alexametrics
30.5 C
Kudus
Tuesday, June 14, 2022

Bupati Jepara: Simakrama Wujud Kerukunan dan Toleransi

JEPARA – Simakrama atau silaturahmi dengan umat Hindu di Desa Plajan, Pakis Aji berlangsung lancar kemarin. Meski hanya singgah sebentar, kami merasa senang dengan digelarnya acara ini. Menjadi bukti bahwa Jepara memiliki desa yang sangat menjaga kerukunan antaragama.

Desa Plajan, Pakis Aji merupakan salah satu desa yang terpilih menjadi Kampung Pancasila. Selain karena harmonisasi antarumat beragama, Desa Plajan sampai saat ini hidup rukun dan damai.

Saya mengagumi anak-anak Plajan yang berani menjadi sinden dalam acara ini. Bagi saya, mereka berani. Selain itu, anak-anak sinden mendukung lestarinya budaya kita. Tidak banyak yang bisa menjadi sinden. Apalagi sinden harus berbahasa Jawa yang khusus.


Saya berpesan kepada warga Plajan dan Jepara secara umum untuk selalu menjaga kerukunan. Kerukunan yang ada selama ini adalah modal untuk masa depan. Saya meminta kepada warga untuk saling menjaga kerukunan itu. Misalnya, seperti umat Hindu sedang merayakan hari rayanya, umat muslim mendukung. Ini merupakan bukti toleransi yang ada di sekitar kita. Perlu untuk terus kita tumbuhkembangkan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Jepara Edukasi Pelajar Tertib Lalu Lintas

Kerukunan yang terus kita jaga itu secara otomatis artinya negara ini mewujudkan salah satu amanat undang-undang. Seperti kebebasan untuk memilih agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saya yakin kita semua tidak menginginkan perpecahan. Karenanya, penting untuk membangun kesadaran. Sikap waspada, dan saling pengertian antarpemeluk agama di lingkungan kita. Serta tetap menjaga persatuan sebagai satu bangsa dan satu tanah air.

Di Plajan kemarin, saya juga meminta maaf kepada warga. Utamanya umat Hindu. Kemarin, adalah hari keempat sebelum saya purna tugas. Sebelum saya selesai menjadi bupati pada 22 Mei. Saya meminta maaf kepada warga sekalian atas segala kesalahan saya.  (*/war)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Simakrama atau silaturahmi dengan umat Hindu di Desa Plajan, Pakis Aji berlangsung lancar kemarin. Meski hanya singgah sebentar, kami merasa senang dengan digelarnya acara ini. Menjadi bukti bahwa Jepara memiliki desa yang sangat menjaga kerukunan antaragama.

Desa Plajan, Pakis Aji merupakan salah satu desa yang terpilih menjadi Kampung Pancasila. Selain karena harmonisasi antarumat beragama, Desa Plajan sampai saat ini hidup rukun dan damai.

Saya mengagumi anak-anak Plajan yang berani menjadi sinden dalam acara ini. Bagi saya, mereka berani. Selain itu, anak-anak sinden mendukung lestarinya budaya kita. Tidak banyak yang bisa menjadi sinden. Apalagi sinden harus berbahasa Jawa yang khusus.

Saya berpesan kepada warga Plajan dan Jepara secara umum untuk selalu menjaga kerukunan. Kerukunan yang ada selama ini adalah modal untuk masa depan. Saya meminta kepada warga untuk saling menjaga kerukunan itu. Misalnya, seperti umat Hindu sedang merayakan hari rayanya, umat muslim mendukung. Ini merupakan bukti toleransi yang ada di sekitar kita. Perlu untuk terus kita tumbuhkembangkan.

Baca Juga :  Jepara Episentrum Narkotika, Bentuk BNN Kabupaten

Kerukunan yang terus kita jaga itu secara otomatis artinya negara ini mewujudkan salah satu amanat undang-undang. Seperti kebebasan untuk memilih agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Saya yakin kita semua tidak menginginkan perpecahan. Karenanya, penting untuk membangun kesadaran. Sikap waspada, dan saling pengertian antarpemeluk agama di lingkungan kita. Serta tetap menjaga persatuan sebagai satu bangsa dan satu tanah air.

Di Plajan kemarin, saya juga meminta maaf kepada warga. Utamanya umat Hindu. Kemarin, adalah hari keempat sebelum saya purna tugas. Sebelum saya selesai menjadi bupati pada 22 Mei. Saya meminta maaf kepada warga sekalian atas segala kesalahan saya.  (*/war)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/