alexametrics
29.5 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Polisi Petakan ”Kaki Tangan” Pelaku Investasi Bodong di Jepara

JEPARA – Kasus investasi bodong yang sempat heboh di Jepara awal Agustus lalu, saat ini masih dalam penanganan kepolisian. Sejauh ini pihak kepolisian telah memanggil sekitar 20 saksi untuk dimintai keterangan. Polisi memetakan orang-orang di bawah terduga pelaku, YA.

Sebelumnya diberitakan YA, gadis berusia 20 tahun, asal Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Disinyalir kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Para korban sempat mendatangi rumah YA hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) lalu. Namun saat itu YA dan keluarganya tidak ada di rumah.

Rencananya untuk penanganannya, polisi akan memetakan orang-orang di bawah YA. ”Ternyata YA punya orang yang berkomunikasi langsung dengan para korban. Misalnya si A, si B, si C, atau si D,” ujar Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP AKP M. Fachrur Rozi.


Sementara laporan korban paling banyak diterima kepolisian dari orang-orang di bawah YA itu. ”Hampir merata di bawah-bawahnya,” imbuh AKP M. Fachrur Rozi.

Ia menyatakan masih mencari orang-orang tersebut. Karena yang tahu, berkomunikasi dengan korban maupun YA. Mereka pula yang memberikan uang baik cash maupun transfer ke para korban.

Baca Juga :  Dinkes Jepara Apresiasi MTs Rengging Stop PTM Sementara

Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Kasus yang terjadi di Jepara modusnya sistem cash back. AKP M. Fachrur Rozi mencontohkan pada 27 Juli 2021 lalu terduga pelaku membuat promosi investasi lewat fitur story di media sosial. Batasan waktu transfernya pukul 12.00.

Ketentuannya, transfer Rp 530 ribu dalam empat hari akan kembali Rp 570 ribu, atau transfer Rp 1,05 juta akan kembali Rp 1,15 juta atau bisa juga transfer Rp 2,05 juta nanti akan kembali menjadi Rp 2,2 juta dalam empat hari.

Sementara jika tenggat waktunya lima hari, investasi Rp 850 ribu akan kembali Rp 1 juta, Rp 1,05 juta akan kembali Rp 1,2 juta, dan Rp 2,1 juta akan kembali Rp 2,35 juta. Korban memilih sendiri jumlah yang ditransfer dan tenggat waktu cash back-nya sesuai yang dipasarkan pelaku. (rom)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Kasus investasi bodong yang sempat heboh di Jepara awal Agustus lalu, saat ini masih dalam penanganan kepolisian. Sejauh ini pihak kepolisian telah memanggil sekitar 20 saksi untuk dimintai keterangan. Polisi memetakan orang-orang di bawah terduga pelaku, YA.

Sebelumnya diberitakan YA, gadis berusia 20 tahun, asal Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, menipu ratusan orang dalam perkara investasi bodong. Disinyalir kerugiannya mencapai miliaran rupiah. Para korban sempat mendatangi rumah YA hingga beberapa kali. Puncaknya Jumat (30/7) dan Sabtu (31/7) lalu. Namun saat itu YA dan keluarganya tidak ada di rumah.

Rencananya untuk penanganannya, polisi akan memetakan orang-orang di bawah YA. ”Ternyata YA punya orang yang berkomunikasi langsung dengan para korban. Misalnya si A, si B, si C, atau si D,” ujar Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP AKP M. Fachrur Rozi.

Sementara laporan korban paling banyak diterima kepolisian dari orang-orang di bawah YA itu. ”Hampir merata di bawah-bawahnya,” imbuh AKP M. Fachrur Rozi.

Ia menyatakan masih mencari orang-orang tersebut. Karena yang tahu, berkomunikasi dengan korban maupun YA. Mereka pula yang memberikan uang baik cash maupun transfer ke para korban.

Baca Juga :  Gus Haiz: Ayo Warga Jepara yang Belum Vaksin Segera Disuntik

Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Kasus yang terjadi di Jepara modusnya sistem cash back. AKP M. Fachrur Rozi mencontohkan pada 27 Juli 2021 lalu terduga pelaku membuat promosi investasi lewat fitur story di media sosial. Batasan waktu transfernya pukul 12.00.

Ketentuannya, transfer Rp 530 ribu dalam empat hari akan kembali Rp 570 ribu, atau transfer Rp 1,05 juta akan kembali Rp 1,15 juta atau bisa juga transfer Rp 2,05 juta nanti akan kembali menjadi Rp 2,2 juta dalam empat hari.

Sementara jika tenggat waktunya lima hari, investasi Rp 850 ribu akan kembali Rp 1 juta, Rp 1,05 juta akan kembali Rp 1,2 juta, dan Rp 2,1 juta akan kembali Rp 2,35 juta. Korban memilih sendiri jumlah yang ditransfer dan tenggat waktu cash back-nya sesuai yang dipasarkan pelaku. (rom)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/