alexametrics
26.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Ketua DPRD Jepara Usulkan Perda Miras Perlu Ditinjau Ulang, Ini Alasannya

JEPARA – Jepara di awal tahun ini telah terjadi dua kejadian pesta miras yang menimbulkan korban nyawa. Pertama, 30 Januari lalu di Karanggondang, Mlonggo. Korbannya 9 orang tewas. Kedua, di Pecangaan dengan korban jiwa dua orang dan baru terjadi Sabtu (12/2) lalu.

Menanggapi itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Haizul Ma`arif mengusulkan untuk me-review ulang Peraturan Daerah (Perda) Jepara tentang miras. Peredaran miras tersebut dibahas dalam Perda Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013.

Di dalamnya disebutkan, penggunaan minuman beralkohol di Jepara hanya dibolehkan untuk beberapa hal. Yakni ritual keagamaan, upacara adat, pengobatan, dan tamu hotel berbintang.


Selain untuk keperluan mendesak dan sifatnya eksklusif itu, penjualan dan peredaran miras terancam sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta. ”Perda itu perlu di-reveiw lagi. Kalau memang sudah tidak relevan atau tidak membuat efek jera. Saya sebagai ketua DPRD siap untuk review lagi,” tegas Gus Haiz, sapaan akran Haizul Ma`arif.

Menurutnya peredaran miras di Jepara sudah meresahkan. Pasalnya, saat ini peredarannya sudah mencapai tingkat desa. Oleh sebab itu, dirinya mengusulkan masing-masing desa agar membentuk desa anti miras. Bila itu didukung penuh seluruh komponen desa, maka bisa mengurangi peredaran miras.

Baca Juga :  Bupati Jepara Lepas Estafet Obor PeSONas 2022

”Jepara bisa dikatakan darurat miras. Saya juga sudah minta ke pak Kapolres. Sudahlah sapu bersih saja miras yang ada di Jepara,” tandas Gus Haiz.

Sementara itu Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menegaskan pihaknya tengah mendalami kasus tewasnya 2 orang Pecangaan setelah menenggak miras oplosan. Yakni NAH, 17, warga Rengging RT 1/ RW 1, Pecangaan, tewas di RS PKU Muhammadiyah Mayong Sabtu (12/2) sekitar pukul 17.00.

Dan disusul KA, 20, warga Pecangaan Kulon RT 4/RW 7, Pecangaan, yang tewas di rumahnya di hari yang sama sekitar pukul 21.00.Dua orang tersebut menenggak miras oplosan Kamis (10/2) malam lalu. Beberapa pihak telah diperiksanya. ”Beri kami waktu,” ungkapnya kemarin. (rom/ali)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Jepara di awal tahun ini telah terjadi dua kejadian pesta miras yang menimbulkan korban nyawa. Pertama, 30 Januari lalu di Karanggondang, Mlonggo. Korbannya 9 orang tewas. Kedua, di Pecangaan dengan korban jiwa dua orang dan baru terjadi Sabtu (12/2) lalu.

Menanggapi itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara Haizul Ma`arif mengusulkan untuk me-review ulang Peraturan Daerah (Perda) Jepara tentang miras. Peredaran miras tersebut dibahas dalam Perda Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013.

Di dalamnya disebutkan, penggunaan minuman beralkohol di Jepara hanya dibolehkan untuk beberapa hal. Yakni ritual keagamaan, upacara adat, pengobatan, dan tamu hotel berbintang.

Selain untuk keperluan mendesak dan sifatnya eksklusif itu, penjualan dan peredaran miras terancam sanksi kurungan tiga bulan dan denda Rp 50 juta. ”Perda itu perlu di-reveiw lagi. Kalau memang sudah tidak relevan atau tidak membuat efek jera. Saya sebagai ketua DPRD siap untuk review lagi,” tegas Gus Haiz, sapaan akran Haizul Ma`arif.

Menurutnya peredaran miras di Jepara sudah meresahkan. Pasalnya, saat ini peredarannya sudah mencapai tingkat desa. Oleh sebab itu, dirinya mengusulkan masing-masing desa agar membentuk desa anti miras. Bila itu didukung penuh seluruh komponen desa, maka bisa mengurangi peredaran miras.

Baca Juga :  Bupati Jepara Lepas Estafet Obor PeSONas 2022

”Jepara bisa dikatakan darurat miras. Saya juga sudah minta ke pak Kapolres. Sudahlah sapu bersih saja miras yang ada di Jepara,” tandas Gus Haiz.

Sementara itu Kepala Satreskrim Polres Jepara AKP M. Fachrur Rozi menegaskan pihaknya tengah mendalami kasus tewasnya 2 orang Pecangaan setelah menenggak miras oplosan. Yakni NAH, 17, warga Rengging RT 1/ RW 1, Pecangaan, tewas di RS PKU Muhammadiyah Mayong Sabtu (12/2) sekitar pukul 17.00.

Dan disusul KA, 20, warga Pecangaan Kulon RT 4/RW 7, Pecangaan, yang tewas di rumahnya di hari yang sama sekitar pukul 21.00.Dua orang tersebut menenggak miras oplosan Kamis (10/2) malam lalu. Beberapa pihak telah diperiksanya. ”Beri kami waktu,” ungkapnya kemarin. (rom/ali)

 






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/