alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, July 30, 2022

Usai Digerebek, Gudang Gas Elpiji Ilegal di Jepara Berhenti Beroperasi

JEPARA – Gudang elpiji yang belum lama ini digrebek Polres, Kodim, bersama warga telah disegel. Kemarin berhenti beroperasi dan pelaku dikenakan wajib lapor.

Dari pantauan wartawan koran ini, gudang tersebut berlokasi jauh dari jalan yang ramai dilewati warga. Gudang berada di perbatasan Desa Langon dan Desa/Kecamatan Tahunan. Untuk menuju ke sana, jalannya tidak mulus. Aspal tidak rata dan berlubang. Titik gudang berada di dalam kebun. Tidak mudah dijangkau, meski masih di dalam area permukiman warga.

Ketika berada di lokasi gudang, wartawan melihat garis kuning polisi terpasang di gerbang. Gudang itu tertutup dan tidak bisa diakses, kecuali oleh pihak berwenang. Gudang memiliki dinding setinggi sekitar 2,5 meter dan gerbang berwarna hitam dengan lebar 4 meter dan tinggi 3 meter. Dinding yang mengelilingi masih tampak baru. Di depan gerbang, terdapat joglo kayu yang sudah tidak ada penjaganya.


Ketika wartawan melihat ke dalam lewat lubang kecil di gerbang, tampak banyak ayam di dalam gudang. Di situ juga ada dua truk dan mobil matic. Mobil matic dengan plat K 9225 EL itu, berwarna merah.

Gudang tersebut berukuran sekitar 400 meter persegi. Nah, masih tampak tabung gas ukuran tiga kilo tersusun rapi.

TERTUTUP: Gudang gas elpiji ilegal yang menyimpan 500 tabung gas tanpa izin tidak ada tanda-tanda kegiatan di dalamnya. (NIBROS HASSANI/RADAR KUDUS)

Soal pelaku, Kasatreskrim Fachrur Rozi menyampaikan, pihaknya mewajibkan lapor dua kali sepekan. Pelaku dengan inisial H itu, dinilai kooperatif. ”Saat datang ke lokasi, pelaku memang mau menunjukkan kepada kami isi gudang. Pelaku juga mengiyakan alias mau lapor setiap minggu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Alasan Data Berubah, Sembako 2021 di Jepara Baru Tersalurkan

Bila yang terjadi sebaliknya, Polres akan mencari pelaku. ”Semisal tidak lapor ya nanti tanggung jawab kami untuk cari (pelaku) sampai ketemu,” jelasnya.

Terkait dugaan oplosan gas, pihaknya justru tidak menemukan alat pengoplos. ”Di TKP (tempat kejadian perkara) kami tidak menemukan alat suntik dan pengoplos (gas),” imbuhnya.

Dugaan oplosan itu, berdasarkan keterangan pelaku, karena tabung gas yang dijual bocor. Saat ada pembeli, isinya tidak penuh.

Warga sekitar mengungkapkan keluhan terkait keberadaan gudang gas tersebut. Salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya mengungkapkan, dia pernah membeli di gudang gas itu. Namun, gas yang dibeli cepat habis. ”Pernah itu gasnya setengah saja (isinya). Padahal harganya juga lebih mahal. Kami beli di rumahnya (pelaku) dipersulit. Ketika kami dengar dia (pelaku) ditangkap, ya kami lega. Karena merugikan masyarakat juga,” ungkapnya.

Warga itu mengaku, di masyarakat pelaku tidak banyak bersosialisasi dengan warga. ”Saya asli sini, tapi nggak pernah disapa sama dia (pelaku),” imbuhnya. (nib/lin)

JEPARA – Gudang elpiji yang belum lama ini digrebek Polres, Kodim, bersama warga telah disegel. Kemarin berhenti beroperasi dan pelaku dikenakan wajib lapor.

Dari pantauan wartawan koran ini, gudang tersebut berlokasi jauh dari jalan yang ramai dilewati warga. Gudang berada di perbatasan Desa Langon dan Desa/Kecamatan Tahunan. Untuk menuju ke sana, jalannya tidak mulus. Aspal tidak rata dan berlubang. Titik gudang berada di dalam kebun. Tidak mudah dijangkau, meski masih di dalam area permukiman warga.

Ketika berada di lokasi gudang, wartawan melihat garis kuning polisi terpasang di gerbang. Gudang itu tertutup dan tidak bisa diakses, kecuali oleh pihak berwenang. Gudang memiliki dinding setinggi sekitar 2,5 meter dan gerbang berwarna hitam dengan lebar 4 meter dan tinggi 3 meter. Dinding yang mengelilingi masih tampak baru. Di depan gerbang, terdapat joglo kayu yang sudah tidak ada penjaganya.

Ketika wartawan melihat ke dalam lewat lubang kecil di gerbang, tampak banyak ayam di dalam gudang. Di situ juga ada dua truk dan mobil matic. Mobil matic dengan plat K 9225 EL itu, berwarna merah.

Gudang tersebut berukuran sekitar 400 meter persegi. Nah, masih tampak tabung gas ukuran tiga kilo tersusun rapi.

TERTUTUP: Gudang gas elpiji ilegal yang menyimpan 500 tabung gas tanpa izin tidak ada tanda-tanda kegiatan di dalamnya. (NIBROS HASSANI/RADAR KUDUS)

Soal pelaku, Kasatreskrim Fachrur Rozi menyampaikan, pihaknya mewajibkan lapor dua kali sepekan. Pelaku dengan inisial H itu, dinilai kooperatif. ”Saat datang ke lokasi, pelaku memang mau menunjukkan kepada kami isi gudang. Pelaku juga mengiyakan alias mau lapor setiap minggu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Banprov Rumah Tak Layak Huni di Jepara Masih Abu-Abu

Bila yang terjadi sebaliknya, Polres akan mencari pelaku. ”Semisal tidak lapor ya nanti tanggung jawab kami untuk cari (pelaku) sampai ketemu,” jelasnya.

Terkait dugaan oplosan gas, pihaknya justru tidak menemukan alat pengoplos. ”Di TKP (tempat kejadian perkara) kami tidak menemukan alat suntik dan pengoplos (gas),” imbuhnya.

Dugaan oplosan itu, berdasarkan keterangan pelaku, karena tabung gas yang dijual bocor. Saat ada pembeli, isinya tidak penuh.

Warga sekitar mengungkapkan keluhan terkait keberadaan gudang gas tersebut. Salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya mengungkapkan, dia pernah membeli di gudang gas itu. Namun, gas yang dibeli cepat habis. ”Pernah itu gasnya setengah saja (isinya). Padahal harganya juga lebih mahal. Kami beli di rumahnya (pelaku) dipersulit. Ketika kami dengar dia (pelaku) ditangkap, ya kami lega. Karena merugikan masyarakat juga,” ungkapnya.

Warga itu mengaku, di masyarakat pelaku tidak banyak bersosialisasi dengan warga. ”Saya asli sini, tapi nggak pernah disapa sama dia (pelaku),” imbuhnya. (nib/lin)


Most Read

Artikel Terbaru

/