alexametrics
24.1 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Bupati Jepara: Masalah Pembangunan Hotels Indonesia di Karimunjawa segera Diselesaikan

JEPARA – Agar tidak menimbulkan permasalahan yang berlarut-larut, Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta segera menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan properti PT. Level Hotels Indonesia di Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa.

Bupati meminta para pihak dan Camat Karimunjawa segera melakukan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan antara warga dan pihak hotel. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Dian Kristiandi saat mendatangi lokasi proyek pembangunan properti tersebut, Sabtu (14/5) siang. Ini merupakan kedatangan bupati yang kedua kalinya. Ikut mendampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Arif Darmawan.

“Saya berharap permasalahan ini segera diselesaikan. Segera gelar pertemuan, undang para pihak, baik dari pihak kecamatan, desa, pihak pengembang maupun warga pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan proyek ini. Nanti biar dipimpin camat. Intinya, jangan sampai berlarut,” ujar Andi.


Bupati berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan cara musyawarah antara kedua belah pihak. Dengan begitu tidak muncul asumsi Kabupaten Jepara tidak pro investasi. Sementara di sisi lain, kata Andi, pihaknya juga tidak ingin investasi dari luar negeri atau dalam negeri yang tidak mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Duh! 18 SMP Negeri di Jepara Kekurangan Siswa, Ini Daftarnya

“Kami terima semua investasi. Tapi satu. Tidak sejengkal tanah pun dikuasai asing tanpa mematuhi peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, kedatangan bupati ini juga diikuti oleh petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jepara yang melakukan pengukuran lokasi proyek ini. Juga petugas Bidang Tata Ruang DPUPR Jepara. Pengukuran ulang ini menjadi salah satu upaya mencari solusi dari permasalahan ini.

“Kami ke sini untuk melakukan pengukuran ulang. Usaha mencari kebenaran dari semua pihak. Ada petinggi, camat, dan para pihak yang punya tanah yang berbatasan dengan PT LHI. Maksudnya supaya tidak ada kesalahpahaman,” jelas Andi.

Bupati ingin mengetahui secara pasti apakah ada lahan milik warga yang tercaplok. Pasalnya, pada Sabtu (12/3/2022), saat dia datang ke tempat tersebut, ia mendapat aduan dari warga terkait tanah yang tercaplok proyek pembangunan tersebut.

Sementara itu, pada Minggu (13/5), pihak Kecamatan Karimunjawa, bersama pemerintah Desa Kemujan, mengundang kedua belah pihak, baik warga yang mempunyai permasalahan dengan pihak hotel. Termasuk para saksi, yang mengetahui asal-usul atau kronologis tanah tersebut. Harapannya, dengan pertemuan ini, sengketa ini bisa diselesaikan. (adv)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Agar tidak menimbulkan permasalahan yang berlarut-larut, Bupati Jepara Dian Kristiandi meminta segera menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pembangunan properti PT. Level Hotels Indonesia di Desa Kemujan Kecamatan Karimunjawa.

Bupati meminta para pihak dan Camat Karimunjawa segera melakukan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan antara warga dan pihak hotel. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Dian Kristiandi saat mendatangi lokasi proyek pembangunan properti tersebut, Sabtu (14/5) siang. Ini merupakan kedatangan bupati yang kedua kalinya. Ikut mendampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Zamroni Lestiaza, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Arif Darmawan.

“Saya berharap permasalahan ini segera diselesaikan. Segera gelar pertemuan, undang para pihak, baik dari pihak kecamatan, desa, pihak pengembang maupun warga pemilik tanah yang berbatasan langsung dengan proyek ini. Nanti biar dipimpin camat. Intinya, jangan sampai berlarut,” ujar Andi.

Bupati berharap agar masalah ini bisa diselesaikan dengan cara musyawarah antara kedua belah pihak. Dengan begitu tidak muncul asumsi Kabupaten Jepara tidak pro investasi. Sementara di sisi lain, kata Andi, pihaknya juga tidak ingin investasi dari luar negeri atau dalam negeri yang tidak mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  Lestarikan Jajan Tradisional, Mahasiswa Unisnu Buat Festival Jajanan Ndeso

“Kami terima semua investasi. Tapi satu. Tidak sejengkal tanah pun dikuasai asing tanpa mematuhi peraturan perundang-undangan,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, kedatangan bupati ini juga diikuti oleh petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jepara yang melakukan pengukuran lokasi proyek ini. Juga petugas Bidang Tata Ruang DPUPR Jepara. Pengukuran ulang ini menjadi salah satu upaya mencari solusi dari permasalahan ini.

“Kami ke sini untuk melakukan pengukuran ulang. Usaha mencari kebenaran dari semua pihak. Ada petinggi, camat, dan para pihak yang punya tanah yang berbatasan dengan PT LHI. Maksudnya supaya tidak ada kesalahpahaman,” jelas Andi.

Bupati ingin mengetahui secara pasti apakah ada lahan milik warga yang tercaplok. Pasalnya, pada Sabtu (12/3/2022), saat dia datang ke tempat tersebut, ia mendapat aduan dari warga terkait tanah yang tercaplok proyek pembangunan tersebut.

Sementara itu, pada Minggu (13/5), pihak Kecamatan Karimunjawa, bersama pemerintah Desa Kemujan, mengundang kedua belah pihak, baik warga yang mempunyai permasalahan dengan pihak hotel. Termasuk para saksi, yang mengetahui asal-usul atau kronologis tanah tersebut. Harapannya, dengan pertemuan ini, sengketa ini bisa diselesaikan. (adv)






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/