alexametrics
24.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Prodi PGSD Unisnu Jepara Bekali Guru SD Strategi AKM

JEPARA – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara perkuat sekolah binaan di tingkat sekolah dasar. Yakni dengan menggelar Workshop Strategi Guru Mempersiapkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menuju Sekolah Dasar Berkualitas di SDN 1 Kuanyar dan SDN 2 Kuanyar, Mayong Selasa (12/10).

Dekan FTIK Unisnu Jepara, Abdul Rozaq menyampaikan Prodi PGSD FTIK Unisnu Jepara memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam upaya mengembangkan pendidikan di sekolah dasar. Salah satunya melalui program sekolah binaan. Ia berharap program sekolah binaan dapat memberikan kontribusi ke sekolah. Sekolah binaan itu bagioan dari implementasi tri dharma perguruan tinggi dan menjalin kerja sama dan silaturahmi dengan sekolah dasar di Jepara.

Sementara Kaprodi PGSD Unisnu Jepara, Erna Zumrotun menjelaskan sekolah binaan ini dimaksudkan memberikan pendampingan bagi guru sekolah dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan memperkaya wawasan kependidikan. Program sekolah binaan tahun ini bertujuan untuk membantu guru dalam mempersiapkan AKM menuju sekolah dasar berkualitas. ”Harapannya melalui kegiatan sekolah binaan ini, para pendidik sekolah dasar dapat meningkat kompetensinya sebagai pendidik sekaligus mampu memajukan sekolah melalui proses pembelajaran yang bermakna,” tambahnya.

Baca Juga :  Polres Jepara Sebut Tren Pelanggaran Lalu Lintas Alami Penurunan

Praktisi guru SD sekaligus Dosen pendidikan profesi guru (PPG) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Widi Ardiantodari dalam paparannya menjelaskan AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid. Agar mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif dalam masyarakat. Maka  dari itu, menurutnya dalam mempersiapkan AKM, dibutuhkan keterampilan pendidik dalam proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berbasis masalah. “Agar mampu meningkat kan daya penalaran peserta didik dalam memecahkan permasalahan. Sehingga mampu berpikir kritis dan kreatif,” imbuhnya.

Pelaksanaan program sekolah binaan di akhiri dengan praktik membuat soal-soal literasi maupun numerasi dengan Higher order thingking skill (HOTS). Agar para peserta terbiasa memberikan soal yang berbobot seperti soal AKM.

Moderator workshop Aan Widion berharap sekolah binaan itu para guru senantiasa upgrade pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran agar dapat menghasilkan peserta didik (learning outcomes) yang berkualitas.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

JEPARA – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara perkuat sekolah binaan di tingkat sekolah dasar. Yakni dengan menggelar Workshop Strategi Guru Mempersiapkan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) menuju Sekolah Dasar Berkualitas di SDN 1 Kuanyar dan SDN 2 Kuanyar, Mayong Selasa (12/10).

Dekan FTIK Unisnu Jepara, Abdul Rozaq menyampaikan Prodi PGSD FTIK Unisnu Jepara memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam upaya mengembangkan pendidikan di sekolah dasar. Salah satunya melalui program sekolah binaan. Ia berharap program sekolah binaan dapat memberikan kontribusi ke sekolah. Sekolah binaan itu bagioan dari implementasi tri dharma perguruan tinggi dan menjalin kerja sama dan silaturahmi dengan sekolah dasar di Jepara.

Sementara Kaprodi PGSD Unisnu Jepara, Erna Zumrotun menjelaskan sekolah binaan ini dimaksudkan memberikan pendampingan bagi guru sekolah dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan memperkaya wawasan kependidikan. Program sekolah binaan tahun ini bertujuan untuk membantu guru dalam mempersiapkan AKM menuju sekolah dasar berkualitas. ”Harapannya melalui kegiatan sekolah binaan ini, para pendidik sekolah dasar dapat meningkat kompetensinya sebagai pendidik sekaligus mampu memajukan sekolah melalui proses pembelajaran yang bermakna,” tambahnya.

Baca Juga :  Polres Jepara Sebut Tren Pelanggaran Lalu Lintas Alami Penurunan

Praktisi guru SD sekaligus Dosen pendidikan profesi guru (PPG) Universitas Negeri Semarang (Unnes) Widi Ardiantodari dalam paparannya menjelaskan AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid. Agar mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif dalam masyarakat. Maka  dari itu, menurutnya dalam mempersiapkan AKM, dibutuhkan keterampilan pendidik dalam proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan berbasis masalah. “Agar mampu meningkat kan daya penalaran peserta didik dalam memecahkan permasalahan. Sehingga mampu berpikir kritis dan kreatif,” imbuhnya.

Pelaksanaan program sekolah binaan di akhiri dengan praktik membuat soal-soal literasi maupun numerasi dengan Higher order thingking skill (HOTS). Agar para peserta terbiasa memberikan soal yang berbobot seperti soal AKM.

Moderator workshop Aan Widion berharap sekolah binaan itu para guru senantiasa upgrade pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran agar dapat menghasilkan peserta didik (learning outcomes) yang berkualitas.






Reporter: Muhammad Khoirul Anwar

Most Read

Artikel Terbaru

/