alexametrics
25.9 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Disapu Angin Kencang, Tiga Rumah di Jepara Rusak

JEPARA – Hujan disertai angin kencang menerpa daerah Kuwasen, Jepara kemarin. Dampaknya, sebuah pohon yang ada di Perumahan Kuwasharjo Blok A Desa Kuwasen RT 15 RW 5 ambruk. Pohon itu mengenai teras rumah salah seorang warga. Sehari sebelumnya angin kencang juga mengakibatkan satu rumah di Semat, Tahunan dan satu rumah di Lebak, Pakisaji, rusak.

Terkait pohon tumbang yang terjadi di Perumahan Kuwasharjo, terjadi sekitar pukul 08.30. Pohon tersebut menimpa teras rumah M. Rizki Fitriyanto. Selain teras rumah, juga ada dua buah mobil yang terparkir di halaman. “Mobil mengalami rusak ringan,” terang Kepala Pelaksana (Kalak) Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto kemarin.

Beruntung akibat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun karena pohon menimpa teras rumah warga dan dua buah mobil, kerugiannya ditaksir sekitar Rp 15 juta.


Sementara itu, hujan disertai angin yang terjadi di Desa Lebak, Pakisaji kejadiannya Kamis dini hari. Sekitar pukul 02.15. Hujan angin itu mengakibatkan rumah milik Sadiran, warga Dukuh Krajan RT 4 RW 4 Desa Lebak, Pakis Aji rusak.

Baca Juga :  Harga Elpiji di Jepara Ngegas Rp 24 Ribu

Kerusakan rumah itu ditimbulkan karena sebuah pohon kelapa yang berdiri di samping rumah tumbang. Akibat kejadian tersebut, sang pemilik rumah mengalami patah bahu kiri dan telah mendapatkan perawatan. Rumah itu dihuni sembilan orang. Karena kerusakannya mencapai 60 persen, sementara waktu penghuni rumah tersebut mengungsi di teras dan rumah tetangga.

Kamis sore sekitar pukul 17.15 hujan disertai angin kencang juga menimbulkan rumah milik Nuryati, warga Desa Semat RT 3 RW 2 Kecamatan Tahunan, rusak. Kerusakan terparah terjadi di bagian atap rumah. ”Ambruk total bagian atap di ruangan tengah dan sebagian kamar. Akibatnya menimpa si pemilik rumah Nuryati dan mengalami luka robek kepala. Dan dirawat oleh bidan desa,” jelas Arwin.

Dirinya menerangkan potensi cuaca buruk diprediksi masih akan berlangsung selama bulan ini hingga bulan depan. Sebab itu, dirinya meminta masyarakat untuk waspada menghadapi musim penghujan. Menurutnya, hampir seluruh wilayah Jepara rawan terjadi bencana. Di daerah lereng rawan longsor, di daerah pantai rawan ombak, dan daerah pesisir rawan angin. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Hujan disertai angin kencang menerpa daerah Kuwasen, Jepara kemarin. Dampaknya, sebuah pohon yang ada di Perumahan Kuwasharjo Blok A Desa Kuwasen RT 15 RW 5 ambruk. Pohon itu mengenai teras rumah salah seorang warga. Sehari sebelumnya angin kencang juga mengakibatkan satu rumah di Semat, Tahunan dan satu rumah di Lebak, Pakisaji, rusak.

Terkait pohon tumbang yang terjadi di Perumahan Kuwasharjo, terjadi sekitar pukul 08.30. Pohon tersebut menimpa teras rumah M. Rizki Fitriyanto. Selain teras rumah, juga ada dua buah mobil yang terparkir di halaman. “Mobil mengalami rusak ringan,” terang Kepala Pelaksana (Kalak) Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto kemarin.

Beruntung akibat kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun karena pohon menimpa teras rumah warga dan dua buah mobil, kerugiannya ditaksir sekitar Rp 15 juta.

Sementara itu, hujan disertai angin yang terjadi di Desa Lebak, Pakisaji kejadiannya Kamis dini hari. Sekitar pukul 02.15. Hujan angin itu mengakibatkan rumah milik Sadiran, warga Dukuh Krajan RT 4 RW 4 Desa Lebak, Pakis Aji rusak.

Baca Juga :  Bhakti DPD Hipsi Jepara di Tengah Pandemi

Kerusakan rumah itu ditimbulkan karena sebuah pohon kelapa yang berdiri di samping rumah tumbang. Akibat kejadian tersebut, sang pemilik rumah mengalami patah bahu kiri dan telah mendapatkan perawatan. Rumah itu dihuni sembilan orang. Karena kerusakannya mencapai 60 persen, sementara waktu penghuni rumah tersebut mengungsi di teras dan rumah tetangga.

Kamis sore sekitar pukul 17.15 hujan disertai angin kencang juga menimbulkan rumah milik Nuryati, warga Desa Semat RT 3 RW 2 Kecamatan Tahunan, rusak. Kerusakan terparah terjadi di bagian atap rumah. ”Ambruk total bagian atap di ruangan tengah dan sebagian kamar. Akibatnya menimpa si pemilik rumah Nuryati dan mengalami luka robek kepala. Dan dirawat oleh bidan desa,” jelas Arwin.

Dirinya menerangkan potensi cuaca buruk diprediksi masih akan berlangsung selama bulan ini hingga bulan depan. Sebab itu, dirinya meminta masyarakat untuk waspada menghadapi musim penghujan. Menurutnya, hampir seluruh wilayah Jepara rawan terjadi bencana. Di daerah lereng rawan longsor, di daerah pantai rawan ombak, dan daerah pesisir rawan angin. (war)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/