alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Ternyata, Ini Toh Biang Kerok Banjir di Desa Clering Jepara

JEPARA – Desa Clering, Kecamatan Donorojo, baru saja diterpa banjir Minggu (16/1) lalu. Banjir itu disebabkan curah hujan tinggi yang mengakibatkan Sungai Ngasem yang melewati desa itu meluap karena tanggulnya turut jebol. Setelah ditelusuri, jebolnya tanggul itu akibat ketebalannya menipis.

Semestinya, tanggul tersebut lebarnya sekitar lima meter. Namun, hanya tersisa dua meter saja. ”Tanggulnya semakin menipis. Untuk memperluas sawah. Sehingga tanggulnya jebol. Dan sawah semakin dalam. Sehingga tanggul semakin terlihat tinggi dan tipis,” terang Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Pengairan Agus Priyadi.

Dari pantauan di lapangan, tanggul yang membendung Sungai Ngasem tersebut jebol di tiga titik. Lokasi sungai tersebut di sebelah timur Gunung Putih. Masing-masing titik yang jebol lebarnya bervariasi. Mulai dua meter hingga lebih dari tiga meter. Sementara di sisi luar tanggul sebagian besar merupakan lahan persawahan milik warga.


Setelah banjir surut, Senin (17/1) lalu pihak DPUPR, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, dan perangkat desa telah mengecek kondisi tanggul yang jebol tersebut. Rencananya, mereka bakal bersinergi untuk memperbaiki tanggul yang jebol tersebut. ”Penanganannya secepatnya. Nanti koordinasi dengan desa,” tandas Agus.

Baca Juga :  Keluarga-Sekolah Bertemu, Perundungan Siswa di Jepara Berakhir Damai

Sementara itu Kepala Desa Clering Ahmad Nasuri mengaku sebelum terjadi banjir pihaknya telah memperbaiki tanggul Sungai Ngasem yang berada di sebelah Dukuh Pasokan. ”Ada dua titik yang diperbaiki. Namun yang jebol beralih. Bukan yang diperbaiki kemarin,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan banjir sempat merendam pemukiman di Desa Clering Minggu (16/1) karena ada tiga titik tanggul Sungai Ngasem jebol. Akibatnya, ada sekitar sekitar 769 jiwa di lima RT terdampak. Air pertama kali merendam rumah warga saat subuh sekitar pukul 05.00. Dan surut total sekitar pukul 19.00. Selain merendam pemukiman, banjir juga sempat merendam kawasan tambak seluas 50 hektare. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Desa Clering, Kecamatan Donorojo, baru saja diterpa banjir Minggu (16/1) lalu. Banjir itu disebabkan curah hujan tinggi yang mengakibatkan Sungai Ngasem yang melewati desa itu meluap karena tanggulnya turut jebol. Setelah ditelusuri, jebolnya tanggul itu akibat ketebalannya menipis.

Semestinya, tanggul tersebut lebarnya sekitar lima meter. Namun, hanya tersisa dua meter saja. ”Tanggulnya semakin menipis. Untuk memperluas sawah. Sehingga tanggulnya jebol. Dan sawah semakin dalam. Sehingga tanggul semakin terlihat tinggi dan tipis,” terang Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara Ary Bachtiar melalui Kabid Pengairan Agus Priyadi.

Dari pantauan di lapangan, tanggul yang membendung Sungai Ngasem tersebut jebol di tiga titik. Lokasi sungai tersebut di sebelah timur Gunung Putih. Masing-masing titik yang jebol lebarnya bervariasi. Mulai dua meter hingga lebih dari tiga meter. Sementara di sisi luar tanggul sebagian besar merupakan lahan persawahan milik warga.

Setelah banjir surut, Senin (17/1) lalu pihak DPUPR, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juwana, dan perangkat desa telah mengecek kondisi tanggul yang jebol tersebut. Rencananya, mereka bakal bersinergi untuk memperbaiki tanggul yang jebol tersebut. ”Penanganannya secepatnya. Nanti koordinasi dengan desa,” tandas Agus.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin, Sebuah Rumah di Jepara Ambruk

Sementara itu Kepala Desa Clering Ahmad Nasuri mengaku sebelum terjadi banjir pihaknya telah memperbaiki tanggul Sungai Ngasem yang berada di sebelah Dukuh Pasokan. ”Ada dua titik yang diperbaiki. Namun yang jebol beralih. Bukan yang diperbaiki kemarin,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan banjir sempat merendam pemukiman di Desa Clering Minggu (16/1) karena ada tiga titik tanggul Sungai Ngasem jebol. Akibatnya, ada sekitar sekitar 769 jiwa di lima RT terdampak. Air pertama kali merendam rumah warga saat subuh sekitar pukul 05.00. Dan surut total sekitar pukul 19.00. Selain merendam pemukiman, banjir juga sempat merendam kawasan tambak seluas 50 hektare. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/