaman dari berbagai daerah. Karena dalam program ini banyak teman yang saya kenal dari luar pulau,” ujar mahasiswi yang akan mengikuti kuliah secara luring selama satu semester di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Unisnu Jepara itu.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Sebanyak 18 mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara lolos seleksi Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri (PMMDN) 2021. Selain mengirim mahasiswa ke universitas lain di luar pulau Jawa, Unisnu Jepara juga mengirim tiga mahasiswanya ke luar negeri dan menerima sebelas mahasiswa dari luar pulau Jawa.

Pertukaran mahasiswa itu merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Pelepasan dan penyambutan program pertukaran mahasiswa berlangsung di ruang seminar pascasarjana Unisnu Jepara kemarin. Berlangsung secara hybrid, pelepasan dan penyambutan juga disiarkan secara online melalui kanal YouTube Unisnu Jepara Channel. Hadir secara luring 18 mahasiswa outbond (ke luar Unisnu), tujuh mahasiswa inbound (masuk Unisnu), dan tiga mahasiswa Unisnu yang mengikuti program pertukaran mahasiswa ke luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara Sa’dullah Assaidi berharap para peserta bisa memanfaatkan program ini dengan baik dan hidup berdampingan dengan baik. “Semua peserta akan mendapatkan pengalaman dan ilmu yang baru. Mudah-mudahan dengan adanya program pertukaran mahasiswa ini, para peserta bisa mendapatkan ilmu, pengalaman yang baik, dan relasi yang baik. Pengalaman itu sangat berguna dan bermanfaat dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat ke depannyam,” ujarnya,

Ia juga memberikan apresiasi yang besar kepada seluruh peserta pertukaran mahasiswa. Menurutnya, peserta yang ikut program tersebut sudah memiliki esensi “pinunjul”. Atau yang memiliki arti  kelebihan dalam hal ini keberanian.

“Berani melangkah, belajar ke luar pulau dan luar negeri. Keberanian ini merupakan mutiara dalam diri kita, menjadi penerang dalam langkah kita,” pesannya.

Unisnu Jepara  meloloskan 18 mahasiwanya mengikuti program pertukaran mahasiswa itu berkesempatan belajar ke Universitas Bung Hatta Sumatera Barat, Universitas Labuhan Batu Sumatra Utara, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, STKIP PGRI Sumatra Barat, Universitas Bengkulu, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, serta Universitas Bandar Lampung. Kemudia Universitas Andalas, STMIK Kaputama Binjai, Universitas Sriwijaya, Universitas Bung Hatta Sumatera Barat, Universitas Prima Indonesia Medan, Universitas Lampung, Universitas Bangka Belitung, Universitas Internasional Batam, Universitas PGRI Palembang, dan Universitas Muhammadiyah Pringsewu lampung.

Baca Juga :  Okupansi Hotel di Jepara Meningkat 40 Persen, Ini Sebabnya

Sementara tiga mahasiswa Unisnu Jepara yang mengikuti program pertukaran mahasiswa internasional, yakni satu orang ke Universiti Brunei Darussalam, dan dua mahasiswa ke Universitas Teknologi MARA Malaysia (UiTM).

Tidak hanya mengirim mahasiswanya ke luar, Unisnu Jepara Juga menerima sebelas mahasiswa dari delapan universitas luar jawa, yakni  Universitas Pendidikan Ganesha, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Widya Cipta Dharma, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Banjarmasin, Universitas Nusa Cendana, Universitas Tanjungpura, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Kepala Kantor Layanan Internasional Unisnu Jepara yang juga menjadi Ketua pelaksana program PMMDN dan International Credit Transfer (ICT) 2021, Murharsito menyampaikan Unisnu Jepara berupaya menyukseskan Kampus Merdeka melalui program dan kegiatan untuk dosen dan mahasiswa. “Di antaranya adalah pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri yang Alhamdulillah pada tahun ini mendapatkan fasilitasi dari kementerian pendikdikan dan kebudayaan melalui program PMMDN dan ICT,” katanya.

Sementara itu, Maria Yuliana Dasilva, mahasiswi asal Universitas Nusa Cendana, Kupang mengungkapkan alasannya mengikuti program itu karena ingin bisa kuliah di luar pulau Timor. “Menambah wawasan dan pengalaman dari berbagai daerah. Karena dalam program ini banyak teman yang saya kenal dari luar pulau,” ujar mahasiswi yang akan mengikuti kuliah secara luring selama satu semester di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Unisnu Jepara itu.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/