alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Mampir ke Jepara, Menaker Ida Fauziyah Beli Produk Ukir

JEPARA – Baru saja, Ida Fauziyah Menteri Ketenagakerjaan berkunjung ke Jepara (14/07). Ia melipir untuk “sekedar” belanja produk ukir khas Jepara. Dari kunjungan itu, ia mendukung agar seni ukir Jepara bisa terus dipromosikan baik dalam maupun luar negeri.

Kunjungan ini dikonfirmasi oleh Gus Nung, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara. Ia mengatakan Ida Fauziyah datang namun hanya sebentar di Jepara.

Dalam kunjungan itu, Ida terlihat berkunjung ke beberapa show room yang ada di Jepara.


Tak sendiri, Ida tampak ditemani oleh suaminya, serta pasangan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jepara yakni Gus Nung dan Hindun Anisah.

Ida mengaku, sejak kecil ia tahu bahwa seni ukir terkenal hanya dari Jepara. Bukan kota lain.

Meski begitu, ia ikut menyayangkan saat ini generasi pengukir di Jepara semakin langka. Padahal, seni ukir bisa menjadi ciri khas yang dibanggakan oleh masyarakat Indonesia terlebih Jepara.

Ia berharap pemerintah bisa mengintervensi masalah ini agar ditemukan solusinya. Selain itu, agar seni ukir bisa bertahan. Tidak hanya beberapa tahun ini namun juga dua puluh atau tiga puluh tahun kedepan. Dan seterusnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Jepara Tinjau Pasar dan SPBU, Pastikan Stok BBM Aman, Harga Kepok Berangsur Normal

Tak hanya itu, Ida menilai pemerintah setempat perlu terus meningkatkan promosi seni ukir Jepara. Ia melihat banyak pejabat dari luar negeri yang mengoleksi mebel atau furniture dari Jepara.

“Promosi dalam negeri dan luar negeri harus ditingkatkan. Karena di luar negeri orang mengenal Jepara karena furniture dan ukiranya. Ketika saya ada kunjungan ke luar negeri, dan bertemu dengan pejabat, baik menteri atau perdana menteri rata-rata rumah mereka ada furniture dari Jepara, dan saat mereka berkunjung ke Indonesia pun Jepara menjadi salah satu tujuan”, jelas Ida Fauziyah.

Ia juga berharap agar anak-anak muda Jepara bisa mencintai seni ukir. Ia menilai, menghargai karya ukir juga menjadi bentuk pelestarian seni asli Jepara ini.

“Mengapresiasi karya ukir juga sebagai salah satu wujud pelestarian seni ukir di Jepara. Karena karya ukir tidak bisa disamakan dengan produk-produk pabrikan,” ungkapnya.

Setelah berkunjung, Ida melanjutkan perjalanan ke Pati. Hindun Anisah menerangkan, Ida datang ke Pati untuk menghadiri acara Haul salah satu pendiri Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yakni KH Syansuri, ayah dari KH Bisri Syansuri. (nib)

JEPARA – Baru saja, Ida Fauziyah Menteri Ketenagakerjaan berkunjung ke Jepara (14/07). Ia melipir untuk “sekedar” belanja produk ukir khas Jepara. Dari kunjungan itu, ia mendukung agar seni ukir Jepara bisa terus dipromosikan baik dalam maupun luar negeri.

Kunjungan ini dikonfirmasi oleh Gus Nung, wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara. Ia mengatakan Ida Fauziyah datang namun hanya sebentar di Jepara.

Dalam kunjungan itu, Ida terlihat berkunjung ke beberapa show room yang ada di Jepara.

Tak sendiri, Ida tampak ditemani oleh suaminya, serta pasangan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jepara yakni Gus Nung dan Hindun Anisah.

Ida mengaku, sejak kecil ia tahu bahwa seni ukir terkenal hanya dari Jepara. Bukan kota lain.

Meski begitu, ia ikut menyayangkan saat ini generasi pengukir di Jepara semakin langka. Padahal, seni ukir bisa menjadi ciri khas yang dibanggakan oleh masyarakat Indonesia terlebih Jepara.

Ia berharap pemerintah bisa mengintervensi masalah ini agar ditemukan solusinya. Selain itu, agar seni ukir bisa bertahan. Tidak hanya beberapa tahun ini namun juga dua puluh atau tiga puluh tahun kedepan. Dan seterusnya.

Baca Juga :  Timbunan Sampah di Jepara Didominasi Plastik

Tak hanya itu, Ida menilai pemerintah setempat perlu terus meningkatkan promosi seni ukir Jepara. Ia melihat banyak pejabat dari luar negeri yang mengoleksi mebel atau furniture dari Jepara.

“Promosi dalam negeri dan luar negeri harus ditingkatkan. Karena di luar negeri orang mengenal Jepara karena furniture dan ukiranya. Ketika saya ada kunjungan ke luar negeri, dan bertemu dengan pejabat, baik menteri atau perdana menteri rata-rata rumah mereka ada furniture dari Jepara, dan saat mereka berkunjung ke Indonesia pun Jepara menjadi salah satu tujuan”, jelas Ida Fauziyah.

Ia juga berharap agar anak-anak muda Jepara bisa mencintai seni ukir. Ia menilai, menghargai karya ukir juga menjadi bentuk pelestarian seni asli Jepara ini.

“Mengapresiasi karya ukir juga sebagai salah satu wujud pelestarian seni ukir di Jepara. Karena karya ukir tidak bisa disamakan dengan produk-produk pabrikan,” ungkapnya.

Setelah berkunjung, Ida melanjutkan perjalanan ke Pati. Hindun Anisah menerangkan, Ida datang ke Pati untuk menghadiri acara Haul salah satu pendiri Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Yakni KH Syansuri, ayah dari KH Bisri Syansuri. (nib)


Most Read

Artikel Terbaru