alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Kelompok Pengrajin ”Kampoeng Remitan” Desa Mayong Lor

JEPARA – Penyusunan laporan keuangan secara berkala wajib dilakukan oleh setiap pelaku usaha. Tujuannya agar pengusaha bisa mengetahui keuntungan atau kerugian bisnis yang sedang dijalankan. Dengan menyusun laporan, pebisnis juga bisa mengontrol biaya operasional yang telah dikeluarkan.

Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan oleh tim pengabdi, diketuai Jayanti Putri Purwaningrum, M.Pd. Anggota lainnya adalah Imaniar Purbasari, M.Pd. dan Gilang Puspita Rini, S.E., M.M,. ada juga 5 mahasiswa UMK.

Menurut ketua tim pengabdi Universitas Muria Kudus Jayanti Putri Purwaningrum, M.Pd., pembuatan laporan keuangan yang baik dan tersusun rapi, harus dilakukan oleh setiap pengusaha mainan Anak Tradisional “Remitan” di Mayong Lor, Mayong, Jepara.


”Karenanya melalui Program PPPUD Desa SENTRA Mainan Anak Tradisional “Remitan” di Mayong Lor, Mayong, Jepara, kami melaksanakan pelatihan penyusunan laporan keuangan yang baik dan tersusun rapi. Supaya pengrajin bisa mengetahui untung atau rugi bisnis yang mereka jalankan selama ini,” ungkapnya.

Pelatihan diikuti lima perwakilan pengrajin gerabah dan yang menjadi narasumber adalah Gilang Puspita Rini, S.E., M.M. Dalam materinya, narasumber menyampaikan cara penyusunan laporan keuangan sekaligus mendampingi pengrajin dalam melakukan praktik pencatatan keuangan dengan menggunakan aplikasi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan keteram pilan pengrajin gerabah “Kampoeng Remitan” dalam melakukan tata kelola keuangan usaha menggunakan aplikasi berbasis digital.

Baca Juga :  Pendaftaran Bakal Calon Kades di Jepara Resmi Dibuka, Berikut Tahapannya

Penggunaan aplikasi memudahkan pengrajin dalam membuat laporan keuangan dan pencatatan transaksi yang tersistem. Selain itu, pengrajin juga bisa mengetahui perkembangan usahanya.

Sebelumnya pengrajin gerabah di UMKM Kampoeng Remitan terbiasa mencatat laporan keuangan secara tradisional atau manual. Bahkan, menurut ketua kelompok pengrajin Kampoeng Remitan Endrik Ahmad Munzairi, banyak dari pengrajin yang tidak melakukan pembukuan.

”Keuangan usaha dan rumah tangga masih tercampur jadi satu. Padahal untuk mengembangkan usahanya, banyak bantuan pemerintah atau perbankan yang mensyaratkan untuk melampirkan laporan keuangan usaha dan laporan laba rugi. Sehingga pelatihan seperti ini dirasa perlu dilakukan,” ungkap Endrik.

Perlu diketahui, kegiatan pelatihan diselenggarakan atas bantuan Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian pada Masyarakat atas dana hibah yang diberikan pada program pengabdian pada masyarakat No Kontrak 025/ E5/RA.00.PM/2022, 003/LL6/ PkML/AK.04/2022, dan 128/ LPPM.UMK/C.17.61/VI/2022.

Adapun tahapan materi pelatihan adalah pemaparan tentang pentingnya UMKM memiliki pencatatan keuangan. Selain itu, juga materi Pengenalan BukuWarung sebagai aplikasi pencatatan keuangan. Kemudian Penjelasan fitur aplikasi yang ada dalam Buku Warung dan praktik pencatatan keuangan dalam BukuWarung. (lia)

JEPARA – Penyusunan laporan keuangan secara berkala wajib dilakukan oleh setiap pelaku usaha. Tujuannya agar pengusaha bisa mengetahui keuntungan atau kerugian bisnis yang sedang dijalankan. Dengan menyusun laporan, pebisnis juga bisa mengontrol biaya operasional yang telah dikeluarkan.

Kegiatan pelatihan penyusunan laporan keuangan oleh tim pengabdi, diketuai Jayanti Putri Purwaningrum, M.Pd. Anggota lainnya adalah Imaniar Purbasari, M.Pd. dan Gilang Puspita Rini, S.E., M.M,. ada juga 5 mahasiswa UMK.

Menurut ketua tim pengabdi Universitas Muria Kudus Jayanti Putri Purwaningrum, M.Pd., pembuatan laporan keuangan yang baik dan tersusun rapi, harus dilakukan oleh setiap pengusaha mainan Anak Tradisional “Remitan” di Mayong Lor, Mayong, Jepara.

”Karenanya melalui Program PPPUD Desa SENTRA Mainan Anak Tradisional “Remitan” di Mayong Lor, Mayong, Jepara, kami melaksanakan pelatihan penyusunan laporan keuangan yang baik dan tersusun rapi. Supaya pengrajin bisa mengetahui untung atau rugi bisnis yang mereka jalankan selama ini,” ungkapnya.

Pelatihan diikuti lima perwakilan pengrajin gerabah dan yang menjadi narasumber adalah Gilang Puspita Rini, S.E., M.M. Dalam materinya, narasumber menyampaikan cara penyusunan laporan keuangan sekaligus mendampingi pengrajin dalam melakukan praktik pencatatan keuangan dengan menggunakan aplikasi.

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan keteram pilan pengrajin gerabah “Kampoeng Remitan” dalam melakukan tata kelola keuangan usaha menggunakan aplikasi berbasis digital.

Baca Juga :  Miris! Korban Tewas usai Pesta Miras di Jepara Jadi 9 Orang

Penggunaan aplikasi memudahkan pengrajin dalam membuat laporan keuangan dan pencatatan transaksi yang tersistem. Selain itu, pengrajin juga bisa mengetahui perkembangan usahanya.

Sebelumnya pengrajin gerabah di UMKM Kampoeng Remitan terbiasa mencatat laporan keuangan secara tradisional atau manual. Bahkan, menurut ketua kelompok pengrajin Kampoeng Remitan Endrik Ahmad Munzairi, banyak dari pengrajin yang tidak melakukan pembukuan.

”Keuangan usaha dan rumah tangga masih tercampur jadi satu. Padahal untuk mengembangkan usahanya, banyak bantuan pemerintah atau perbankan yang mensyaratkan untuk melampirkan laporan keuangan usaha dan laporan laba rugi. Sehingga pelatihan seperti ini dirasa perlu dilakukan,” ungkap Endrik.

Perlu diketahui, kegiatan pelatihan diselenggarakan atas bantuan Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian pada Masyarakat atas dana hibah yang diberikan pada program pengabdian pada masyarakat No Kontrak 025/ E5/RA.00.PM/2022, 003/LL6/ PkML/AK.04/2022, dan 128/ LPPM.UMK/C.17.61/VI/2022.

Adapun tahapan materi pelatihan adalah pemaparan tentang pentingnya UMKM memiliki pencatatan keuangan. Selain itu, juga materi Pengenalan BukuWarung sebagai aplikasi pencatatan keuangan. Kemudian Penjelasan fitur aplikasi yang ada dalam Buku Warung dan praktik pencatatan keuangan dalam BukuWarung. (lia)


Most Read

Artikel Terbaru