alexametrics
23.8 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Pemkab Jepara Ajukan Keringanan Target Investasi

JEPARA – Tahun ini rencananya, investasi yang masuk di Jepara ditarget meningkat 30 persen dibanding tahun kemarin. Yakni dari Rp 6 triliun menjadi Rp 6,2 triliun. Namun, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara mengaku keberatan. Sehingga mengajukan keringanan target.

Rencananya diturunkan jadi Rp 4 triliun. Surat pengajuannya telah dikirimkan ke DPMPTSP Provinsi Jateng akhir bulan lalu. Kepala DPMPTSP Jepara Hery Yulianto melalui Kabid Penanaman Modal M. Zainul Arifin, mengungkap saat ini nilai investasi yang realistis di angka tersebut.

Pasalnya, salah satu penyumbang investasi terbesar di Jepara salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). ”Tahun-tahun sebelumnya masih berupa invasi. Sementara perkiraan mulai tahun ini operasional,” terangnya.


Meski begitu, Jepara juga menarik minat investor lain yang berjalan di bidang energi terbarukan. Perusahaan energi PT Solarian Energi Alam. Perusahaan tersebut tertarik berinvestasi untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya Jepara. ”Jepara ini masih cukup seksi. Tahun kemarin jumlah nilai investasi meningkat drastis dari tahun 2020. Jadi cukup besar sekali,” ungkap Arifin.

Baca Juga :  Ratusan Rumah di Ujungbatu dan Jobokuto Jepara Terendam Air Rob

Sementara itu Vice Presiden PT Solarian Energi Alam James Lie menambahkan, pihaknya memilih Jepara karena prospeknya bagus. Pasalnya di kawasan Jepara sinar mataharinya melimpah. Di mana sinar matahari itu jadi sumber energinya. Di samping itu, banyak perusahan besar yang berinvestasi di jepara. ”Jepara prospeknya bagus. Apalagi perusahaan industri besar mulai tertarik berinvestasi di sini,” terangnya.

James Lie juga berasumsi, bahwa menggunakan energi baru terbarukan akan membantu lingkungan hidup dan mengurangi karbon. Dia beranggapan energi ini akan lebih hemat dari energi listrik 15 hingga 20 persen.

Awalnya, PT. Solarion tertarik mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Karimunjawa. Itu untuk membantu pemerintah dalam efisiensi biaya, yang selama ini mendapat subsidi dari pemerintah dalam bidang listrik. Namun karena masih ada kendala dalam perizinan dan wilayah, pihaknya menjajaki Jepara kota dan sekitarnya. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Tahun ini rencananya, investasi yang masuk di Jepara ditarget meningkat 30 persen dibanding tahun kemarin. Yakni dari Rp 6 triliun menjadi Rp 6,2 triliun. Namun, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) Jepara mengaku keberatan. Sehingga mengajukan keringanan target.

Rencananya diturunkan jadi Rp 4 triliun. Surat pengajuannya telah dikirimkan ke DPMPTSP Provinsi Jateng akhir bulan lalu. Kepala DPMPTSP Jepara Hery Yulianto melalui Kabid Penanaman Modal M. Zainul Arifin, mengungkap saat ini nilai investasi yang realistis di angka tersebut.

Pasalnya, salah satu penyumbang investasi terbesar di Jepara salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). ”Tahun-tahun sebelumnya masih berupa invasi. Sementara perkiraan mulai tahun ini operasional,” terangnya.

Meski begitu, Jepara juga menarik minat investor lain yang berjalan di bidang energi terbarukan. Perusahaan energi PT Solarian Energi Alam. Perusahaan tersebut tertarik berinvestasi untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya Jepara. ”Jepara ini masih cukup seksi. Tahun kemarin jumlah nilai investasi meningkat drastis dari tahun 2020. Jadi cukup besar sekali,” ungkap Arifin.

Baca Juga :  Terserap 62 Persen, Penanganan Covid-19 di Jepara Terealisasi Rp 46 M

Sementara itu Vice Presiden PT Solarian Energi Alam James Lie menambahkan, pihaknya memilih Jepara karena prospeknya bagus. Pasalnya di kawasan Jepara sinar mataharinya melimpah. Di mana sinar matahari itu jadi sumber energinya. Di samping itu, banyak perusahan besar yang berinvestasi di jepara. ”Jepara prospeknya bagus. Apalagi perusahaan industri besar mulai tertarik berinvestasi di sini,” terangnya.

James Lie juga berasumsi, bahwa menggunakan energi baru terbarukan akan membantu lingkungan hidup dan mengurangi karbon. Dia beranggapan energi ini akan lebih hemat dari energi listrik 15 hingga 20 persen.

Awalnya, PT. Solarion tertarik mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Karimunjawa. Itu untuk membantu pemerintah dalam efisiensi biaya, yang selama ini mendapat subsidi dari pemerintah dalam bidang listrik. Namun karena masih ada kendala dalam perizinan dan wilayah, pihaknya menjajaki Jepara kota dan sekitarnya. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/