alexametrics
25.2 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Misa Kamis Putih di GITJ Jepara Digelar Secara Daring dan Luring

JEPARA – Tahun ini, pelaksanaan misa Kamis Putih masih digelar daring dan luring seperti tahun lalu. Hanya, untuk tahun ini jumlah pesertanya bertambah menjadi 75 persen dari kapasitas gereja.

Salah satunya di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Jepara. Tahun lalu, jumlah jemaah yang boleh hadir tak lebih dari 30 orang. Hanya pengurus gereja dan tim multimedia yang hadir. ”Tahun lalu sangat terbatas. Tahun ini bisa sekitar 50 jemaah yang hadir. Termasuk lansia dan anak-anak,” ungkap Pendeta GITJ Jepara Danang Kristiawan kemarin.

Untuk perayaan Kamis Putih kemarin, dilaksanakan sekitar pukul 18.00. Yang bertugas melayani adalah Pendeta Em. Paulus Suharsono. Dalam prosesinya, terdapat upacara pembasuhan kaki. ”Pembasuhan kaki saat ini memiliki makna ajakan untuk saling melayani dan merendahkan diri kepada sesama manusia. Juga ajakan untuk saling mengasihi dan mengampuni satu dengan yang lain,” papar Danang.

Baca Juga :  Manfaatkan Istirahat Sebaik Mungkin, Tambah Vitamin dan Bahagia

Perayaan Kamis Putih juga dilaksanakan di Gereja Stella Maris Jepara. Di gereja ini, jemaah di bagi dalam dua ruangan. Di aula dan di bangunan utama gereja. Meski dilaksanakan di dua ruang, pesertanya tetap dibatasi. Bila biasanya dalam satu kursi bisa diisi empat orang, saat ini dibatasi dua orang dan diberi jarak sekitar setengah meter.

Romo Gereja Stella Maris FX Tirta Dewantara dari Gereja Stella Maris menyebut, setelah Kamis Putih, hari ini digelar perayaan Jumat Agung. Dalam momen itu, digelar Perjamuan Agung. Untuk ini, tahun ini tak menggelar teatrikal yang menceritakan kisah penyaliban Yesus Kristus. ”Dulu pernah ada (teatrikal yang menceritakan kisah penyaliban Yesus Kristus, Red). Tapi sudah beberapa tahun tidak ada, karena pandemi,” katanya. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Tahun ini, pelaksanaan misa Kamis Putih masih digelar daring dan luring seperti tahun lalu. Hanya, untuk tahun ini jumlah pesertanya bertambah menjadi 75 persen dari kapasitas gereja.

Salah satunya di Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Jepara. Tahun lalu, jumlah jemaah yang boleh hadir tak lebih dari 30 orang. Hanya pengurus gereja dan tim multimedia yang hadir. ”Tahun lalu sangat terbatas. Tahun ini bisa sekitar 50 jemaah yang hadir. Termasuk lansia dan anak-anak,” ungkap Pendeta GITJ Jepara Danang Kristiawan kemarin.

Untuk perayaan Kamis Putih kemarin, dilaksanakan sekitar pukul 18.00. Yang bertugas melayani adalah Pendeta Em. Paulus Suharsono. Dalam prosesinya, terdapat upacara pembasuhan kaki. ”Pembasuhan kaki saat ini memiliki makna ajakan untuk saling melayani dan merendahkan diri kepada sesama manusia. Juga ajakan untuk saling mengasihi dan mengampuni satu dengan yang lain,” papar Danang.

Baca Juga :  Minimarket di Jepara Kemalingan, Pelaku Jebol Plafon

Perayaan Kamis Putih juga dilaksanakan di Gereja Stella Maris Jepara. Di gereja ini, jemaah di bagi dalam dua ruangan. Di aula dan di bangunan utama gereja. Meski dilaksanakan di dua ruang, pesertanya tetap dibatasi. Bila biasanya dalam satu kursi bisa diisi empat orang, saat ini dibatasi dua orang dan diberi jarak sekitar setengah meter.

Romo Gereja Stella Maris FX Tirta Dewantara dari Gereja Stella Maris menyebut, setelah Kamis Putih, hari ini digelar perayaan Jumat Agung. Dalam momen itu, digelar Perjamuan Agung. Untuk ini, tahun ini tak menggelar teatrikal yang menceritakan kisah penyaliban Yesus Kristus. ”Dulu pernah ada (teatrikal yang menceritakan kisah penyaliban Yesus Kristus, Red). Tapi sudah beberapa tahun tidak ada, karena pandemi,” katanya. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/