alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

8 Desa di Jepara Dikucur Rp 200 Juta untuk Pengembangan Wisata, Mana Saja?

JEPARA – Tahun ini sebanyak delapan desa di Jepara mendapat anggaran Rp 200 juta untuk kegiatan pengembangan wisata desa. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara 2022.

Delapan desa tersebut mendapatkan bantuan tersebut melalui usulan yang disampaikan dalam Pagu Indikatif Kecamatan (PIK). ”Bantuan itu diusulkan oleh masing-masing desa dalam agenda Musrenbang 2021. Usulan tersebut pasti menetas. Dengan tujuan merangsang usulan prioritas dari masing-masing desa,” terang kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza melalui Kasi Pengembangan Infrastuktur dan Daya Tarik Wisata M. Agus Widyatmika.

Nantinya, yang bertanggung jawab mengerjakan adalah dinas terkait. Tergantung dari usulannya. Masing-masing desa dikucur Rp 200 juta. Tahun lalu ada delapan desa yang mengusulkan untuk kegiatan pengembangan wisata. Yakni Desa Bungu, Mayong; Lebak, Pakis Aji; Troso, Pecangaan; Semat, Tahunan; Sendang, Kalinyamatan; Tanjung, Pakisaji; dan Tegalsambi, Tahunan.

Baca Juga :  RKPD Jepara 2023 Prioritaskan Pembangunan SDM

Pengembangan wisatanya diserahkan desa. Dinas hanya bertugas melengkapi kebutuhan yang dimintakan oleh pihak desa. Agus menerangkan lewat PIK, semua usulan yang disampaikan desa pasti teralisasi. Namun yang diusulkan beragam. “Bila usulannya tentang wisata, yang mengerjakan nanti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, atau kalau jalan penunjang pariwisata, nanti yang mengerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,” tandas Agus. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Tahun ini sebanyak delapan desa di Jepara mendapat anggaran Rp 200 juta untuk kegiatan pengembangan wisata desa. Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara 2022.

Delapan desa tersebut mendapatkan bantuan tersebut melalui usulan yang disampaikan dalam Pagu Indikatif Kecamatan (PIK). ”Bantuan itu diusulkan oleh masing-masing desa dalam agenda Musrenbang 2021. Usulan tersebut pasti menetas. Dengan tujuan merangsang usulan prioritas dari masing-masing desa,” terang kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Zamroni Lestiaza melalui Kasi Pengembangan Infrastuktur dan Daya Tarik Wisata M. Agus Widyatmika.

Nantinya, yang bertanggung jawab mengerjakan adalah dinas terkait. Tergantung dari usulannya. Masing-masing desa dikucur Rp 200 juta. Tahun lalu ada delapan desa yang mengusulkan untuk kegiatan pengembangan wisata. Yakni Desa Bungu, Mayong; Lebak, Pakis Aji; Troso, Pecangaan; Semat, Tahunan; Sendang, Kalinyamatan; Tanjung, Pakisaji; dan Tegalsambi, Tahunan.

Baca Juga :  Penyaluran BPNT di Jepara Dialihkan Tunai, Apa Pertimbangannya?

Pengembangan wisatanya diserahkan desa. Dinas hanya bertugas melengkapi kebutuhan yang dimintakan oleh pihak desa. Agus menerangkan lewat PIK, semua usulan yang disampaikan desa pasti teralisasi. Namun yang diusulkan beragam. “Bila usulannya tentang wisata, yang mengerjakan nanti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, atau kalau jalan penunjang pariwisata, nanti yang mengerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang,” tandas Agus. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/