alexametrics
29.8 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Sempat Kabur, Tersangka Investasi Bodong di Jepara Akhirnya Ditahan

JEPARA – Polres Jepara berhasil meringkus YN, 20, gadis asal Kecamatan Mlonggo, Jepara, tersangka kasus investasi bodong belum lama ini. Sebelum menyerahkan diri, ia sempat kabur ke luar kota. Polres Jepara sementara menahannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, dirinya terancam hukuman empat tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan YN, gadis asal Desa Jambu, Mlonggo, menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Para korban sempat mendatangi rumah YN hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) lalu. Namun saat itu YN dan keluarganya tidak ada di rumah.

Dari hasil pemeriksaan oleh kepolisian, diketahui selama tidak di Jepara YN tinggal di rumah pengacaranya di Pati. Sementara, proses penangkapannya bermula dari pemanggilan YN sebagai saksi.


”Panggilan pertama tidak datang. Kemudian kami kirimkan panggilan kedua, yang bersangkutan datang didampingi pengacara. Setelah kami periksa sebagai saksi, YN kami tetapkan sebagai tersangka dan dilanjutkan pemeriksaan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Jepara AKBP Warsono dalam jumpa pers kemarin (17/11).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, YN langsung ditahan di Polres Jepara. Dengan alasan subjektif, objektif, juga pertimbangan keselamatan tersangka.

Selama penyelidikan, ada 16 saksi yang dimintai keterangan. Terdiri dari empat reseller, dan 12 orang sebagai korban dan juga anggota reseller. Diperkirakan jumlah korbannya mencapai 200 orang. Total kerugiannya ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Dirinya menerangkan modus YN dalam menjalankan aksinya dengan menawarkan investasi uang melalui unggahan status Whatsapp. Dengan janji keuntungan dari uang investasi yang diberikan dalam waktu tertentu. Sekitar empat hari hingga 13 hari. Keuntungannya Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.

Baca Juga :  Internet Byar Pet, Asesmen Nasional Dua SMP di Jepara Ditunda

”Namun kami mencari saksi yang bersentuhan langsung dengan tersangka dan kami juga mengambil sample saksi atau korban yang menjadi anggota dari reseller tersangka. Masing-masing reseller memiliki pengikut atau anggota. Peran reseller sebagai penerus pesan dari tersangka yang mendapat keuntungan dari tersangka 10 persen hingga 50 persen,” papar AKBP Warsono.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui YN telah menjalankan investasi bodong itu sejak awal tahun ini. Namun, masuk bulan kedua perputaran uang mulai macet.

AKBP Warsono menambahkan kasus investasi bodong di Jepara tersebut tidak ada hubungannya dengan yang terjadi di daerah lain. ”Jadi ini memang ini sudah direncanakan dan akan dikembangkan di Jepara,” terangnya.

Selain menetapkan YN sebagai tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barak bukti. Terdiri dari 13 lembar struk bukti transfer Bank BRI, sebuah ponsel merk Oppo Reno2 F (milik tersangka), nomor hp 089652480090 dan 085869332209 (milik tersangka), sebuah memory card, dua buku rekening Bank BRI dan satu buku rekening Bank BCA, 163 lembar rekening koran, 25 lembar screen shoot chat dan status Whatsapp, serta tiga buku rekening penampung milik tersangka. Akibat tindakannya itu, YN dikenai Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya 4 Tahun Penjara.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Polres Jepara berhasil meringkus YN, 20, gadis asal Kecamatan Mlonggo, Jepara, tersangka kasus investasi bodong belum lama ini. Sebelum menyerahkan diri, ia sempat kabur ke luar kota. Polres Jepara sementara menahannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, dirinya terancam hukuman empat tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan YN, gadis asal Desa Jambu, Mlonggo, menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Para korban sempat mendatangi rumah YN hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) lalu. Namun saat itu YN dan keluarganya tidak ada di rumah.

Dari hasil pemeriksaan oleh kepolisian, diketahui selama tidak di Jepara YN tinggal di rumah pengacaranya di Pati. Sementara, proses penangkapannya bermula dari pemanggilan YN sebagai saksi.

”Panggilan pertama tidak datang. Kemudian kami kirimkan panggilan kedua, yang bersangkutan datang didampingi pengacara. Setelah kami periksa sebagai saksi, YN kami tetapkan sebagai tersangka dan dilanjutkan pemeriksaan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Jepara AKBP Warsono dalam jumpa pers kemarin (17/11).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, YN langsung ditahan di Polres Jepara. Dengan alasan subjektif, objektif, juga pertimbangan keselamatan tersangka.

Selama penyelidikan, ada 16 saksi yang dimintai keterangan. Terdiri dari empat reseller, dan 12 orang sebagai korban dan juga anggota reseller. Diperkirakan jumlah korbannya mencapai 200 orang. Total kerugiannya ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Dirinya menerangkan modus YN dalam menjalankan aksinya dengan menawarkan investasi uang melalui unggahan status Whatsapp. Dengan janji keuntungan dari uang investasi yang diberikan dalam waktu tertentu. Sekitar empat hari hingga 13 hari. Keuntungannya Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Jepara Usulkan Perda Miras Perlu Ditinjau Ulang, Ini Alasannya

”Namun kami mencari saksi yang bersentuhan langsung dengan tersangka dan kami juga mengambil sample saksi atau korban yang menjadi anggota dari reseller tersangka. Masing-masing reseller memiliki pengikut atau anggota. Peran reseller sebagai penerus pesan dari tersangka yang mendapat keuntungan dari tersangka 10 persen hingga 50 persen,” papar AKBP Warsono.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui YN telah menjalankan investasi bodong itu sejak awal tahun ini. Namun, masuk bulan kedua perputaran uang mulai macet.

AKBP Warsono menambahkan kasus investasi bodong di Jepara tersebut tidak ada hubungannya dengan yang terjadi di daerah lain. ”Jadi ini memang ini sudah direncanakan dan akan dikembangkan di Jepara,” terangnya.

Selain menetapkan YN sebagai tersangka, polisi juga mengamankan beberapa barak bukti. Terdiri dari 13 lembar struk bukti transfer Bank BRI, sebuah ponsel merk Oppo Reno2 F (milik tersangka), nomor hp 089652480090 dan 085869332209 (milik tersangka), sebuah memory card, dua buku rekening Bank BRI dan satu buku rekening Bank BCA, 163 lembar rekening koran, 25 lembar screen shoot chat dan status Whatsapp, serta tiga buku rekening penampung milik tersangka. Akibat tindakannya itu, YN dikenai Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP. Ancaman hukumannya 4 Tahun Penjara.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/