alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Sempat Disorot Dewan, Perusahaan Asing di Jepara Akui Kesusahan Mengelola Limbah

JEPARA – Beberapa perusahaan asing atau penanam modal asing (PMA) di Jepara terkendala dalam mengelola limbah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara mangakui beberapa dari mereka kesulitan menyediakan ruang terbuka hijau (RTH).

Padahal, meski sudah mengantongi izin pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3), wajib untuk ikut menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai salah satu syarat pengelolaan limbah. RTH juga berperan penting dalam pengelolaan limbah.

Sebelumnya, pengelolaan limbah PMA juga disorot Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).


Tahun lalu saat pandemi masih sangat bergejolak, Sutrisno, dari Komisi D sempat sidak ke beberapa PMA. Di antaranya PT Hwa Seung Indonesia (HWI), PT Dohwan Design Indonesia (DDI), dan PT Kanindo Makmur Jaya 2.

Baca Juga :  Syarat Tes Covid-19 Dihapus, Jumlah Wisatawan Karimunjawa Naik Signifikan

Ia menemukan pabrik itu belum optimal dalam mengelola limbah. Kendalanya ialah lahan. ”Belum semua perusahaan asing optimal mengelola lahan,” ujarnya saat itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farikhah Elida melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Nuraini mengaku, saat ini beberapa perusahaan asing sudah mengantongi izin terkait limbah B3. Seperti PT Hwa Seung Indonesia (HWI), PT Dohwan Design Indonesia (DDI), dan PT Kanindo Makmur Jaya 2.

Namun, mereka masih kesulitan mencari lahan untuk RTH. ”Sedang mengupayakan membeli lahan untuk RTH, sudah ada upaya untuk memenuhi,” kata Nuraini.

Pihaknya masih mengawasi beberapa perusahaan tersebut untuk pemenuhan pengelolaan limbah. (nib/zen)

JEPARA – Beberapa perusahaan asing atau penanam modal asing (PMA) di Jepara terkendala dalam mengelola limbah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara mangakui beberapa dari mereka kesulitan menyediakan ruang terbuka hijau (RTH).

Padahal, meski sudah mengantongi izin pengelolaan limbah bahan berbahaya beracun (B3), wajib untuk ikut menyediakan ruang terbuka hijau (RTH) sebagai salah satu syarat pengelolaan limbah. RTH juga berperan penting dalam pengelolaan limbah.

Sebelumnya, pengelolaan limbah PMA juga disorot Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Tahun lalu saat pandemi masih sangat bergejolak, Sutrisno, dari Komisi D sempat sidak ke beberapa PMA. Di antaranya PT Hwa Seung Indonesia (HWI), PT Dohwan Design Indonesia (DDI), dan PT Kanindo Makmur Jaya 2.

Baca Juga :  Polisi Buru Begal Motor di Desa Bandung Jepara

Ia menemukan pabrik itu belum optimal dalam mengelola limbah. Kendalanya ialah lahan. ”Belum semua perusahaan asing optimal mengelola lahan,” ujarnya saat itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Farikhah Elida melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Nuraini mengaku, saat ini beberapa perusahaan asing sudah mengantongi izin terkait limbah B3. Seperti PT Hwa Seung Indonesia (HWI), PT Dohwan Design Indonesia (DDI), dan PT Kanindo Makmur Jaya 2.

Namun, mereka masih kesulitan mencari lahan untuk RTH. ”Sedang mengupayakan membeli lahan untuk RTH, sudah ada upaya untuk memenuhi,” kata Nuraini.

Pihaknya masih mengawasi beberapa perusahaan tersebut untuk pemenuhan pengelolaan limbah. (nib/zen)


Most Read

Artikel Terbaru