alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Lampu Tenaga Surya di Jepara Dibiarkan Rusak, 75 Persen Tak Berfungsi

JEPARA – Kabupaten Jepara memiliki lampu penerangan jalan umum (LPJU) dua jenis. Berupa tenaga surya (TS) dan listrik. Untuk LPJU TS, jumlahnya sekitar 854 unit. Hanya saja saat ini yang berfungsi tak lebih dari sekitar 25 persen. Pasalnya biaya perawatan untuk LPJU tersebut mahal.

Satu unit saja, biaya perawatannya ditaksir sekitar Rp 7 hingga Rp 8 juta. Sementara untuk baterainya harganya mencapai Rp 15 juta. ”PJU yang ada di Jepara sebagian merupakan bantuan. Mulai dari Kementerian, DPR, hingga pemerintah pusat. Setelah itu asetnya diserahkan ke kami,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Trisno Santosa kemarin.

Dengan banyaknya LPJU TS yang mati, pihaknya sementara ini tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya biaya perawatannya cukup mahal. Sementara, anggaran yang diberikan untuk perawatan LPJU di Jepara jumlahnya terbatas. Yakni Rp 188 juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara tahun 2022.

Baca Juga :  AKD DPRD Jepara Dirombak, Pembahasannya sempat Alami Deadlock Sejam

Dengan anggaran yang ada tersebut, perawatan LPJU di Jepara saat ini difokuskan untuk LPJU bertenaga listrik. Biaya perawatannya pun bila dihitung, harga komponen tiap LPJU sekitar Rp 1,5 juta. Sehingga total anggaran itu hanya cukup untuk 150 titik.

Padahal, kondisi LPJU di Jepara saat ini hanya 1.461 unit yang kondisinya baik. Sementara yang kondisinya sedang sekitar 3.556 unit. Dan rusak ada 3.287 unit.

Menyikapi anggaran minim itu, pihaknya akan melakukan penghematan. Selain itu, Dishub Jepara juga memiliki tenaga teknis yang bertugas mengecek tiap LPJU. Sebagai penunjang perawatan, Dishub juga mendapat tambahan kendaraan baru. Sehingga saat ini ada dua kendaraan perawatan LPJU milik Dishub Jepara. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kabupaten Jepara memiliki lampu penerangan jalan umum (LPJU) dua jenis. Berupa tenaga surya (TS) dan listrik. Untuk LPJU TS, jumlahnya sekitar 854 unit. Hanya saja saat ini yang berfungsi tak lebih dari sekitar 25 persen. Pasalnya biaya perawatan untuk LPJU tersebut mahal.

Satu unit saja, biaya perawatannya ditaksir sekitar Rp 7 hingga Rp 8 juta. Sementara untuk baterainya harganya mencapai Rp 15 juta. ”PJU yang ada di Jepara sebagian merupakan bantuan. Mulai dari Kementerian, DPR, hingga pemerintah pusat. Setelah itu asetnya diserahkan ke kami,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Trisno Santosa kemarin.

Dengan banyaknya LPJU TS yang mati, pihaknya sementara ini tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya biaya perawatannya cukup mahal. Sementara, anggaran yang diberikan untuk perawatan LPJU di Jepara jumlahnya terbatas. Yakni Rp 188 juta bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara tahun 2022.

Baca Juga :  Pemkab Jepara Nilai Ada Ketidaksinkronan Data Pemetaan RTRW dengan BPN

Dengan anggaran yang ada tersebut, perawatan LPJU di Jepara saat ini difokuskan untuk LPJU bertenaga listrik. Biaya perawatannya pun bila dihitung, harga komponen tiap LPJU sekitar Rp 1,5 juta. Sehingga total anggaran itu hanya cukup untuk 150 titik.

Padahal, kondisi LPJU di Jepara saat ini hanya 1.461 unit yang kondisinya baik. Sementara yang kondisinya sedang sekitar 3.556 unit. Dan rusak ada 3.287 unit.

Menyikapi anggaran minim itu, pihaknya akan melakukan penghematan. Selain itu, Dishub Jepara juga memiliki tenaga teknis yang bertugas mengecek tiap LPJU. Sebagai penunjang perawatan, Dishub juga mendapat tambahan kendaraan baru. Sehingga saat ini ada dua kendaraan perawatan LPJU milik Dishub Jepara. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/