alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Melihat Dua Lantai Flat Pulodarat Jepara yang Masih Kosong Penghuni

JEPARA – Dari tiga lantai dengan total 44 hunian yang ada di flat atau rumah susun sewa (rusunawa) Pulodarat, Pecangaan, saat ini okupansi penghuninya baru ada di lantai dasar. Itu pun saat ini tersisa tiga unit yang belum terisi dari 12 unit yang ada di lantai tersebut.

Di lantai itu, ada sepuluh unit hunian umum dan dua unit hunian untuk difabel. Hunian difabel hanya boleh untuk penghuni dengan penyandang disabilitas. Meski begitu, Kepala UPT Rusunawa dan Rusus pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Jepara Nur Rohmad menegaskan satu unit hunian umum telah ada yang memesan. Kemungkinan, mulai dihuni bulan depan.

Dengan begitu satu lantai flat itu telah terisi. Akhir tahun lalu, dirinya menarget pengisian flat tersebut mencapai 30 persen di awal tahun. ”Kalau target saya, sesuai,” terangnya.


Hanya saja, ada penambahan penghuni baru dimulai awal bulan depan. Dan bisa fokus untuk pengisian lantai dua. ”Setiap bulan, tanggal 1 hingga tanggal 10, saya kejar untuk promosi,” tegas Nur Rohmad.

Baca Juga :  Sinergitas PLN UIK TJB dan Sadifa Jepara Raih Penghargaan

Sejauh ini aset flat tersebut masih milik Pemerintah Pusat dan masih dalam masa pemeliharaan setahun. Masa pemeliharaan tersebut rencananya berakhir Juli mendatang. Kabupaten Jepara meminjamnya untuk bisa difungsikan lebih awal. Itu agar bisa mengetahui kerusakan-kerusakan atau kekurangan flat tersebut. Sehingga, hal itu bisa segera tertangani.

Bangunan Flat Pulodarat memiliki luas lahan sekitar 7.400 meter persegi. Di dalam masing-masing hunian ada dua kamar tidur, satu kamar mandi. Ada pula dapur dan ruang tamunya.

Para penghuni juga disediakan fasilitas perabotan lengkap. Mulai dari tempat tidur hingga lemari. Tiap hunian dapat aliran listrik berkekuatan 1.300 VA. Syarat menjadi penghuni di Rusunawa Pulodarat adalah penduduk Jepara yang telah berkeluarga dengan penghasilan maksimalnya Rp 2,5 juta. Dan yang utama pendaftar belum memiliki rumah. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Dari tiga lantai dengan total 44 hunian yang ada di flat atau rumah susun sewa (rusunawa) Pulodarat, Pecangaan, saat ini okupansi penghuninya baru ada di lantai dasar. Itu pun saat ini tersisa tiga unit yang belum terisi dari 12 unit yang ada di lantai tersebut.

Di lantai itu, ada sepuluh unit hunian umum dan dua unit hunian untuk difabel. Hunian difabel hanya boleh untuk penghuni dengan penyandang disabilitas. Meski begitu, Kepala UPT Rusunawa dan Rusus pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Jepara Nur Rohmad menegaskan satu unit hunian umum telah ada yang memesan. Kemungkinan, mulai dihuni bulan depan.

Dengan begitu satu lantai flat itu telah terisi. Akhir tahun lalu, dirinya menarget pengisian flat tersebut mencapai 30 persen di awal tahun. ”Kalau target saya, sesuai,” terangnya.

Hanya saja, ada penambahan penghuni baru dimulai awal bulan depan. Dan bisa fokus untuk pengisian lantai dua. ”Setiap bulan, tanggal 1 hingga tanggal 10, saya kejar untuk promosi,” tegas Nur Rohmad.

Baca Juga :  Kronologi Pemotor Tewas Terlindas Truk di Tahunan Jepara, Saksi: Korban Hendak ke KUA

Sejauh ini aset flat tersebut masih milik Pemerintah Pusat dan masih dalam masa pemeliharaan setahun. Masa pemeliharaan tersebut rencananya berakhir Juli mendatang. Kabupaten Jepara meminjamnya untuk bisa difungsikan lebih awal. Itu agar bisa mengetahui kerusakan-kerusakan atau kekurangan flat tersebut. Sehingga, hal itu bisa segera tertangani.

Bangunan Flat Pulodarat memiliki luas lahan sekitar 7.400 meter persegi. Di dalam masing-masing hunian ada dua kamar tidur, satu kamar mandi. Ada pula dapur dan ruang tamunya.

Para penghuni juga disediakan fasilitas perabotan lengkap. Mulai dari tempat tidur hingga lemari. Tiap hunian dapat aliran listrik berkekuatan 1.300 VA. Syarat menjadi penghuni di Rusunawa Pulodarat adalah penduduk Jepara yang telah berkeluarga dengan penghasilan maksimalnya Rp 2,5 juta. Dan yang utama pendaftar belum memiliki rumah. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/