alexametrics
24.7 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

KKN Unisnu Jepara Ajak Warga Buat Vas Bunga

JEPARA – Kelompok KKN desa Sumanding angkatan XII UNISNU menyelenggarakan program pembuatan kerajinan tangan. Pesertanya yakni ibu-ibu PKK desa Sumanding. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar.

Acara ini terselenggara belum lama ini di rumah ketua RT 02 RW 01.  Dengan mengusung tema “Kerajinan Bunga Stoking”, kelompok KKN ingin mendorong warga sekitar untuk bisa memanfaatkan barang-barang sederhana. Yang masih bisa diolah, bahkan menghasilkan nilai ekonomis.

Ibu-ibu PKK yang hadir datang dengan antusias. Sebab, mereka tidak menyangka dengan modal kecil, produk yang dihasilkan bisa bernilai lebih tinggi. Selain itu, pelatihan ini banyak dinikmati untuk sekedar mempercantik isi rumah, mengisi waktu luang, bahkan ada yang ingin hasil kerajinannya bisa menghasilkan uang.


Nikmah, salah satu peserta KKN menjelaskan, hanya dibutuhkan Rp 15 ribu saja untuk membuat kerajinan bunga yang cantik. Nominal itu bisa untuk membuat enam tangkai bunga cantik yang siap disatukan dalam satu vas bunga.

Baca Juga :  Honda Jazz Terjun ke Sawah di Nalumsari Jepara, Begini Kronologinya

Sementara itu, kain stoking menjadi bahan dasar. Nikmah menambahkan, ada juga kawat berdiameter tiga millimeter yang berfungsi sebagai tangkai bunga, juga kawat bendrat sebagai kerangka pembuatan bunga dan daunnya.

Pembuatan kerajinan ini bisa menyesuaikan selera dan kebutuhan. Satu vas bunga bisa diisi lebih dari satu bunga stoking. Tak hanya itu, vas bunga juga bisa diisi dengan manik-manik atau aksesori lain sesuai selera.

Kata Nikmah, satu vas bunga biasanya dibandrol dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. “Bayangkan dengan modal Rp 15 ribu saja, bisa menghasilkan produk dengan harga 2-4 kali lipat, jadi ibu-ibu disini sangat senang,” ujar Nikmah.

Pihaknya memberikan saran kepada ibu-ibu PKK untuk dapat membuat kerajinan bunga dari stoking sendiri daripada harus membeli. (nib/him)

JEPARA – Kelompok KKN desa Sumanding angkatan XII UNISNU menyelenggarakan program pembuatan kerajinan tangan. Pesertanya yakni ibu-ibu PKK desa Sumanding. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan sekaligus pemberdayaan masyarakat sekitar.

Acara ini terselenggara belum lama ini di rumah ketua RT 02 RW 01.  Dengan mengusung tema “Kerajinan Bunga Stoking”, kelompok KKN ingin mendorong warga sekitar untuk bisa memanfaatkan barang-barang sederhana. Yang masih bisa diolah, bahkan menghasilkan nilai ekonomis.

Ibu-ibu PKK yang hadir datang dengan antusias. Sebab, mereka tidak menyangka dengan modal kecil, produk yang dihasilkan bisa bernilai lebih tinggi. Selain itu, pelatihan ini banyak dinikmati untuk sekedar mempercantik isi rumah, mengisi waktu luang, bahkan ada yang ingin hasil kerajinannya bisa menghasilkan uang.

Nikmah, salah satu peserta KKN menjelaskan, hanya dibutuhkan Rp 15 ribu saja untuk membuat kerajinan bunga yang cantik. Nominal itu bisa untuk membuat enam tangkai bunga cantik yang siap disatukan dalam satu vas bunga.

Baca Juga :  Pandemi Belum Berakhir, Rangkaian Hari Jadi Jepara Digelar Sederhana

Sementara itu, kain stoking menjadi bahan dasar. Nikmah menambahkan, ada juga kawat berdiameter tiga millimeter yang berfungsi sebagai tangkai bunga, juga kawat bendrat sebagai kerangka pembuatan bunga dan daunnya.

Pembuatan kerajinan ini bisa menyesuaikan selera dan kebutuhan. Satu vas bunga bisa diisi lebih dari satu bunga stoking. Tak hanya itu, vas bunga juga bisa diisi dengan manik-manik atau aksesori lain sesuai selera.

Kata Nikmah, satu vas bunga biasanya dibandrol dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. “Bayangkan dengan modal Rp 15 ribu saja, bisa menghasilkan produk dengan harga 2-4 kali lipat, jadi ibu-ibu disini sangat senang,” ujar Nikmah.

Pihaknya memberikan saran kepada ibu-ibu PKK untuk dapat membuat kerajinan bunga dari stoking sendiri daripada harus membeli. (nib/him)

Most Read

Artikel Terbaru

/