alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Seribu Warga Rengging Jepara Meriahkan Karnaval Kebudayaan

JEPARA – Desa Rengging baru saja menyelenggarakan karnaval budaya. Diikuti oleh sekitar 1000 warga, acara berlangsung meriah. Para peserta mengenakan kostum bertemakan budaya dan mengitari jalan raya sekitar desa.

Terlihat jalan Desa Rengging sudah mulai macet sekitar pukul 13.00. Di depan Masjid Baitussalam Rengging, para peserta mengantre berkelompok menunggu giliran berjalan. Mereka semua mengenakan kostum dengan tema masing-masing. Ada yang berperan sebagai hanoman, Ratu Kalinyamat, reog, dan manusia kuda. Ada sekelompok mengenakan pakaian adat dari daerah tertentu seperti papua. Ada anak yang mengenakan seragam profesi seperti polisi. Ada juga yang berpakaian serba merah putih.

Seperti halnya Winda, warga Desa Rengging RT 05 RW 01 berperan sebagai anggota Paskibraka. Ia mengenakan pakaian serba merah putih. Ia sangat bangga dan antusias mengikuti karnaval tersebut. Tahun lalu, ia juga ikut. “Persiapannya dua minggu ini, alhamdulillah senang,” kata Winda.

Baca Juga :  Mas Gilang Gandeng Pelajar Jaga Kebhinekaan

Joko, petinggi Desa Rengging mengatakan pihaknya juga menyelenggarakan acara yang sama tahun lalu. Namun tahun ini, acara lebih meriah karena pembatasan sosial tidak terlalu ketat.

Pihaknya memutuskan tema kebudayaan untuk acara tahun ini. Nantinya akan dipilih kelompok yang paling menarik dan sesuai nilai penjurian. “Tahun ini peserta harus jalan kaki semua, tidak boleh menggunakan kendaraan,” tutur Joko.

Karena berjalan kaki, rute kali ini tidak terlalu jauh. Sekitar satu kilometer saja. Jalan rayanya tak jauh dari Desa Rengging.

“Ada nilai kekompakan, solidaritas yang dipelajari dari karnaval ini,” ungkapnya. (nib)

JEPARA – Desa Rengging baru saja menyelenggarakan karnaval budaya. Diikuti oleh sekitar 1000 warga, acara berlangsung meriah. Para peserta mengenakan kostum bertemakan budaya dan mengitari jalan raya sekitar desa.

Terlihat jalan Desa Rengging sudah mulai macet sekitar pukul 13.00. Di depan Masjid Baitussalam Rengging, para peserta mengantre berkelompok menunggu giliran berjalan. Mereka semua mengenakan kostum dengan tema masing-masing. Ada yang berperan sebagai hanoman, Ratu Kalinyamat, reog, dan manusia kuda. Ada sekelompok mengenakan pakaian adat dari daerah tertentu seperti papua. Ada anak yang mengenakan seragam profesi seperti polisi. Ada juga yang berpakaian serba merah putih.

Seperti halnya Winda, warga Desa Rengging RT 05 RW 01 berperan sebagai anggota Paskibraka. Ia mengenakan pakaian serba merah putih. Ia sangat bangga dan antusias mengikuti karnaval tersebut. Tahun lalu, ia juga ikut. “Persiapannya dua minggu ini, alhamdulillah senang,” kata Winda.

Baca Juga :  Musim Hujan, Dua Desa di Jepara Masih Dilanda Kekeringan

Joko, petinggi Desa Rengging mengatakan pihaknya juga menyelenggarakan acara yang sama tahun lalu. Namun tahun ini, acara lebih meriah karena pembatasan sosial tidak terlalu ketat.

Pihaknya memutuskan tema kebudayaan untuk acara tahun ini. Nantinya akan dipilih kelompok yang paling menarik dan sesuai nilai penjurian. “Tahun ini peserta harus jalan kaki semua, tidak boleh menggunakan kendaraan,” tutur Joko.

Karena berjalan kaki, rute kali ini tidak terlalu jauh. Sekitar satu kilometer saja. Jalan rayanya tak jauh dari Desa Rengging.

“Ada nilai kekompakan, solidaritas yang dipelajari dari karnaval ini,” ungkapnya. (nib)


Most Read

Artikel Terbaru