alexametrics
23.7 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Sempat Tolak ke RS karena Biaya, Ibu di Jepara Ini Akhirnya Dirawat di RSUD Jepara

JEPARA – Seorang Ibu asal Desa Parang, Karimunjawa mengalami pendarahan setelah melahirkan. Namun, dia justru menolak untuk mendapatkan perawatan lanjutan di Puskesmas karena biaya.

Baca Juga : Warga di Jepara Lawan dan Tangkap Begal Bersamurai, Begini Kronologinya

Kepala puskesmas Karimunjawa, Suhadi mengatakan NF, 35 mengalami pendarahan pada Jumat (13/5) sekitar pukul 11.00. Kondisinya saat itu ia melahirkan di pulau Parang, Karimunjawa.


Hadi menyebut ari-ari pasien sempat tertinggal di rahim. Bidan dan tenaga kesehatan desa pun lalu merujuk keluarga dan pasien untuk mendapatkan perawatan lanjutan di puskesmas Karimunjawa. “Indikasi rujuk itu retensio plasenta, atau ari-ari tidak bisa keluar,” kata Hadi.

Namun, pasien dan keluarga terus menolak mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kata Hadi, pasien dan keluarga sempat menolak perawatan lanjutan karena biaya.

Baca Juga :  Pamerkan Karya, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Unisnu Jepara Gelar Pameran Satwulan

“Pihak tenaga kesehatan desa dan Bidan terus membujuk keluarga hingga akhirnya pukul 16.30  keluarga dan pasien mau berangkat (untuk mendapat rujukan),” jelas Hadi. (nib/khim)

JEPARA – Seorang Ibu asal Desa Parang, Karimunjawa mengalami pendarahan setelah melahirkan. Namun, dia justru menolak untuk mendapatkan perawatan lanjutan di Puskesmas karena biaya.

Baca Juga : Warga di Jepara Lawan dan Tangkap Begal Bersamurai, Begini Kronologinya

Kepala puskesmas Karimunjawa, Suhadi mengatakan NF, 35 mengalami pendarahan pada Jumat (13/5) sekitar pukul 11.00. Kondisinya saat itu ia melahirkan di pulau Parang, Karimunjawa.

Hadi menyebut ari-ari pasien sempat tertinggal di rahim. Bidan dan tenaga kesehatan desa pun lalu merujuk keluarga dan pasien untuk mendapatkan perawatan lanjutan di puskesmas Karimunjawa. “Indikasi rujuk itu retensio plasenta, atau ari-ari tidak bisa keluar,” kata Hadi.

Namun, pasien dan keluarga terus menolak mendapatkan perawatan lebih lanjut. Kata Hadi, pasien dan keluarga sempat menolak perawatan lanjutan karena biaya.

Baca Juga :  Kronologi Kebakaran Pertamini di Jepara, Kerugian Ditaksir Rp 50 Juta

“Pihak tenaga kesehatan desa dan Bidan terus membujuk keluarga hingga akhirnya pukul 16.30  keluarga dan pasien mau berangkat (untuk mendapat rujukan),” jelas Hadi. (nib/khim)

Most Read

Artikel Terbaru

/