alexametrics
28.5 C
Kudus
Tuesday, August 9, 2022

Banyak Jalan di Kabupaten Jepara Minim Drainase, Ini Tanggapan Dinas PUPR

JEPARA – Di Jepara, banyak jalan yang belum disertai drainase. Padahal, perannya penting salah satunya berperan untuk mengurangi genangan air di jalan.

Kurangnya ketersediaan drainase jalan juga diterangkan oleh Ary Bachtiar, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara. Ary mengaku, saat ini belum banyak bangunan drainase permanen.

Meski begitu, Ary menambahkan, bicara soal drainase tidak mesti permanen. “Galian tanah juga bisa disebut drainase,” jelas Ary.


Drainase jalan berfungsi untuk mengurangi genangan. Di permukaan jalan. Saat hujan deras, air tidak menggenang begitu saja di jalan namun bisa tersalurkan di tempat yang seharusnya.

Meski tidak bisa maksimal, pihaknya tahun ini akan membangun banyak drainase. Ini juga diutarakan oleh Teguh, kepala bidang Bina Marga pada DPUPR Jepara.

Baca Juga :  Pondok Wisata Tegalsambi Jepara Tawarkan Paket Wisata Tarik Minat Pengunjung

Drainase jalan akan dibangun di antaranya saluran drainase pembuang Tambaksari – Tanah Abang, Jalan Poros Mulyoharjo-Bulungan, pembangunan drainase dan pelebaran jalan Poros Bawu – Ngasem, pembangunan jalan poros Ngasem—Ngabul, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, untuk pembangunan saluran drainase ada termasuk di Jalan Manyargading – Guwosobokerto, jalan Senenan-Tahunan, Petekeyan-Platar 4, dan lainnya.

Anggaran berasal dari APBD Jepara. Nominalnya pun berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing jalan. Dari data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), anggaran tersebut beragam seperti Rp 190 juta–Rp 200 juta. (nib/zen)

 

JEPARA – Di Jepara, banyak jalan yang belum disertai drainase. Padahal, perannya penting salah satunya berperan untuk mengurangi genangan air di jalan.

Kurangnya ketersediaan drainase jalan juga diterangkan oleh Ary Bachtiar, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara. Ary mengaku, saat ini belum banyak bangunan drainase permanen.

Meski begitu, Ary menambahkan, bicara soal drainase tidak mesti permanen. “Galian tanah juga bisa disebut drainase,” jelas Ary.

Drainase jalan berfungsi untuk mengurangi genangan. Di permukaan jalan. Saat hujan deras, air tidak menggenang begitu saja di jalan namun bisa tersalurkan di tempat yang seharusnya.

Meski tidak bisa maksimal, pihaknya tahun ini akan membangun banyak drainase. Ini juga diutarakan oleh Teguh, kepala bidang Bina Marga pada DPUPR Jepara.

Baca Juga :  Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Mas Gilang: Jadikan Perbedaan sebagai Penguat Kebersamaan

Drainase jalan akan dibangun di antaranya saluran drainase pembuang Tambaksari – Tanah Abang, Jalan Poros Mulyoharjo-Bulungan, pembangunan drainase dan pelebaran jalan Poros Bawu – Ngasem, pembangunan jalan poros Ngasem—Ngabul, dan masih banyak lagi.

Sementara itu, untuk pembangunan saluran drainase ada termasuk di Jalan Manyargading – Guwosobokerto, jalan Senenan-Tahunan, Petekeyan-Platar 4, dan lainnya.

Anggaran berasal dari APBD Jepara. Nominalnya pun berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing jalan. Dari data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), anggaran tersebut beragam seperti Rp 190 juta–Rp 200 juta. (nib/zen)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/