alexametrics
25.1 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Penataan Pasar Kalinyamatan Jepara Molor, Kontraktor Didenda

JEPARA – Proyek penataan Pasar Rakyat Kalinyamatan molor dari target. Semestinya, pengerjaannya ditarget rampung 30 November lalu. Namun, hingga saat ini pengerjaannya masih belum rampung.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, kompleks pasar itu di sisi selatan jalan. Bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Tampak beberapa pekerja menyelesaikan penataan pasar tersebut.

Ada yang menyelesaikan pemasangan plafon dan beberapa pintu kios. “Tinggal tahap finishing. Struktur bangunan yang utama sudah selesai,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Eriza Rudi Yulianto melalui Kabid Pengelolaan Pasar dan Pedagang Kaki Lima Himawan.


Alasan molornya pembangunan itu datang dari penyedia jasa sendiri. Dikarenakan ada keterlambatan material yang datang. Sebagai upaya agar pengerjaan tersebut segera rampung, pihaknya telah beberapa kali mengundang penyedia jasa dan memberi teguran. Selain itu, penyedia jasanya juga terancam denda karena keterlambatan pengerjaan pembangunan pasar tersebut. “Dendanya 0,01 persen per hari. Kalau nilai proyeknya sekitar Rp 3 miliar, berarti dendanya sekitar Rp 3 juta per hari,” jelas Himawan.

Baca Juga :  Rusak Parah, Jalan Provinsi Jepara-Bangsri hanya Ditambal Sulam

Tahun ini penataan Pasar Kalinyamatan dapat jatah sekitar Rp 3,7 miliar. Sumbernya berasal dari dana tugas pembantuan Kementrian Perdagangan RI. Penataannya difokuskan pada deretan kios bagian selatan pasar.

Kompleks tersebut diproyeksikan menampung 100 kios dan losmen. Selain kios dan losmen, rencananya juga dibangun musala di tempat tersebut. “Diproyeksikan bisa segera ditempati tahun depan,” tandas Himawan. (rom/war)

JEPARA – Proyek penataan Pasar Rakyat Kalinyamatan molor dari target. Semestinya, pengerjaannya ditarget rampung 30 November lalu. Namun, hingga saat ini pengerjaannya masih belum rampung.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, kompleks pasar itu di sisi selatan jalan. Bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Tampak beberapa pekerja menyelesaikan penataan pasar tersebut.

Ada yang menyelesaikan pemasangan plafon dan beberapa pintu kios. “Tinggal tahap finishing. Struktur bangunan yang utama sudah selesai,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Eriza Rudi Yulianto melalui Kabid Pengelolaan Pasar dan Pedagang Kaki Lima Himawan.

Alasan molornya pembangunan itu datang dari penyedia jasa sendiri. Dikarenakan ada keterlambatan material yang datang. Sebagai upaya agar pengerjaan tersebut segera rampung, pihaknya telah beberapa kali mengundang penyedia jasa dan memberi teguran. Selain itu, penyedia jasanya juga terancam denda karena keterlambatan pengerjaan pembangunan pasar tersebut. “Dendanya 0,01 persen per hari. Kalau nilai proyeknya sekitar Rp 3 miliar, berarti dendanya sekitar Rp 3 juta per hari,” jelas Himawan.

Baca Juga :  Perebutkan 120 Medali Emas, Kejurnas Karate Garuda Open di Jepara Kembali Digelar

Tahun ini penataan Pasar Kalinyamatan dapat jatah sekitar Rp 3,7 miliar. Sumbernya berasal dari dana tugas pembantuan Kementrian Perdagangan RI. Penataannya difokuskan pada deretan kios bagian selatan pasar.

Kompleks tersebut diproyeksikan menampung 100 kios dan losmen. Selain kios dan losmen, rencananya juga dibangun musala di tempat tersebut. “Diproyeksikan bisa segera ditempati tahun depan,” tandas Himawan. (rom/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/