alexametrics
26.8 C
Kudus
Monday, August 1, 2022

Kabupaten Jepara Raih Dua Penghargaan dari Kemenkominfo

JEPARA – Kabupaten Jepara meraih dua penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kemarin (14/12). Penghargaan itu diraih atas upaya penyusunan masterplan dan implementasi program kota cerdas (smart city).

Penghargaan pertama yang diraih Bumi Kartini sebagai peserta program kota cerdas kawasan pariwisata wilayah Borobudur. Plaket diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate kepada Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan yang mewakili Bupati Jepara Dian Kristiandi, di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang.

Penghargaan selanjutnya berupa piagam atas kabupaten terbaik dalam mengimplementasikan program smart city untuk  dimensi tata kelola hunian cerdas atau smart living. Penghargaan itu diraih Jepara berkat inovasi aplikasi Sistem Informasi Terintegrasi Program Penanggulangan Kemiskinan (Sitipronangkis). Piagam itu diserahkan oleh Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kemenkominfo Anang Latif.


Keberhasilan meraih penghargaan tersebut menurut Arif Darmawan, tak lepas dari peran Bupati Jepara Dian Kristiandi. Yakni terkait upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, dan percepatan penanggulangan kemiskinan. “Smart city merupakan jawaban atas tuntutan layanan publik, sebagai akibat dari semakin berkembangnya teknologi informasi yang terjadi sekarang,” ujarnya.

Baca Juga :  Banprov Rumah Tak Layak Huni di Jepara Masih Abu-Abu

Sitipronangkis merupakan aplikasi sistem informasi manajemen data kemiskinan terpadu yang terintegrasi dan dikembangkan dengan teknologi berbasis web.  Salah satu di antara tujuannya adalah, mewujudkan integrasi data penduduk miskin dari berbagai sumber dalam mendukung satu data penduduk miskin. Sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan bagi pejabat dan pimpinan daerah, dalam pelaksanaan percepatan penanggulangan kemiskinan.

”Manfaat Sitipronangkis, data terpusat dan terpadu, mempermudah dalam intervensi program penanggulangan kemiskinan, bantuan menjadi tepat sasaran, data terintegrasi satu pintu, aplikasi dapat diakses melalui internet baik dari PC maupun perangkat smartphone, dan menjadi dasar pengambil keputusan bagi pejabat dan pimpinan daerah,” jelas Arif.

Pemkab Jepara telah memulai program kota cerdas sejak 2017. Saat itu Jepara jadi salah satu kabupaten yang terpilih menjadi panutan untuk program 100 kota cerdas. Saat ini, program Jepara Kota Cerdas telah diimplementasikan oleh bupati di berbagai sektor. Seperti inovasi di bidang pendidikan, layanan kesehatan, kependudukan, perizinan, hingga peningkatan mutu lingkungan. (him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Kabupaten Jepara meraih dua penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kemarin (14/12). Penghargaan itu diraih atas upaya penyusunan masterplan dan implementasi program kota cerdas (smart city).

Penghargaan pertama yang diraih Bumi Kartini sebagai peserta program kota cerdas kawasan pariwisata wilayah Borobudur. Plaket diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate kepada Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan yang mewakili Bupati Jepara Dian Kristiandi, di Indonesia Convention Exhibition BSD City, Tangerang.

Penghargaan selanjutnya berupa piagam atas kabupaten terbaik dalam mengimplementasikan program smart city untuk  dimensi tata kelola hunian cerdas atau smart living. Penghargaan itu diraih Jepara berkat inovasi aplikasi Sistem Informasi Terintegrasi Program Penanggulangan Kemiskinan (Sitipronangkis). Piagam itu diserahkan oleh Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kemenkominfo Anang Latif.

Keberhasilan meraih penghargaan tersebut menurut Arif Darmawan, tak lepas dari peran Bupati Jepara Dian Kristiandi. Yakni terkait upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, dan percepatan penanggulangan kemiskinan. “Smart city merupakan jawaban atas tuntutan layanan publik, sebagai akibat dari semakin berkembangnya teknologi informasi yang terjadi sekarang,” ujarnya.

Baca Juga :  Hari Sepeda Dunia, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta Gowes Sambil Resik-Resik Kota

Sitipronangkis merupakan aplikasi sistem informasi manajemen data kemiskinan terpadu yang terintegrasi dan dikembangkan dengan teknologi berbasis web.  Salah satu di antara tujuannya adalah, mewujudkan integrasi data penduduk miskin dari berbagai sumber dalam mendukung satu data penduduk miskin. Sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan bagi pejabat dan pimpinan daerah, dalam pelaksanaan percepatan penanggulangan kemiskinan.

”Manfaat Sitipronangkis, data terpusat dan terpadu, mempermudah dalam intervensi program penanggulangan kemiskinan, bantuan menjadi tepat sasaran, data terintegrasi satu pintu, aplikasi dapat diakses melalui internet baik dari PC maupun perangkat smartphone, dan menjadi dasar pengambil keputusan bagi pejabat dan pimpinan daerah,” jelas Arif.

Pemkab Jepara telah memulai program kota cerdas sejak 2017. Saat itu Jepara jadi salah satu kabupaten yang terpilih menjadi panutan untuk program 100 kota cerdas. Saat ini, program Jepara Kota Cerdas telah diimplementasikan oleh bupati di berbagai sektor. Seperti inovasi di bidang pendidikan, layanan kesehatan, kependudukan, perizinan, hingga peningkatan mutu lingkungan. (him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/