alexametrics
28.4 C
Kudus
Wednesday, September 28, 2022

Beradaptasi dengan Generasi Alpha, Tim PKM UMK Aplikasikan MAT JOYO di SDN 1 Gemiring Kidul Jepara

JEPARA – Upaya mengembangkan media pembelajaran yang menarik terus dikem bangkan oleh Tim Pengab dian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus (PKM UMK). Kali ini ditujukan ke siswa kelas 5 SDN 1 Gemiring Kidul Kecamatan Nalumsari Jepara.

Menurut ketua tim PKM UMK Diana Ermawati, S.Pd., M.Pd., anak kelahiran tahun 2009 atau biasa di sebut generasi Alpha lebih melek teknologi. Karena mereka dibesarkan di era kemajuan teknologi yang pesat, kondisi tersebut mempengaruhi keseharian mereka saat belajar. Ketika belajar menggunakan gadget, mereka lebih sering mengalihfungsikan gadget untuk game. Sehingga tanggung jawab sebagai siswa tidak dilaksanakan dengan baik.

Karenanya, Tim PKM UMK membuat inovasi media pembelajaran berupa game berbasis kearifan lokal bernama “MAT JOYO” (Mathematics Joyful Education). Selain Diana Ermawati, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim, ada dua anggota lainnya Lovika Ardana Riswari, S.Pd., M.Pd. dan Esti Wijayanti, S.Kom., M.Kom.,


Menurut Diana, dalam Aplikasi MAT JOYO, berisi game edukasi berbasis kearifan lokal. Tujuannya agar siswa belajar mate matika lebih menyenang kan. Karena bisa dilakukan dengan main game.

”Selain berisi edukasi pembelajaran tentang volume balok, game ini juga memuat kearifan lokal dari kabupaten Jepara. tujuannya agar siswa mengetahui kebudayaan yang ada di daerahnya sehingga dapat melestarikan, memanfaatkan, atau mengembangkannya di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Dalam game akan muncul beberapa soal latihan yang harus dikerjakan untuk masuk ke level selanjutnya. Setiap level menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Pada level pertama menyuguhkan kein dahan panorama pantai yang ada di Kabupaten Jepara. Level selan jutnya terdapat keindahan bangunan tengah kota di Jepara dan panorama gunung.

Baca Juga :  Internet Byar Pet, Asesmen Nasional Dua SMP di Jepara Ditunda

Agar bisa mengaplikasikan dengan benar, seluruh guru dan siswa kelas 5 mendapat penjelasan tentang aplikasi MAT JOYO dan langkah-langkah pembuatan game mulai dari penyiapan materi sampai ke tahap build game menjadi aplikasi.

“Kegiatan kami ini, adalah wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan menambah khazanah guru dalam mengem bangkan media pembelajaran yang menarik dan mengena ke siswa dan juga tidak lupa dengan kearifan lokal yang dimiliki daerahnya.”

Menurut perwakilan guru dan siswa kelas 5 yang mendapat kesempatan mencoba game MAT JOYO, Sofiatun, ia tidak sabar ingin mencoba. Sofiatun juga tertarik ingin belajar membuatnya agar bisa membuat media pembelajaran yang menarik untuk siswa.

”Saya dan siswa sangat senang ada aplikasi MAT JOYO. Siswa saya juga antusias dalam bermain game MAT JOYO. Bahkan mereka juga menanyakan apakah game MAT JOYO bisa didownload di playstore atau belum,” terangnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SDN 1 Gemiring Kidul Ibu Sri Hariningsih, S.Pd.SD mengungkapkan, pihaknya sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut Pendampingan pembuatan game sebagai salah satu media pembelajaran terkini sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa.

”Kegiatan ini memberikan banyak ilmu baru bagi guru, dan menjadi bekal berharga untuk mengembangkan dunia pendidikan yang menyenangkan sekaligus berkualitas bagi siswa,” pungkasnya. (lia)

JEPARA – Upaya mengembangkan media pembelajaran yang menarik terus dikem bangkan oleh Tim Pengab dian kepada Masyarakat Universitas Muria Kudus (PKM UMK). Kali ini ditujukan ke siswa kelas 5 SDN 1 Gemiring Kidul Kecamatan Nalumsari Jepara.

Menurut ketua tim PKM UMK Diana Ermawati, S.Pd., M.Pd., anak kelahiran tahun 2009 atau biasa di sebut generasi Alpha lebih melek teknologi. Karena mereka dibesarkan di era kemajuan teknologi yang pesat, kondisi tersebut mempengaruhi keseharian mereka saat belajar. Ketika belajar menggunakan gadget, mereka lebih sering mengalihfungsikan gadget untuk game. Sehingga tanggung jawab sebagai siswa tidak dilaksanakan dengan baik.

Karenanya, Tim PKM UMK membuat inovasi media pembelajaran berupa game berbasis kearifan lokal bernama “MAT JOYO” (Mathematics Joyful Education). Selain Diana Ermawati, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua tim, ada dua anggota lainnya Lovika Ardana Riswari, S.Pd., M.Pd. dan Esti Wijayanti, S.Kom., M.Kom.,

Menurut Diana, dalam Aplikasi MAT JOYO, berisi game edukasi berbasis kearifan lokal. Tujuannya agar siswa belajar mate matika lebih menyenang kan. Karena bisa dilakukan dengan main game.

”Selain berisi edukasi pembelajaran tentang volume balok, game ini juga memuat kearifan lokal dari kabupaten Jepara. tujuannya agar siswa mengetahui kebudayaan yang ada di daerahnya sehingga dapat melestarikan, memanfaatkan, atau mengembangkannya di masa yang akan datang,” ungkapnya.

Dalam game akan muncul beberapa soal latihan yang harus dikerjakan untuk masuk ke level selanjutnya. Setiap level menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Pada level pertama menyuguhkan kein dahan panorama pantai yang ada di Kabupaten Jepara. Level selan jutnya terdapat keindahan bangunan tengah kota di Jepara dan panorama gunung.

Baca Juga :  Masa Pengenalan Kampus Dimulai, Rektor Unisnu Jepara Lepas Merpati Simbol Era Merdeka Belajar

Agar bisa mengaplikasikan dengan benar, seluruh guru dan siswa kelas 5 mendapat penjelasan tentang aplikasi MAT JOYO dan langkah-langkah pembuatan game mulai dari penyiapan materi sampai ke tahap build game menjadi aplikasi.

“Kegiatan kami ini, adalah wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diharapkan menambah khazanah guru dalam mengem bangkan media pembelajaran yang menarik dan mengena ke siswa dan juga tidak lupa dengan kearifan lokal yang dimiliki daerahnya.”

Menurut perwakilan guru dan siswa kelas 5 yang mendapat kesempatan mencoba game MAT JOYO, Sofiatun, ia tidak sabar ingin mencoba. Sofiatun juga tertarik ingin belajar membuatnya agar bisa membuat media pembelajaran yang menarik untuk siswa.

”Saya dan siswa sangat senang ada aplikasi MAT JOYO. Siswa saya juga antusias dalam bermain game MAT JOYO. Bahkan mereka juga menanyakan apakah game MAT JOYO bisa didownload di playstore atau belum,” terangnya.

Sementara itu, Kepala sekolah SDN 1 Gemiring Kidul Ibu Sri Hariningsih, S.Pd.SD mengungkapkan, pihaknya sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut Pendampingan pembuatan game sebagai salah satu media pembelajaran terkini sangat bermanfaat bagi guru maupun siswa.

”Kegiatan ini memberikan banyak ilmu baru bagi guru, dan menjadi bekal berharga untuk mengembangkan dunia pendidikan yang menyenangkan sekaligus berkualitas bagi siswa,” pungkasnya. (lia)


Most Read

Artikel Terbaru