alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Kawasan Pesisir Jepara Kembali Diterjang Banjir Rob

JEPARA – Banjir yang disebabkan air laut pasang kembali mengancam kawasan pesisir Kabupaten Jepara kemarin. Salah satunya ada di Kelurahan Jobokuto, Jepara Kota. Beruntung, genangan air tak sampai masuk ke pemukiman penduduk. Dan hanya menggenangi jalanan kampung.

Di Jobokuto itu, ada lima RT terdampak. Meliputi RT 7/RW2, RT 10/RW 3, RT 11/RW 3, RT 13/RW 4, dan RT 14/RW 4. Dari pantauan di lapangan kemarin, ketinggian air sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Meski kawasan pemukiman mereka terendam, warga pun tetap beraktivitas seperti biasa.

Dari keterangan Siti Khoriyah, 45, warga Kelurahan Jobokuto, air laut mulai naik ke daratan setiap pagi hari. ”Ini sudah beberapa hari. Air mulai naik sekitar pukul 07.00. Surutnya tidak menentu. Airnya keluar dari lubang-lubang saluran air yang terhubung ke laut,” ungkapnya kemarin.


Sementara itu Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan banjir rob kali ini disebabkan angin yang berhembus konsisten dengan kecepatan tinggi hingga 36 kilometer per jam di Laut Jawa. Mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang mencapai 2 meter.

Baca Juga :  Pansus I DPRD Jepara Kebut Ranperda Pencalonan Petinggi

Sehingga, tinggi muka air laut meningkat dan berpotensi menyebabkan banjir pesisir. Bersamaan dengan itu, adanya fenomena super full moon atau fase bulan purnama. ”Juga bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi pada tanggal 14 Juni,” paparnya kemarin.

Maka, ancaman rob tersebut diprediksi berlangsung hingga 18 Juni mendatang. Untuk itu, pihaknya pun berupaya untuk menyebarkan kabar ancaman rob tersebut melalui camat-camat Kabupaten Jepara. ”Agar daerah yang potensi terdampak, warganya mengantisipasi. Barang-barang berharga agar disimpan di tempat tinggi. Terjadwal mulai hari ini (kemarin, Red) pukul 10.00, TRC BPBD Jepara bergerak untuk monitoring. Jika ada kejadian luar biasa terdeteksi lebih dini,” tegas Arwin. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Banjir yang disebabkan air laut pasang kembali mengancam kawasan pesisir Kabupaten Jepara kemarin. Salah satunya ada di Kelurahan Jobokuto, Jepara Kota. Beruntung, genangan air tak sampai masuk ke pemukiman penduduk. Dan hanya menggenangi jalanan kampung.

Di Jobokuto itu, ada lima RT terdampak. Meliputi RT 7/RW2, RT 10/RW 3, RT 11/RW 3, RT 13/RW 4, dan RT 14/RW 4. Dari pantauan di lapangan kemarin, ketinggian air sekitar 5 hingga 10 sentimeter. Meski kawasan pemukiman mereka terendam, warga pun tetap beraktivitas seperti biasa.

Dari keterangan Siti Khoriyah, 45, warga Kelurahan Jobokuto, air laut mulai naik ke daratan setiap pagi hari. ”Ini sudah beberapa hari. Air mulai naik sekitar pukul 07.00. Surutnya tidak menentu. Airnya keluar dari lubang-lubang saluran air yang terhubung ke laut,” ungkapnya kemarin.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto menjelaskan banjir rob kali ini disebabkan angin yang berhembus konsisten dengan kecepatan tinggi hingga 36 kilometer per jam di Laut Jawa. Mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang mencapai 2 meter.

Baca Juga :  Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Jepara Lakukan Aksi Mogok Jualan

Sehingga, tinggi muka air laut meningkat dan berpotensi menyebabkan banjir pesisir. Bersamaan dengan itu, adanya fenomena super full moon atau fase bulan purnama. ”Juga bersamaan dengan fase pasang air laut tertinggi pada tanggal 14 Juni,” paparnya kemarin.

Maka, ancaman rob tersebut diprediksi berlangsung hingga 18 Juni mendatang. Untuk itu, pihaknya pun berupaya untuk menyebarkan kabar ancaman rob tersebut melalui camat-camat Kabupaten Jepara. ”Agar daerah yang potensi terdampak, warganya mengantisipasi. Barang-barang berharga agar disimpan di tempat tinggi. Terjadwal mulai hari ini (kemarin, Red) pukul 10.00, TRC BPBD Jepara bergerak untuk monitoring. Jika ada kejadian luar biasa terdeteksi lebih dini,” tegas Arwin. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/