alexametrics
28.1 C
Kudus
Tuesday, July 26, 2022

SMP Unggulan Terpadu Bumi Kartini dan SMAN 1 Jepara Juara LKTI

JEPARA – Dalam kurun waktu dua hari, sejak Selasa (14/6) dan Rabu (15/6) Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jepara menggelar lomba karya tulis ilmiah tingkat kabupaten. Pesertanya adalah siswa di tingkat SMP dan SMA se-Jepara. Di ajang tersebut, SMP Unggulan Terpadu (UT) Bumi Kartini Jepara dan SMAN 1 Jepara keluar sebagai juara pertama di masing-masing jenjang.

Masing-masing berhak mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan, trofi, dan uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta. Rencananya, hadiah tersebut akan diserahkan saat momentum Hari Teknologi Nasional mendatang.

Untuk jenjang pendidikan SMP, juara kedua diraih kelompok siswa dari SMPN 1 Jepara. Sementara juara tiga diraih oleh kelompok siswa dari MTsN 1 Jepara.


Di jenjang pendidikan SMA, juara kedua diraih MAN 1 Jepara. Dan juara ketiganya berasal dari SMAN 1 Donorojo. ”Kami ucapkan selamat kepada para juara. Sekali lagi kami berharap kemampuan literasi anak jadi jauh lebih baik lagi. Agar open minded,” ujar Kepala Bappeda Jepara Subiyanto kemarin.

Ia mengungkapkan alasan diselenggarakannya lomba karya tulis ilmiiah itu sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jepara. Target human development di Jepara pada tahun 2030 melampaui 80 persen.

Sebab itu, lomba karya tulis ilmiah itu menyasar siswa SMP dan SMA di Jepara. Pasalnya, di usia tersebut merupakan generasi emas di tahun 2030 mendatang. Sehingga Subiyanto pun mendorong para siswa memiliki budaya rutin menulis karya tulis ilmiah. ”Mereka harus lebih berani speak up dan mengungkap pendapat. Dan menyalurkan aspirasinya untuk masa depan Jepara dan Indonesia. Sehingga anak-anak ini bisa menjadi generasi yang jauh lebih baik,” tegasnya.

GENERASI EMAS: Siswa SMAN 1 Jepara mempresentasikan hasil karya tulis ilmiyah mereka di hadapan dewan juri dalam lomba KTI yang diselenggarakan Bappeda Jepara kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

 Identifikasi Permasalahan dari Lingkungan Sekolah

Dua kelompok peserta yang berhasil juara pertama di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI) yang diselenggarakan Bappeda Jepara punya kesamaan. Baik kelompok peserta dari SMAN 1 Jepara dan peserta dari SMP UT Bumi Kartini Jepara menyiapkan diri sejak Maret lalu. Serta sama-sama mengangkat tema dari identifikasi permasalahan yang di jumpai di sekolah.

Baca Juga :  Latihan Menari Salah Satunya Bikin Cerdas

Hal ini diungkapkan oleh Tri Purwanti, pembimbing siswa SMP UT Bumi Kartini Jepara. Di lomba tersebut, karya tulis yang dihasilkan siswa SMP UT Bumi Kartini berjudul Upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa SMP UT Bumi Kartini Jepara dalam Menghemat Air dengan Alarm Akimantitu (Air Kita Aman Tidak Tumpah). ”Kami selalu mengidentifikasi permasalahan yang ada di sekitar sekolah. Kira-kira hal kecil apa yang bisa kita lakukan tentunya hal yang menjadi solusi permasalahan tersebut,” ungkap Purwanti.

Dari situlah, dirinya meminta para siswanya untuk mencari permasalahan yang ada disekitar sekolah serta alternatif solusinya. Dari situ, ada beberapa tema yang didapatkan. Kemudian didiskusikan tema mana yang bisa diikutsertakan. Hasilnya berupa tema terkait permasalahan air. ”Bersyukur sekali kakak-kakak team presentasi bisa menampilkan performance yang maksimal. Saya juga merasa bangga kepada kakak-kakak team LKTI mampu memunculkan ide, melakukan observasi, menentukan latar belakang, mengidentifikasi masalah dan melakukan eksperimen,” imbuh Purwanti.

Hal serupa juga diungkapkan oleh kelompok juara LKTI dari SMAN 1 Jepara. Mereka menentukan tema berdasarkan permasalahan yang mereka temukan di sekitarnya. Dalam hal ini, mereka memilih karya tulis berjudul Prise de Bataille 1.1: Pengembangan Permainan Edukatif Bahasa Prancis Berbasis Construct 3 untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Gen-Z.

Permasalahan itu didasari karena banyaknya peserta didik yang ingin bisa Bahasa Prancis. Namun, mereka kesulitan dalam mengucapkan pelafalan yang benar. ”Apalagi bahasa Prancis, Perbedaannya di pelafalan dan penulisan,” kata Zelda Chrismay, anggota kelompok SMAN 1 Jepara.

Sebab itu, kelompoknya memutuskan membuat sebuah game berbahasa Prancis. Tujuannya, agar peserta didik bisa termotivasi dalam belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Dalam kurun waktu dua hari, sejak Selasa (14/6) dan Rabu (15/6) Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jepara menggelar lomba karya tulis ilmiah tingkat kabupaten. Pesertanya adalah siswa di tingkat SMP dan SMA se-Jepara. Di ajang tersebut, SMP Unggulan Terpadu (UT) Bumi Kartini Jepara dan SMAN 1 Jepara keluar sebagai juara pertama di masing-masing jenjang.

Masing-masing berhak mendapatkan hadiah berupa piagam penghargaan, trofi, dan uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta. Rencananya, hadiah tersebut akan diserahkan saat momentum Hari Teknologi Nasional mendatang.

Untuk jenjang pendidikan SMP, juara kedua diraih kelompok siswa dari SMPN 1 Jepara. Sementara juara tiga diraih oleh kelompok siswa dari MTsN 1 Jepara.

Di jenjang pendidikan SMA, juara kedua diraih MAN 1 Jepara. Dan juara ketiganya berasal dari SMAN 1 Donorojo. ”Kami ucapkan selamat kepada para juara. Sekali lagi kami berharap kemampuan literasi anak jadi jauh lebih baik lagi. Agar open minded,” ujar Kepala Bappeda Jepara Subiyanto kemarin.

Ia mengungkapkan alasan diselenggarakannya lomba karya tulis ilmiiah itu sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Jepara. Target human development di Jepara pada tahun 2030 melampaui 80 persen.

Sebab itu, lomba karya tulis ilmiah itu menyasar siswa SMP dan SMA di Jepara. Pasalnya, di usia tersebut merupakan generasi emas di tahun 2030 mendatang. Sehingga Subiyanto pun mendorong para siswa memiliki budaya rutin menulis karya tulis ilmiah. ”Mereka harus lebih berani speak up dan mengungkap pendapat. Dan menyalurkan aspirasinya untuk masa depan Jepara dan Indonesia. Sehingga anak-anak ini bisa menjadi generasi yang jauh lebih baik,” tegasnya.

GENERASI EMAS: Siswa SMAN 1 Jepara mempresentasikan hasil karya tulis ilmiyah mereka di hadapan dewan juri dalam lomba KTI yang diselenggarakan Bappeda Jepara kemarin. (MOH. NUR SYAHRI MUHARROM/RADAR KUDUS)

 Identifikasi Permasalahan dari Lingkungan Sekolah

Dua kelompok peserta yang berhasil juara pertama di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI) yang diselenggarakan Bappeda Jepara punya kesamaan. Baik kelompok peserta dari SMAN 1 Jepara dan peserta dari SMP UT Bumi Kartini Jepara menyiapkan diri sejak Maret lalu. Serta sama-sama mengangkat tema dari identifikasi permasalahan yang di jumpai di sekolah.

Baca Juga :  Lelang Usai, Pemkab Jepara segera Kerjakan 116 Paket Kontruksi

Hal ini diungkapkan oleh Tri Purwanti, pembimbing siswa SMP UT Bumi Kartini Jepara. Di lomba tersebut, karya tulis yang dihasilkan siswa SMP UT Bumi Kartini berjudul Upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa SMP UT Bumi Kartini Jepara dalam Menghemat Air dengan Alarm Akimantitu (Air Kita Aman Tidak Tumpah). ”Kami selalu mengidentifikasi permasalahan yang ada di sekitar sekolah. Kira-kira hal kecil apa yang bisa kita lakukan tentunya hal yang menjadi solusi permasalahan tersebut,” ungkap Purwanti.

Dari situlah, dirinya meminta para siswanya untuk mencari permasalahan yang ada disekitar sekolah serta alternatif solusinya. Dari situ, ada beberapa tema yang didapatkan. Kemudian didiskusikan tema mana yang bisa diikutsertakan. Hasilnya berupa tema terkait permasalahan air. ”Bersyukur sekali kakak-kakak team presentasi bisa menampilkan performance yang maksimal. Saya juga merasa bangga kepada kakak-kakak team LKTI mampu memunculkan ide, melakukan observasi, menentukan latar belakang, mengidentifikasi masalah dan melakukan eksperimen,” imbuh Purwanti.

Hal serupa juga diungkapkan oleh kelompok juara LKTI dari SMAN 1 Jepara. Mereka menentukan tema berdasarkan permasalahan yang mereka temukan di sekitarnya. Dalam hal ini, mereka memilih karya tulis berjudul Prise de Bataille 1.1: Pengembangan Permainan Edukatif Bahasa Prancis Berbasis Construct 3 untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Gen-Z.

Permasalahan itu didasari karena banyaknya peserta didik yang ingin bisa Bahasa Prancis. Namun, mereka kesulitan dalam mengucapkan pelafalan yang benar. ”Apalagi bahasa Prancis, Perbedaannya di pelafalan dan penulisan,” kata Zelda Chrismay, anggota kelompok SMAN 1 Jepara.

Sebab itu, kelompoknya memutuskan membuat sebuah game berbahasa Prancis. Tujuannya, agar peserta didik bisa termotivasi dalam belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. (rom/war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/