alexametrics
25.2 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Harga Elpiji di Jepara Ngegas Rp 24 Ribu

JEPARA, Radar Kudus – Hingga kemarin sejumlah masyarakat di beberawa wilayah Kabupaten Jepara masih kesusahan mencari elpiji ukuran tiga kilogram. Mereka terpaksa harus menyusuri satu toko ke toko lainnya. Harga gas ukuran itu ikut ngegas. Yaitu mencapai Rp 24 ribu per tabung.

Salah satunya salah satu pengecer Lia Rahmawati, 28, warga RT 6/RW I, Desa Raguklampitan, Batealit, Jepara. Dirinya mengaku kesulitan mencari elpiji ukuran tiga kilogram sejak pertengahan Juli lalu.

Sebelum langka, dalam sepekan dia dijatah lima hingga tujuh tabung. Tabung itu diantar langsung ke tempatnya. Namun semenjak langka, waktunya tak menentu. Setiap tabungnya dia jual Rp 24 ribu. Lantaran harga yang didapatkannya Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu.


Hal tersebut turut memberi dampak kepada masyarakat yang menggunakannya sebagai kebutuhan rumah tangga. Mereka kesulitan mencari elpiji. ”Ada yang nyari dari Kalinyamatan muter-muter sampai Raguklampitan baru dapat,” ujarnya.

Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram tak hanya di daerah Batealit dan Kalinyamatan. Di Kecamatan Jepara Kota pun terjadi, salah satunya di Desa Kedungcino. Sugiarto, 34, terpaksa keliling desa untuk mencari kebutuhan elpiji 3 kilogram. Dia memiliki 2 tabung elpiji 3 Kg. Kebutuhan elpijinya diisi sekitar sepuluh hari sekali. Namun hingga kemarin, baru satu tabung yang terisi. Sedangkan tabung lainnya belum terisi.

Ia berharap permasalahan kesulitan elpiji 3 kilogram ini bisa segera teratasi. ”Semoga bisa normal seperti biasanya. Karena kan penggunanya banyak. Kasian yangg kesusahan mencari ini,” harap Sugiarto.

Baca Juga :  Truk Kontainer Muat Mebel Oleng, Jalan Mantingan Jepara Tertutup 10 Jam

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Jepara Hamdan menegaskan telah mengajukan tambahan suplai sekitar lima persen elpiji ukuran 3 kilogram ke Pertamina. Tambahan pasokan tersebut diperkirakan tiba dalam waktu lima hingga enam hari.

Dalam setahun, alokasi elpiji tiga kilogram dari Pertamina untuk Jepara kuotanya 10,981 juta tabung. Sedangkan per bulan rata-rata dialokasi 914 ribu tabung.

Dari keterangannya, kelangkaan tersebut masih terjadi karena sektor usaha kecil di Jepara kembali menggeliat. Seiring pelonggaran PPKM Level 3 dan 4 di Jepara. Sehingga kebutuhan elpiji untuk para pelaku UMKM tersebut meningkat. Sementara suplai elpiji per bulannya tetap. Sehingga perdampak susahnya masyarakat umum mencari elpiji ukuran tiga kilogram.

Selain itu, pihaknya berencana mengundang para agen dan pangkalan elpiji di Jepara pekan depan. Guna membahas permasalahan yang terjadi di Jepara terutama terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram. ”Kami komunikasikan agar ketersedian elpiji tiga kilo kembali normal,” ujarnya.

Upaya lainnya yaitu dengan monitoring ke lapangan terkait jaringan distribusi elpiji di masyarakat. Terutama penyebab terjadinya kelangkaan elpiji 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. ”Harapannya melihat kejadian seperti itu, masyarakat yang mampu bisa memakai elpiji ukuran 5,5 kg atau 12 kg,” tegasnya. (rom/zen)

 

JEPARA, Radar Kudus – Hingga kemarin sejumlah masyarakat di beberawa wilayah Kabupaten Jepara masih kesusahan mencari elpiji ukuran tiga kilogram. Mereka terpaksa harus menyusuri satu toko ke toko lainnya. Harga gas ukuran itu ikut ngegas. Yaitu mencapai Rp 24 ribu per tabung.

Salah satunya salah satu pengecer Lia Rahmawati, 28, warga RT 6/RW I, Desa Raguklampitan, Batealit, Jepara. Dirinya mengaku kesulitan mencari elpiji ukuran tiga kilogram sejak pertengahan Juli lalu.

Sebelum langka, dalam sepekan dia dijatah lima hingga tujuh tabung. Tabung itu diantar langsung ke tempatnya. Namun semenjak langka, waktunya tak menentu. Setiap tabungnya dia jual Rp 24 ribu. Lantaran harga yang didapatkannya Rp 22 ribu hingga Rp 23 ribu.

Hal tersebut turut memberi dampak kepada masyarakat yang menggunakannya sebagai kebutuhan rumah tangga. Mereka kesulitan mencari elpiji. ”Ada yang nyari dari Kalinyamatan muter-muter sampai Raguklampitan baru dapat,” ujarnya.

Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram tak hanya di daerah Batealit dan Kalinyamatan. Di Kecamatan Jepara Kota pun terjadi, salah satunya di Desa Kedungcino. Sugiarto, 34, terpaksa keliling desa untuk mencari kebutuhan elpiji 3 kilogram. Dia memiliki 2 tabung elpiji 3 Kg. Kebutuhan elpijinya diisi sekitar sepuluh hari sekali. Namun hingga kemarin, baru satu tabung yang terisi. Sedangkan tabung lainnya belum terisi.

Ia berharap permasalahan kesulitan elpiji 3 kilogram ini bisa segera teratasi. ”Semoga bisa normal seperti biasanya. Karena kan penggunanya banyak. Kasian yangg kesusahan mencari ini,” harap Sugiarto.

Baca Juga :  Guru di Jepara Dibekali Keterampilan Origami

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Jepara Hamdan menegaskan telah mengajukan tambahan suplai sekitar lima persen elpiji ukuran 3 kilogram ke Pertamina. Tambahan pasokan tersebut diperkirakan tiba dalam waktu lima hingga enam hari.

Dalam setahun, alokasi elpiji tiga kilogram dari Pertamina untuk Jepara kuotanya 10,981 juta tabung. Sedangkan per bulan rata-rata dialokasi 914 ribu tabung.

Dari keterangannya, kelangkaan tersebut masih terjadi karena sektor usaha kecil di Jepara kembali menggeliat. Seiring pelonggaran PPKM Level 3 dan 4 di Jepara. Sehingga kebutuhan elpiji untuk para pelaku UMKM tersebut meningkat. Sementara suplai elpiji per bulannya tetap. Sehingga perdampak susahnya masyarakat umum mencari elpiji ukuran tiga kilogram.

Selain itu, pihaknya berencana mengundang para agen dan pangkalan elpiji di Jepara pekan depan. Guna membahas permasalahan yang terjadi di Jepara terutama terkait kelangkaan elpiji 3 kilogram. ”Kami komunikasikan agar ketersedian elpiji tiga kilo kembali normal,” ujarnya.

Upaya lainnya yaitu dengan monitoring ke lapangan terkait jaringan distribusi elpiji di masyarakat. Terutama penyebab terjadinya kelangkaan elpiji 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir. ”Harapannya melihat kejadian seperti itu, masyarakat yang mampu bisa memakai elpiji ukuran 5,5 kg atau 12 kg,” tegasnya. (rom/zen)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/