alexametrics
29.6 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Konflik Pemuda Antardesa di Jepara, Satu Orang Tewas Kena Sabetan Senjata Tajam

JEPARA – Perseteruan antara kelompok pemuda Desa Muryolobo dan Ngetuk, Kecamatan Nalumsari terjadi pada Minggu (15/5) sore. Akibatnya, AR, 30 warga Muryolobo tewas di kompleks Pasar Gandu, Bendanpete dengan luka sayat di bagian leher.

Baca Juga : Warga Tewas Terkena Sabetan Senjata Tajam, Polisi Diterjunkan Jaga Perbatasan Mulyobo-Bategede

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, diduga permasalahan bermula usai perhelatan musik dangdut di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari. Sekira pukul 17.00, tiba-tiba datang gerombolan massa dari arah Desa Ngetuk menuju Desa Muryolobo.


Tanpa sebab yang jelas, dua kelompok itu pun langsung bentrok dengan menggunakan parang, batu dan persenjataan lainnya. Nampak, situasi di lokasi sangat mencekam.

Merasa terpojok, korban AR lalu mencoba lari dengan menggunakan motor bersama dengan dua temannya. Nahas, mereka justru terjatuh. Dua kawan AR lalu lari ke arah persawahan.

Baca Juga :  Meski Digelar Sederhana, Warga Tetap Antusias Ikuti Festival Baratan

Sedangkan, AR saat mencoba lari menuju arah Pasar Gandu atau arah Desa Ngetuk. Dia pun lalu tertangkap oleh sekelompok massa yang diduga dari Desa Ngetuk. AR pun lalu dipukuli dengan berbagai senjata hingga akhirnya tewas.

Menanggapi permasalahan itu, malam harinya Kapolres Jepara AKBP Warsono bersama Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif langsung menggelar pertemuan di balai desa Muryolobo. Menyepakati agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan saling menahan diri untuk menjaga kondusifitas wilayah.

Pertemuan itu dihadiri juga jajaran Forkopimcam Nalumsari, Petinggi Muryolobo, Bendanpete, Ngetuk, dan beberapa petinggi lainnya, serta warga setempat.

Ketua DPRD Jepara menyampaikan hasil dari pertemuan itu pada prinsipnya semua sepakat untuk menahan diri dan menyerahkan persoalan kepada kepolisian.

JEPARA – Perseteruan antara kelompok pemuda Desa Muryolobo dan Ngetuk, Kecamatan Nalumsari terjadi pada Minggu (15/5) sore. Akibatnya, AR, 30 warga Muryolobo tewas di kompleks Pasar Gandu, Bendanpete dengan luka sayat di bagian leher.

Baca Juga : Warga Tewas Terkena Sabetan Senjata Tajam, Polisi Diterjunkan Jaga Perbatasan Mulyobo-Bategede

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, diduga permasalahan bermula usai perhelatan musik dangdut di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari. Sekira pukul 17.00, tiba-tiba datang gerombolan massa dari arah Desa Ngetuk menuju Desa Muryolobo.

Tanpa sebab yang jelas, dua kelompok itu pun langsung bentrok dengan menggunakan parang, batu dan persenjataan lainnya. Nampak, situasi di lokasi sangat mencekam.

Merasa terpojok, korban AR lalu mencoba lari dengan menggunakan motor bersama dengan dua temannya. Nahas, mereka justru terjatuh. Dua kawan AR lalu lari ke arah persawahan.

Baca Juga :  Usai Bentrok Berdarah, Desa Muryolobo-Ngetuk Sepakat Berdamai

Sedangkan, AR saat mencoba lari menuju arah Pasar Gandu atau arah Desa Ngetuk. Dia pun lalu tertangkap oleh sekelompok massa yang diduga dari Desa Ngetuk. AR pun lalu dipukuli dengan berbagai senjata hingga akhirnya tewas.

Menanggapi permasalahan itu, malam harinya Kapolres Jepara AKBP Warsono bersama Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif langsung menggelar pertemuan di balai desa Muryolobo. Menyepakati agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan saling menahan diri untuk menjaga kondusifitas wilayah.

Pertemuan itu dihadiri juga jajaran Forkopimcam Nalumsari, Petinggi Muryolobo, Bendanpete, Ngetuk, dan beberapa petinggi lainnya, serta warga setempat.

Ketua DPRD Jepara menyampaikan hasil dari pertemuan itu pada prinsipnya semua sepakat untuk menahan diri dan menyerahkan persoalan kepada kepolisian.

Most Read

Artikel Terbaru

/