alexametrics
29.6 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Hari ini, 257 SD di Jepara Numpang ANBK

Jaga Internet dan Listrik, Disdikpora Koordinasi dengan Provider dan PLN

JEPARA – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SD mulai digelar hari ini (15/11). Karena keterbatasan alat, 257 SD Jepara terpaksa menggelar ANBK di  sekolah lain.

Meski begitu, jumlah tersebut sudah berkurang signifikan dibanding perkiraan sekitar Oktober. Saat itu, ada sekitar 490 SD yang diperkirakan ANBK-nya bakal numpang. Atau hampir sebagian besar SD di Jepara yang jumlahnya sekitar 598 SD.

Maklum, ANBK ini kali pertama dilaksanakan di tingkat SD.


Agar bisa mengurangi jumlah itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara terus mensosialisasikan agar SD tersebut bisa menggelar ANBK mandiri.

Caranya, bisa menggunakan laptop wali murid atau siswa yang bisa dibawa ke sekolahan. Asalkan, di sekolah tersebut telah terdapat jaringan internet. Dan dalam pelaksanannya, terdata 257 SD yang terpaksa menggelar ANBK dengan menumpang ke sekolah lain.

Meski begitu, Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono melalui Kabid SD Widiyantoro menegaskan siap menggelar ANBK tingkat SD tahun ini. Untuk antisipasi kendala selama pelaksanaannya pun dirinya telah berkirim surat kepada PLN dan provider sebagai antisipasi adanya kendala jaringan dan kelistrikan selama pelaksanaan ANBK.

Baca Juga :  Sambut Hari Raya Nepi, Umat Hindu di Jepara Gelar Mecaru

”Yang menumpang sudah koordinasi terus. Semua sudah siap, semua ada solusi,” tegasnya saat dihubungi kemarin (14/11).

Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat berharap agar pelaksanaan ANBK SD tahun ini dapat berjalan lancar. Terkait adanya SD yang masih menumpang ANBK-nya, selagi tidak mengganggu dan mempermudah proses menurutnya tidak masalah.

”Hal itu dikarenakan banyak faktor terkait anggaran di masa pandemi dan tuntutan kebutuhan peralatan komputernya. Tetapi untuk ANBK tahun depan, saya berharap bisa disiapkan lebih baik lagi,” tutur Nur Hidayat.

Pelaksanaan ANBK sistemnya sama seperti prosesi Ujian Nasional Berbasis Komputer. Namun yang dinilai dalam ANBK bukan lagi para siswanya. Melainkan satuan didiknya. Terdiri dari siswa, guru, hingga kepala sekolahnya. Soal-soal yang ditanyakan dalam pelaksanaan ANBK berupa soal assesmen literasi dan numerasi, survey lingkungan dan survey karakter.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tingkat SD mulai digelar hari ini (15/11). Karena keterbatasan alat, 257 SD Jepara terpaksa menggelar ANBK di  sekolah lain.

Meski begitu, jumlah tersebut sudah berkurang signifikan dibanding perkiraan sekitar Oktober. Saat itu, ada sekitar 490 SD yang diperkirakan ANBK-nya bakal numpang. Atau hampir sebagian besar SD di Jepara yang jumlahnya sekitar 598 SD.

Maklum, ANBK ini kali pertama dilaksanakan di tingkat SD.

Agar bisa mengurangi jumlah itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara terus mensosialisasikan agar SD tersebut bisa menggelar ANBK mandiri.

Caranya, bisa menggunakan laptop wali murid atau siswa yang bisa dibawa ke sekolahan. Asalkan, di sekolah tersebut telah terdapat jaringan internet. Dan dalam pelaksanannya, terdata 257 SD yang terpaksa menggelar ANBK dengan menumpang ke sekolah lain.

Meski begitu, Kepala Disdikpora Jepara Agus Tri Harjono melalui Kabid SD Widiyantoro menegaskan siap menggelar ANBK tingkat SD tahun ini. Untuk antisipasi kendala selama pelaksanaannya pun dirinya telah berkirim surat kepada PLN dan provider sebagai antisipasi adanya kendala jaringan dan kelistrikan selama pelaksanaan ANBK.

Baca Juga :  Usai Kericuhan, King Kafe Jepara Ditutup Sementara

”Yang menumpang sudah koordinasi terus. Semua sudah siap, semua ada solusi,” tegasnya saat dihubungi kemarin (14/11).

Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Jepara Nur Hidayat berharap agar pelaksanaan ANBK SD tahun ini dapat berjalan lancar. Terkait adanya SD yang masih menumpang ANBK-nya, selagi tidak mengganggu dan mempermudah proses menurutnya tidak masalah.

”Hal itu dikarenakan banyak faktor terkait anggaran di masa pandemi dan tuntutan kebutuhan peralatan komputernya. Tetapi untuk ANBK tahun depan, saya berharap bisa disiapkan lebih baik lagi,” tutur Nur Hidayat.

Pelaksanaan ANBK sistemnya sama seperti prosesi Ujian Nasional Berbasis Komputer. Namun yang dinilai dalam ANBK bukan lagi para siswanya. Melainkan satuan didiknya. Terdiri dari siswa, guru, hingga kepala sekolahnya. Soal-soal yang ditanyakan dalam pelaksanaan ANBK berupa soal assesmen literasi dan numerasi, survey lingkungan dan survey karakter.






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/