alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Dapur Outlet Makanan Cepat Saji di Jepara Hangus, 2 Orang Alami Luka Bakar

JEPARA – Api melalap sebagain perabotan dapur di salah satu outlet makanan cepat saji di Desa Senenan, Tahunan, kemarin. Dua orang mengalami luka bakar akibat kebakaran itu. Diduga api bersumber dari gas yang bocor.

Vinka, pegawai toko tersebut mengatakan dirinya tak menyangka kebakaran itu terjadi. Saat itu pihaknya sedang melayani dua pelanggan yang mau memesan makanan. Dirinya yang berdiri di meja kasir sontak kaget melihat api dari dapur. “Apalagi waktu itu angin lagi kencang,” jelasnya sambil terbata-bata.

Saat itu sekitar pukul 10.00. Baru buka outlet sejam sebelum kejadian. Karena gas habis, seperti biasa toko memesan gas untuk memasak. “Saya kira gasnya langsung meledak, ternyata bocor. Ngobos, itu sampai pintu kamar mandi,” jelasnya sambil menunjuk arah kamar mandi.


Dari pantauan wartawan di lokasi, ruangan yang terbakar masih terasa panas. Ada juga genangan air di area pelanggan makan. Tampak dua pelanggan masih ada di tempat. Mereka tidak jadi makan karena kejadian kebakaran.

Baca Juga :  Breakwater di Pelabuhan Pantai Kartini Jepara Rampung Dibangun

Kebakaran berlangsung cepat. Api melahap sebagian perlengkapan dapur dan kamar mandi toko. Tampak atap kamar mandi gosong. Sebagian ruangan kamar mandi bagian atas juga hangus.

Kedua korban luka merupakan satu staf cooker dan satu pedagang gas yang membantu memasangkan gas elpiji tersebut. Saat ini sedang mendapat perawatan di RSUD RA Kartini. “Kakinya terbakar,” kata Vinka.

Pihaknya sempat menggunakan alat pemadam api yang tersedia namun tidak bisa memadamkan api. Sehingga ia langsung memanggil pemadam kebakaran. “Sudah bertahun-tahun alat itu tidak digunakan,” jelas Vinka.

Nadjamuddin Eka, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Jepara akrab dipanggil Andi menyayangkan pihak toko yang tidak menyediakan alat pemadam api ringan yang berfungsi aktif. “Ada tapi tidak bisa digunakan ini kan menjadi masalah,” kata Andi.

Ia mengimbau kepada seluruh toko maupun perusahaan untuk terus meningkatkan kewaspadaan ini. Juga untuk melengkapi fasilitas semisal terjadi kebakaran. “Bahaya kan ini lokasinya juga berdempetan dengan toko lain,” keluh Andi. (nib/war)

JEPARA – Api melalap sebagain perabotan dapur di salah satu outlet makanan cepat saji di Desa Senenan, Tahunan, kemarin. Dua orang mengalami luka bakar akibat kebakaran itu. Diduga api bersumber dari gas yang bocor.

Vinka, pegawai toko tersebut mengatakan dirinya tak menyangka kebakaran itu terjadi. Saat itu pihaknya sedang melayani dua pelanggan yang mau memesan makanan. Dirinya yang berdiri di meja kasir sontak kaget melihat api dari dapur. “Apalagi waktu itu angin lagi kencang,” jelasnya sambil terbata-bata.

Saat itu sekitar pukul 10.00. Baru buka outlet sejam sebelum kejadian. Karena gas habis, seperti biasa toko memesan gas untuk memasak. “Saya kira gasnya langsung meledak, ternyata bocor. Ngobos, itu sampai pintu kamar mandi,” jelasnya sambil menunjuk arah kamar mandi.

Dari pantauan wartawan di lokasi, ruangan yang terbakar masih terasa panas. Ada juga genangan air di area pelanggan makan. Tampak dua pelanggan masih ada di tempat. Mereka tidak jadi makan karena kejadian kebakaran.

Baca Juga :  Istimewa! Warga Karimunjawa Dapat Pelayanan Terintegrasi

Kebakaran berlangsung cepat. Api melahap sebagian perlengkapan dapur dan kamar mandi toko. Tampak atap kamar mandi gosong. Sebagian ruangan kamar mandi bagian atas juga hangus.

Kedua korban luka merupakan satu staf cooker dan satu pedagang gas yang membantu memasangkan gas elpiji tersebut. Saat ini sedang mendapat perawatan di RSUD RA Kartini. “Kakinya terbakar,” kata Vinka.

Pihaknya sempat menggunakan alat pemadam api yang tersedia namun tidak bisa memadamkan api. Sehingga ia langsung memanggil pemadam kebakaran. “Sudah bertahun-tahun alat itu tidak digunakan,” jelas Vinka.

Nadjamuddin Eka, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Jepara akrab dipanggil Andi menyayangkan pihak toko yang tidak menyediakan alat pemadam api ringan yang berfungsi aktif. “Ada tapi tidak bisa digunakan ini kan menjadi masalah,” kata Andi.

Ia mengimbau kepada seluruh toko maupun perusahaan untuk terus meningkatkan kewaspadaan ini. Juga untuk melengkapi fasilitas semisal terjadi kebakaran. “Bahaya kan ini lokasinya juga berdempetan dengan toko lain,” keluh Andi. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/