alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Terserap 62 Persen, Penanganan Covid-19 di Jepara Terealisasi Rp 46 M

JEPARA – Anggaran penanganan Covid-19 melalui pos balanja operasional dan belanja tak terduga (BTT) Kabupaten Jepara telah terealisasi sekitar Rp 46 miliar dari total anggaran Rp 74 miliar. Atau setara 62 persen.

Anggaran tersebut dibagi menjadi tiga plot. Di antaranya belanja kesehatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), program informasi dan komunikasi publik melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan belanja kesehatan di 13 perangkat daerah melalui BTT.

Dinkes Jepara mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41 miliar. Terserap Rp 34,9 miliar. Sementara Diskominfo Jepara mendapat alokasi Rp 473 juta. Terserap Rp 235 juta. Sedangkan  alokasi dari BTT sebesar Rp 32,2 miliar. Terserap Rp 10,8 miliar.


Sejauh ini anggaran untuk Dinkes terserap untuk beragam kegiatan. Mulai dari program pemenuhan kesehatan masyarakat, vaksinasi, hingga pemberian intensif bagi tenaga kesehatan (nakes). Anggaran yang disiapkan untuk pemberian intensif sebesar Rp 29,5 miliar. Sudah terserap Rp 28,5 miliar. Atau sekitar 96,72 persen.

Baca Juga :  KKN Unisnu Jepara Dampingi Mitra UMKM Branding Usaha Donat

Sementara untuk BTT, anggarannya saat ini sudah terserap Rp 10,8 miliar dari jumlah anggaran Rp 32,2 miliar. ”Laporan dari tiap perangkat dinas dikumpulkan tiap akhir bulan. Dan dilaporkan setiap tanggal 7. Itu data realisasi hingga 31 Agustus,” terang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Ronji.

Ia menegaskan anggaran untuk penanganan Covid-19 di Jepara hasil refocusing itu belum bisa dikatakan sisa. Karena saat ini prosesnya masih berjalan. Pihaknya berharap anggaran itu cukup hingga akhir tahun ini. Melihat situasi pandemi Covid-19 di Jepara yang saat ini mulai melandai. “Realisasi belanjanya sesuai kebutuhan,” ujar Ronji.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Anggaran penanganan Covid-19 melalui pos balanja operasional dan belanja tak terduga (BTT) Kabupaten Jepara telah terealisasi sekitar Rp 46 miliar dari total anggaran Rp 74 miliar. Atau setara 62 persen.

Anggaran tersebut dibagi menjadi tiga plot. Di antaranya belanja kesehatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), program informasi dan komunikasi publik melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) dan belanja kesehatan di 13 perangkat daerah melalui BTT.

Dinkes Jepara mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 41 miliar. Terserap Rp 34,9 miliar. Sementara Diskominfo Jepara mendapat alokasi Rp 473 juta. Terserap Rp 235 juta. Sedangkan  alokasi dari BTT sebesar Rp 32,2 miliar. Terserap Rp 10,8 miliar.

Sejauh ini anggaran untuk Dinkes terserap untuk beragam kegiatan. Mulai dari program pemenuhan kesehatan masyarakat, vaksinasi, hingga pemberian intensif bagi tenaga kesehatan (nakes). Anggaran yang disiapkan untuk pemberian intensif sebesar Rp 29,5 miliar. Sudah terserap Rp 28,5 miliar. Atau sekitar 96,72 persen.

Baca Juga :  MWC NU Mlonggo Jepara Beri Bantuan ABK Terlantar

Sementara untuk BTT, anggarannya saat ini sudah terserap Rp 10,8 miliar dari jumlah anggaran Rp 32,2 miliar. ”Laporan dari tiap perangkat dinas dikumpulkan tiap akhir bulan. Dan dilaporkan setiap tanggal 7. Itu data realisasi hingga 31 Agustus,” terang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jepara Ronji.

Ia menegaskan anggaran untuk penanganan Covid-19 di Jepara hasil refocusing itu belum bisa dikatakan sisa. Karena saat ini prosesnya masih berjalan. Pihaknya berharap anggaran itu cukup hingga akhir tahun ini. Melihat situasi pandemi Covid-19 di Jepara yang saat ini mulai melandai. “Realisasi belanjanya sesuai kebutuhan,” ujar Ronji.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/