alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Digelar Sederhana, Perayaan Waisak di Jepara Berlangsung Khidmat

JEPARA – Perayaan Waisak di Desa Tanjung, Pakis Aji, Jepara berlangsung lancar. Lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Tanpa dibatasi pengunjung. Ada sekitar 350 umat Buddha ikut merayakan detik-detik Waisak.

Kaspari, kepala Vihara Virya Manggala mengaku telah mendapat kelonggaran dibandingkan tahun lalu. ”Sudah turun level pembatasannya. Tidak ditentukan maksimal pengunjung, jadi tahun ini lebih ramai,” kata Kaspari.

Di viharanya, ada sekitar 100 umat Buddha yang datang untuk merayakan Waisak. ”Kalau di vihara atas (vihara Muryantoro) ada lebih banyak, sekitar 250,” imbuhnya.


Ia juga menceritakan, untuk perayaan Waisak kali ini warga Jepara juga ada yang ke Borobudur. ”Ada juga yang ke candi Sewu. Khusus untuk Majelis Budhayana Indonesia,” imbuh Kaspari.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, 300 Penumpang Tertahan di Karimunjawa
MENYALAKAN LILIN: Kepala Vihara Vihara Virya Manggala menyalakan lilin Panca Warna sebelum memulai acara peringatan hari suci waisak, kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

Ia juga mengandaikan, bila sudah aman dari pandemi pihaknya akan mengadakan acara yang lebih ramai. Seperti rangkaian kegiatan yang lebih beragam. ”Mungkin ada lari karung, lari kelereng buat anak-anak,” katanya.

Tak jauh dari vihara Virya Manggala, tampak perayaan juga terlaksana di vihara Muryantoro, Dukuh Gronggong di desa yang sama.

Perayaan detik detik waisak tampak khusyuk. Paset, kepala vihara Muryantoro dalam khutbahnya bercerita mengenai perjalanan Siddharta Gautama. Ia berpesan, “Kita semua dituntu untuk selalu berbuat baik. Maka hari ini, di bulan yang penuh berkah ini, kita mohon kepada Buddha kita agar mendapat berkah yang baik,” kata Paset. (nib/zen)

JEPARA – Perayaan Waisak di Desa Tanjung, Pakis Aji, Jepara berlangsung lancar. Lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Tanpa dibatasi pengunjung. Ada sekitar 350 umat Buddha ikut merayakan detik-detik Waisak.

Kaspari, kepala Vihara Virya Manggala mengaku telah mendapat kelonggaran dibandingkan tahun lalu. ”Sudah turun level pembatasannya. Tidak ditentukan maksimal pengunjung, jadi tahun ini lebih ramai,” kata Kaspari.

Di viharanya, ada sekitar 100 umat Buddha yang datang untuk merayakan Waisak. ”Kalau di vihara atas (vihara Muryantoro) ada lebih banyak, sekitar 250,” imbuhnya.

Ia juga menceritakan, untuk perayaan Waisak kali ini warga Jepara juga ada yang ke Borobudur. ”Ada juga yang ke candi Sewu. Khusus untuk Majelis Budhayana Indonesia,” imbuh Kaspari.

Baca Juga :  Bupati Andi Hadiri Kongres Jaringan Kota Pusaka Indonesia
MENYALAKAN LILIN: Kepala Vihara Vihara Virya Manggala menyalakan lilin Panca Warna sebelum memulai acara peringatan hari suci waisak, kemarin. (NIBROS HASSANI/JAWA POS RADAR KUDUS)

Ia juga mengandaikan, bila sudah aman dari pandemi pihaknya akan mengadakan acara yang lebih ramai. Seperti rangkaian kegiatan yang lebih beragam. ”Mungkin ada lari karung, lari kelereng buat anak-anak,” katanya.

Tak jauh dari vihara Virya Manggala, tampak perayaan juga terlaksana di vihara Muryantoro, Dukuh Gronggong di desa yang sama.

Perayaan detik detik waisak tampak khusyuk. Paset, kepala vihara Muryantoro dalam khutbahnya bercerita mengenai perjalanan Siddharta Gautama. Ia berpesan, “Kita semua dituntu untuk selalu berbuat baik. Maka hari ini, di bulan yang penuh berkah ini, kita mohon kepada Buddha kita agar mendapat berkah yang baik,” kata Paset. (nib/zen)

Most Read

Artikel Terbaru

/