alexametrics
32.7 C
Kudus
Wednesday, August 10, 2022

Tarik Wisatawan Mancanegara, Dewan Kesenian Jepara Gagas Pementasan di Hotel

JEPARA – Sekitar dua tahun akibat pandemi, gelaran kesenian dibatasi. Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta berharap setelah ini gelaran kesenian akan dihidupkan lagi. Ada masukan agar digelar pentas kesenian di hotel. Untuk menarik wisatawan mancanegara.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menilai pandemi sudah mulai transisi ke endemi. Dengan adanya perubahan itu ia meminta mulai menghidupkan lagi sektor kesenian. Untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, juga menghadirkan edukasi kebudayaan untuk generasi muda.

“Kemarin saya minta Usaha Kecil Menengah diperkuat lagi, nah sekarang kesenian juga,” ungkap Edy.


Kustam, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara mengatakan saat ini banyak daerah yang sudah memulai pentas seni. Dari Keling hingga Karimun jawa. Ia lalu menyampaikan saat ini anggaran untuk kesenian dinilai kurang. Belum lama ini pihaknya juga sudah mencoba dialog ke dewan namun anggaran nya masih tetap minim.

Ia mengutarakan perlunya ada kenaikan derajat bagi kesenian. Termasuk biaya produksi dan honor seniman. Sementara ini honor seniman dipatok berkisar Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Ia juga mengusulkan kepada Pemkab Jepara soal gelaran seni di hotel. Agar bisa menarik wisatawan mancanegara. Ia menilai selama ini belum ada gelaran seni di Jepara yang tingkatnya global.

Baca Juga :  Kecelakaan Motor vs L300 dan Avanza Tabrak Rumah di Jepara, Begini Kronologinya

Edy Sudjatmiko, Sekda Jepara mengatakan rencananya akan ada festival Kartini Agustus ini. Dengan adanya acara itu, semoga acara bisa dikemas secara berbeda hingga menarik perhatian pada skala global. Ia mengutarakan selama ini tidak ada perayaan kemerdekaan akibat pandemi. Sehingga, harapannya nanti acara kemerdekaan bisa disatukan dengan acara lain termasuk kesenian.

“Agustus ini semoga bisa, momen kemerdekaan kita jadikan kebangkitan kita. Termasuk kesenian, kesenian bangkit,” jelasnya.

Sementara itu, soal honor seniman Edy Supriyanta mengatakan untuk honor sudah ada standarisasi. Sehingga dimohon maklum. “Ada standarisasinya, diketok karena ada standar. Jadi ini relawan seniman tapi dibayar sedikit karena telah membantu masyarakat soal kebudayaan,” kata Edy. (nib/war)

JEPARA – Sekitar dua tahun akibat pandemi, gelaran kesenian dibatasi. Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta berharap setelah ini gelaran kesenian akan dihidupkan lagi. Ada masukan agar digelar pentas kesenian di hotel. Untuk menarik wisatawan mancanegara.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menilai pandemi sudah mulai transisi ke endemi. Dengan adanya perubahan itu ia meminta mulai menghidupkan lagi sektor kesenian. Untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, juga menghadirkan edukasi kebudayaan untuk generasi muda.

“Kemarin saya minta Usaha Kecil Menengah diperkuat lagi, nah sekarang kesenian juga,” ungkap Edy.

Kustam, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara mengatakan saat ini banyak daerah yang sudah memulai pentas seni. Dari Keling hingga Karimun jawa. Ia lalu menyampaikan saat ini anggaran untuk kesenian dinilai kurang. Belum lama ini pihaknya juga sudah mencoba dialog ke dewan namun anggaran nya masih tetap minim.

Ia mengutarakan perlunya ada kenaikan derajat bagi kesenian. Termasuk biaya produksi dan honor seniman. Sementara ini honor seniman dipatok berkisar Rp 150.000 hingga Rp 200.000. Ia juga mengusulkan kepada Pemkab Jepara soal gelaran seni di hotel. Agar bisa menarik wisatawan mancanegara. Ia menilai selama ini belum ada gelaran seni di Jepara yang tingkatnya global.

Baca Juga :  Meski Menang 1-0 atas Persipa Pati, Pelatih Persijap Jepara Belum Tenang

Edy Sudjatmiko, Sekda Jepara mengatakan rencananya akan ada festival Kartini Agustus ini. Dengan adanya acara itu, semoga acara bisa dikemas secara berbeda hingga menarik perhatian pada skala global. Ia mengutarakan selama ini tidak ada perayaan kemerdekaan akibat pandemi. Sehingga, harapannya nanti acara kemerdekaan bisa disatukan dengan acara lain termasuk kesenian.

“Agustus ini semoga bisa, momen kemerdekaan kita jadikan kebangkitan kita. Termasuk kesenian, kesenian bangkit,” jelasnya.

Sementara itu, soal honor seniman Edy Supriyanta mengatakan untuk honor sudah ada standarisasi. Sehingga dimohon maklum. “Ada standarisasinya, diketok karena ada standar. Jadi ini relawan seniman tapi dibayar sedikit karena telah membantu masyarakat soal kebudayaan,” kata Edy. (nib/war)


Most Read

Artikel Terbaru

/